Membuat Prolog Novel yang “Ngehook”

Pada beberapa post sebelum ini, ada banyak tips menulis yang menarik diikuti. Salah satunya adalah untuk menghindari procrastinating dengan membuat outline, juga langkah untuk menghindari writer’s block. Nah, kali ini, saya ingin berbagi tips untuk membuat prolog novel yang menarik alias “ngehook”.

Sebelum kita pelajari cara membuat prolog, kita patut mengetahui tentang; “apa sih prolog itu?”

Prolog dalam novel adalah suatu pembukaan atau pendahuluan, terdiri dari paragraf dengan kalimat pendek-pendek dan ringkas. Umumnya, prolog ini menggambarkan suatu sebab-akibat atas alur novel, atau bisa juga menceritakan latar belakang karakter dalam novel.

Sebenarnya, prolog tidak selalu wajib ada dalam novel. Namun, prolog novel, dapat memberikan peranan penting. Salah satunya adalah membuat pembaca tertarik melanjutkan. Fungsi prolog novel kurang lebih seperti kail pada alat pancing.

Jika blurbs pada sampul belakang berfungsi untuk menarik minat pembaca dari segi pembelian, prolog novel menarik minat pembaca untuk terus membaca. Bisa dikatakan bahwa prolog novel ini adalah elemen page turner dalam sebuah novel. Prolog novel yang kurang menarik, biasanya akan membuat pembaca menganggap isinya tidak menarik. Padahal, prolog novel yang gagal tidak selalu mencerminkan bahwa isi novel tersebut buruk secara keseluruhan.

Oleh karena itu, untuk menghindari sesatpikir tersebut, kita perlu mempelajari cara membuat prolog novel. Nah, apa saja sih langkah membuat prolog novel yang baik?

1. Membuat Latar Belakang

Prolog novel dapat dibuat dengan cara menunjukkan latar belakang novel. Misalnya, sebelum alur cerita dimulai pada bab satu, kita bisa membeberkan sebab-akibat melalui prolog. Sebab-akibat tersebut, nantinya akan memberi kontribusi pada plot cerita.

2. Sampaikan Secara Singkat

Prolog novel tidak perlu dituliskan secara berbusa-busa. Mengapa? Karena hal itu justru akan membuat pembaca terlanjur lelah mengikuti perkembangan plot setelah prolog. Dalam menulis prolog novel, usahakan dibuat sesingkat mungkin, tetapi mewakili sebab-akibat yang ingin ditunjukkan sebelum perkembangan plot utama terjadi.

3. Buat Adegan yang Menarik dan Mengundang Penasaran

Ketika membuat prolog novel, kita mungkin bingung harus menyajikan apa. Narasi pendek mungkin akan membuat bosan. Terlalu banyak dialog juga malah akan mengurangi rasa penasaran pembaca.

Oleh karena itu, kita bisa mengakali hal tersebut dengan membuat narasi adegan yang hidup. Jangan lupa hiasi dengan dialog pendek-pendek yang akan membuat penasaran. Lalu, jurus pamungkasnya, akhiri prolog novel tersebut dengan gaya cliffhanger.

Nah, kira-kira itulah tips singkat dari saya mengenai prolog novel. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Let’s talk about books and crime fiction! Drop me an email, here: Contact Icon

Scroll Up