Serial Kriminal Orisinal Indonesia: BRATA

Image from Ramdisa Agasi Twitter

Para penyuka genre kriminal, bulan ini sedang mengalami euforia karena serial orisinal yang diluncurkan HOOQ dan MaxStream, berjudul BRATA. Awalnya, saya yang mengikuti sosial media HOOQ, malah kurang tahu kabar serial ini. Kabar BRATA, justru saya dapatkan dari kawan-kawan di Detectives ID.

Brata diperankan oleh Oka Antara, lalu Laura Basuki sebagai Dr. Vera. Brata digambarkan sebagai seorang polisi muda yang punya masalah utang pada rentenir kondang bernama Juragan. Sampai akhir cerita, saya tidak tahu nama asli Juragan dan hanya tahu bahwa ia diperankan oleh Otig Pakis.

Serial BRATA tayang setiap Jum’at, sebanyak enam episode. Sungguh penantian akhir minggu yang memuaskan, karena BRATA berhasil menyapu perhatian dari penatnya pekerjaan. Serial segar ini digarap ES Ito sebagai penulis naskah. Tahu ES Ito kan? Beliau adalah penulis novel thriller berjudul Negara Kelima dan Rahasia Meede. Beliau juga adalah salah satu penulis skenario Republik Twitter, di mana Laura Basuki juga main sebagai peran utama.

Episode pertama BRATA langsung membuat saya menebak-nebak pembunuh cepot. Benar-benar tidak seperti serial Indonesia lain yang masih berkutat seputar cinta-sosialita. Awal episode dibuka dengan Brata dan timnya yang sedang menyelesaikan kasus penculikan keponakan politisi bernama Arifin (Yayu Unru).

Di awal episode, kita tidak akan menemukan aksi dengan plot lambat atau penuh reasoning yang menye-menye. Kita akan langsung menghadapi sosok Brata yang beraksi dengan brutalnya. Usut punya usut, rupanya kelakuan Brata begitu memang sudah kebiasaan. Setelah dia menyelesaikan kasus, dia mendapat surat peringatan ke sekian kali atas aksi kerasnya. Selain itu, latar belakang tokoh Brata juga mengungkap kebiasaannya.

Hal yang saya sangat sukai dari serial ini adalah, semua adegan digambarkan dengan tidak main-main. Semua tokoh memaki dan mengumpati para kriminal dengan totalitas khas polisi Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan). Tone serial ini juga cenderung mendekati genre noir. Walau ada sedikit bumbu romantisme, hal itu tidak membuat sang tokoh utama lemah.

Oka Antara memainkan tokoh Brata dengan sangat baik. Umpatan, hujan tembakan, dan jenazah busuk tanpa sensor akan Anda temukan di sepanjang serial. Tokoh Bisma Kurnia (SMASH) juga pas memerankan Teja.  Tambahan lagi pemeran pendukung yang porsi beraktingnya pas, sehingga membuat cerita jadi lebih menarik.

Sayangnya, serial ini hanya ada enam episode. Untuk lama tayangnya sendiri, standar seperti serial-serial kriminal Amerika, hanya sekitar 40 sampai 50 menit. Walau begitu, totalitas tim produksi serial BRATA sangat kentara. Adanya prototype jenazah yang seperti nyata, adegan pukul-pukulan yang juga dieksekusi dengan baik, serta dialog para tokohnya yang khas bawah tanah.

Serial ini bisa menjadi pilihan alternatif Anda jika ingin terlepas dari banyaknya sinetron menye-menye dan sinetron religi yang menyebalkan. Hehe. Hanya saja, tentu serial ini hanya dapat ditonton melalui aplikasi HOOQ atau MaxStream. Menurut saya sangat layak dengan harga langganan HOOQ, terlebih lagi Anda juga bisa menonton film dan serial lain yang menarik dengan berlangganan.

Lebih baik membayar untuk tontonan bagus, daripada menonton isi televisi yang tidak jelas atau daripada membajak. Bagi yang butuh pertimbangan sebelum berlangganan HOOQ, saya kasih juga deh, trailer Brata ini!

Akhir kata, saya sudahi ulasan singkat ini dan selamat menonton!

Scroll Up