Mindhunter Netflix: Semua Pembunuh Berantai, dari Ed Kemper Hingga BTK

Informasi:
Artikel ini adalah bagian dari riset universe thriller dan fiksi kriminal, yang sedang saya pelajari melalui serial televisi. Artikel ini merupakan terjemahan dengan berbagai penyesuaian.
Diterjemahkan oleh: Ayu Welirang
Peringatan:
Artikel ini berisi beberapa adegan pembunuhan maupun adegan yang kurang sedap dibaca, sehingga jika Anda tidak berkenan, saya sarankan tidak membacanya sampai akhir.
 
***
Serial Mindhunter dari Netflix, secara umum diadaptasi dari buku non fiksi berjudul sama oleh John Douglas, seorang mantan agen FBI, dan Mark Olshaker, seorang penulis dan pembuat film. Saat masih menjabat agen FBI, Douglas memelopori ide profiling pelaku kriminal—dengan memposisikan diri dan berpikir seperti predator. Beliau adalah orang yang pertama mendapatkan profil psikologis Unabomber—bernama asli Ted Kaczynski, seorang ahli matematika Amerika dan teroris domestik. Awalnya, FBI agak hati-hati dalam mengaplikasikan metode ini, tetapi metode ini akhirnya diadopsi pada waktu yang tepat. Douglas menganalisis perilaku beberapa pembunuh berantai, seperti Jeffrey Dahmer dan Ted Bundy.

Jika ada yang mengatakan Mindhunter yang diproduksi oleh David Fincher ini memang mirip Silence of the Lambs, hal ini semata-mata karena Douglas adalah inspirasi nyata untuk agen khusus FBI fiktif yang bernama Jack Crawford (diperankan oleh Scott Glenn pada film Silence of the Lambs). Jack Crawford sendiri adalah tokoh protagonis dalam novel Hannibal Lecter. Di serial Mindhunter, Holden Ford—karakter yang berasal dari kehidupan Douglas, diperankan oleh Jonathan Groff. Dia dan partnernya, Bill Tench (Holt McCallany), mewawancara dan melakukan diskusi dengan beberapa pembunuh, termasuk orang-orang yang ada pada daftar di bawah ini.

Edmund Kemper, alias “The Co-Ed Killer”

Mindhunter: Ed Kemper (diperankan oleh Cameron Britton) adalah responden pertama Ford dan Tench. Mereka memusatkan investigasi pada perasaan Ed atas penghinaan yang dilakukan oleh ibunya—suatu hubungan yang penuh ketegangan sehingga menjadi alasan umum pembunuh berantai. Ford terpengaruh oleh pembawaan tenang Ed Kemper dalam mendeskripsikan pembunuhannya, yang pada akhir serial season 1 ini menjadi kesalahan yang membentuk momen mengerikan. 

Kemper diperankan Cameron Britton (kiri) dan Kemper asli (kanan) [Sumber: Daily Express]

Kenyataan: Kemper adalah warga California asli yang membunuh kakek-neneknya sebelum menculik dan membunuh lima mahasiswa, satu siswa SMA, ibunya, dan teman baik ibunya. Dia memenggal mereka setelah tewas dan melakukan irrumatio—atau penetrasi oral yang dipaksakan—dengan penggalan kepala korbannya. Dia juga menyusun potongan tangan korban wanita, yang disebut oleh polisi sebagai “macabre jigsaw puzzle“, seperti teka-teki susun gambar yang sungguh tak enak dipandang mata. Sidang pembebasan bersyarat Kemper terjadi di tahun 2017 ini, namun ia melepaskan hak itu untuk dipertimbangkan, seperti yang sudah ia lakukan berulang kali sejak tahun 1985.

Monte Ralph Rissell

Mindhunter: Rissell setuju untuk membiarkan Ford dan Tench mewawancarai dirinya, walau ia agak terganggu dan gelisah dengan proses interogasi tersebut. Dia juga menyalahkan tindak kriminalnya pada ibunya dan bersikeras bahwa jika saja ibunya mengizinkan dia untuk tinggal bersama ayahnya, dia tentu tidak akan memerkosa dan membunuh siapapun. Secara tak sadar, Rissell telah membantu Ford dan Tench untuk mengembangkan profil pembunuh berantai dengan indikasi kekerasan seksual, ketika ia mengakui bahwa korban pertamanya membuat ia marah karena menyerah pada kepentingan seksual Rissell. Bagi sosiopat seperti Rissell, para agen FBI ini sadar bahwa wanita yang mengekspresikan ketertarikan seksual bisa dipersepsikan sebagai ancaman atau pemicu bagi perilaku membunuh Rissell.

Monte Ralph Rissell, diperankan oleh Sam Strike dalam Mindhunter [Sumber: Newsweek]

Kenyataan: Rissell adalah salah satu pembunuh berantai yang kurang dikenal, walau disebut-sebut dalam buku Douglas dan Olshaker. Dia lebih dikenal sebagai pemerkosa yang masih sangat muda dan memulai kejahatan berantainya pada umur 14. Rissell telah memerkosa 12 wanita dan membunuh lima dari mereka sebelum ia ditangkap pada usia 19. Tahun 1977, Rissell dijatuhi empat kali hukuman seumur hidup berturut-turut; dan pertama kali mendapat pembebasan bersyarat tahun 1995. Pada era 70-an, kasus Rissell menjadi instrumen contoh dalam mendeskripsikan pelaku yang berturut-turut melakukan tindak kriminal (serial offenders).

Jerry Brudos, alias “The Shoe Fetish Slayer”

Mindhunter: Detektif-detektif FBI mulai mengembangkan strategi “sepatu” ketika bekerjasama dengan Brudos. Strategi ini adalah teknik yang membuat mereka bisa mendapatkan pengakuan dari Darrel “Gene” Devier di episode selanjutnya. Brudos menyerang dan mengejek detektif dengan tidak menawarkan maaf atas tindak kriminalnya; bahkan ia juga melakukan hal tidak senonoh di hadapan para detektif.

Jerry Brudos asli (kiri) dan Jerry Brudos yang diperankan Happy Anderson (kanan) [Sumber: Newsweek]

Kenyataan: Brudos menjadi pembicaraan di mana-mana, bahkan di headline koran ketika ditangkap atas penculikan dan pembunuhan empat wanita muda, sambil memakai pakaian wanita itu. Dalam Mindhunter, sempat terjadi perdebatan singkat bahwa perilaku cross-dressing Brudos tidak ada sangkut-pautnya dengan sifat sosiopat dan tindakan kriminalnya, tetapi headline saat itu menyebutkan Brudo sebagai “sicko” dan memanggilnya “Pembunuh Fetish”. Brudo meninggal di penjara karena kanker pada tahun 2006.

Richard Speck

Mindhunter: Ford bertindak terlalu jauh ketika mewawancara Speck, dengan menghasut dan memakai bahasa seksis untuk membuat Speck bicara. Saat Speck sadar bahwa ia dipermainkan, ia langsung membunuh burung yang telah ia beri makan lewat tangannya yang terjulur ke jeruji penjara, dan ia juga melayangkan protes terhadap Ford. Speck juga tidak menunjukkan penyesalan atas kejahatannya, dan ia memberitahu detektif bahwa ia memerkosa dan membunuh beberapa gadis hanya karena “mereka sedang sial saja”.

Speck diperankan oleh Jack Erdie (kiri) dan yang asli (kanan) [Sumber: Newsweek]

Kenyataan: Tahun 1966, Speck memukuli dan menyiksa 8 siswi sekolah kesehatan yang tinggal di bagian selatan Chicago. Speck membunuh semuanya kecuali satu, Corazon Amurao. Gadis ini membuka pintu apartemen seketika, lalu melarikan dari dan memberitahu polisi, sehingga Speck dapat tertangkap. Speck saat itu ditangkap karena tato bertuliskan “Born to Raise Hell” di lengannya yang sempat diidentifikasi oleh Corazon. Dalam serial Mindhunter, misteri tentang tato ini baru terurai ketika Ford bertanya mengenai tato itu, dan memberitahu partnernya, Tench, bahwa tato milik Speck memang terkenal.

Tahu 1991, Speck meninggal karena sakit jantung ketika masih di penjara.

Darrel Gene Devier

Mindhunter: Devier menjadi kelinci percobaan bagi Ford dan Tench dalam taktik interogasi terbaru mereka, yang dikembangkan ketika keduanya bekerjasama dengan Brudos di penjara. Dalam kasus Devier, Ford kembali memakai bahasa seksis dalam mendeskripsikan korban-korban Devier, sampai Devier mengaku kalau ia telah membunuh anak usia 12 tahun.

Devier (kiri) diperankan oleh Adam Zastrow (kanan) [Sumber: Newsweek]

Kenyataan: Devier bukanlah pembunuh berantai dan ia ditangkap tahun 1979 atas dakwaan penculikan, pemerkosaan dan menggebuk bocah 12 tahun dengan batu besar hingga tewas. Ketika Devier ditangkap, Georgia tidak memberlakukan hukuman mati. Tapi, tahun 1983, negara bagian Amerika tersebut mencoba untuk memberlakukan kembali hukuman mati. Devier dieksekusi mati pada tahun 1995.

Dennis Raider, alias BTK

Mindhunter: Di serial ini, Raider muncul di menit-menit pertama pada tiga episode awal. Kita mungkin akan bertanya-tanya, siapakah tokoh berkumis ini? Di sinilah sebenarnya perilaku aneh Raider dimulai, sebelum ia menjadi pembunuh berantai terkenal Amerika sepanjang sejarah. Namanya belum disebutkan secara lengkap dan hanya muncul sesekali, ketika belajar menyimpul tali, mengekspresikan kemarahan sendirian di apartemen, dan membakar gambar-gambar wanita yang telah diikat. Di akhir season 1, Ford dan Tench belum mendengar tentang BTK.

Dennis Rader (kiri) dan saat muda diperankan oleh Sonny Valicenti (kanan) [Sumber: PopSugar]

Kenyataan: BTK adalah singkatan dari “Bind, Torture, Kill”, tulisan yang Raider tinggalkan setelah membunuh korban. Raider adalah seorang veteran angkatan udara AU, pemimpin pasukan Pramuka dan mendapat gelar sarjana dalam bidang Administrasi Hukum. Semua itu adalah kehidupannya sebelum mulai membunuh. Raider telah membunuh delapan wanita dan dua lelaki di Kansas, mengikat mereka dengan kantong plastik, tali, sabuk bahkan stocking berbahan nilon. Dia ditangkap setelah Douglas—detektif yang asli dalam kisah ini—mengembangkan teorinya terkait psikologi kriminal. Raider menulis puisi untuk para korbannya dan memakai pakain wanita untuk mengambil foto dirinya sendiri—seolah-olah ia adalah para korban itu. Raider mendapat hukuman seumur hidup sebanyak sepuluh kali berturut-turut di Kansas.

Charles Manson

Tokoh Manson tidak diceritakan secara penuh, namun hanya sering disebut dan dimunculkan fotonya. Manson mungkin adalah pembunuh yang paling terkenal sekaligus mantan pemimpin organisasi pemujaan di sejarah Amerika. Manson didakwa dengan pembunuhan dan konspirasi yang dilakukan juga oleh “the Manson Family”, sebutan untuk pengikutnya. Dalam serial Mindhunter, Manson diceritakan telah ditangkap dan beberapa kali disebutkan oleh Ford dan Tench di episode awal.

Sidang awal Charles Manson yang diabadikan The Los Angeles Times [Sumber: Newsweek]

David Berkowitz, alias “the Son of Sam

Seperti halnya Manson, Berkowitz digambarkan telah ditangkap dan hanya diceritakan sebagai latar belakang di serial Mindhunter. Tench dan beberapa detektif lain, saat itu mengomentari fakta bahwa Berkowitz menyalahkan tindakan kriminalnya pada anjing tetangganya, yang dia percayai telah dirasuki iblis. Saat Berkowitz ditangkap, kegiatan profiling kriminal belum sepenuhnya dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang seperti Berkowitz, yang memiliki kebiasaan membunuh, dan menikmati kekerasan dan sensasi dalam melakukan pembunuhan.

Foto David Berkowitz oleh The New York Times tahun ’77 [Sumber: Newsweek]

Kejahatan Berkowitz, membunuh enam orang dengan senjata api dan melukai tujuh lainnya di New York, memberinya ketenaran. Namanya muncul beberapa kali di surat kabar nasional selama setahun. Faktanya, budaya Amerika saat itu tidak lagi bisa diperbaiki melalui hukum yang disebut “Son of Sam”, yang menyebutkan bahwa tidak satu kriminal pun yang bisa mendapat keuntungan dari ketenaran karena melakukan tindak kriminal. Pada tahun 1987, Berkowitz memberitahu media bahwa ia telah masuk ke Kristen Evangelis. Berkowitz meminta pembebasan bersyarat pada tahun 2016, dan diberitahu bahwa ia sepertinya tidak akan pernah bisa keluar dari penjara.

Selain nama-nama di atas, ada sejumlah nama lain yang disebut dalam serial Mindhunter, seperti Vaughn Greenwood (the Skidrow Slasher), Herbert Mullin, Posteal Laskey Jr (the Cincinatti Strangler), dan Gerard John Schaefer.

Mindhunter season 1 sudah tersedia di Netflix dan sedang diproses untuk masuk season 2. Jadi, bagi pembaca yang ingin tahu serial ini dan tentang awal pembentukan profiler FBI, silakan menontonnya.

Hi! My name is Ayu. I'm a fiction writer based in Tangsel x Bandung, Indonesia. I also work as an IT System Administrator. I wrote posts on several blogs. My daily updates was written at: https://www.ayuwelirang.com.
Posts created 146

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top