Tips Menulis Sinopsis Novel

Setelah naskah novel selesai, teman-teman mungkin ingin mencobanya ke dapur penerbitan. Teman-teman perlu menyiapkan beberapa hal ini sebelum mengirimkan naskah ke penerbit:
  • Biodata lengkap penulis (untuk keperluan administrasi).
  • Profil singkat penulis.
  • Naskah lengkap (ya iya lah, masa naskahnya nggak dikirim?).
  • Sinopsis naskah.
Nah, yang terakhir ini sifatnya wajib, dan harus dibuat sesuai isi naskah dan dibuka dengan kalimat yang membuat editor tertarik. Karena, biasanya editor memilih naskah dimulai dari sinopsisnya dahulu, baru mereka memutuskan untuk membaca keseluruhan naskah. Jadi, kalau sinopsisnya kurang menarik, biasanya naskah akan disisihkan bahkan disingkirkan.
Menulis Sinopsis Novel
Jadi, bagaimana sih langkah-langkah atau cara menulis sinopsis novel?

Sebelum memulainya, mari kita memahami dulu apa itu sinopsis. Dalam fiksi atau novel, sinopsis merupakan ringkasan secara keseluruhan naskah novel Anda yang mendeskripsikan isi novel dari awal hingga akhir. Jalan cerita juga dijelaskan dalam sinopsis, mulai dari pembukaan, konflik, puncak konflik, hingga penyelesaian harus dipaparkan dalam sinopsis.

Perlu diingat bahwa sinopsis berbeda dengan blurbs atau uraian yang ada di bagian sampul belakang novel. Blurbs biasanya berisi rangkaian kalimat yang membuat calon pembaca penasaran, sedangkan sinopsis harus dibuat apa adanya, sejelas-jelasnya, tanpa ada pertanyaan-pertanyaan seperti 'Akankah Republik Imperanesia berperang kembali dengan sub Republik yang ingin memecahkan diri?'

Untuk membuat sinopsis novel, berikut ini beberapa langkah yang bisa teman-teman coba agar mendapatkan gambaran tentang bagaimana membuat sinopsis yang menarik.

1. Pembukaan Sinopsis yang Menarik

Awal sinopsis bisa menjadi penentu apakah editor mau membaca naskah Anda selanjutnya atau tidak. Sama seperti ketika kita membuat naskah novel, pembuka novel merupakan penentu lanjut tidaknya pembaca novel kita.  Awal sinopsis ini bisa menjadi umpan yang menarik pembaca novel. Beberapa hal ini bisa dicoba saat membuat pembukaan sinopsis, yaitu:
  • Buka sinopsis dengan menceritakan suasana atau latar novel.
  • Buat gambaran yang kuat dalam dua sampai empat kalimat mengenai latar novel ini, untuk memberi gambaran ide yang jelas pada calon editor novel tentang kondisi-kondisi yang nantinya akan membentuk karakter novel.
  • Walau sinopsis dibuka dengan menarik, bahasa yang digunakan harus tetap mudah dipahami.

2. Rangkum Seluruh Alur Cerita

Sinopsis harus memuat kejadian yang ada dalam novel secara lengkap, mulai dari pembukaan, perkenalan tokoh, percikan konflik atau awal konflik, puncak konflik, konflik yang mereda, bahkan hingga penyelesaian dan bagaimana tokoh-tokoh berubah secara emosional maupun secara fisik. Untuk mendeskripsikan kejadian tersebut, berikut ini beberapa langkah singkat agar memudahkan Anda dalam membuat sinopsis.
  • Buat paragraf-paragraf dalam sinopsis mewakili bab dalam novel. Misalnya, ada 20 bab dalam novel, maka rangkum inti masing-masing bab ke dalam paragraf sinopsis secara singkat namun jelas.
  • Uraikan sinopsis sesuai alur. Jika alur cerita memang mundur, maka deskripsikan sesuai alur tersebut. Jika alur maju, deskripsikan sesuai dengan alur maju tersebut.
  • Buat inti masing-masing bab yang diceritakan dalam sinopsis sesingkat mungkin dan tak perlu bertele-tele atau menambah-nambah uraian yang malah tidak ada dalam novel.

3. Ceritakan Tokoh

Selain alur, tokoh yang ada di dalam novel Anda juga perlu diceritakan. Deskripsi karakter ini meliputi usia, sifat, kondisi fisik, pekerjaan, dan posisinya dalam novel. Anda bisa juga menggambarkan tokoh ini dalam alur yang Anda gambarkan pada langkah nomor dua, agar bisa memperlihatkan apa yang terjadi pada tokoh dan bagaimana proporsi tokoh dalam mengubah plot novel. Selain itu, perlu digambarkan pula tokoh protagonis maupun antagonis yang ada dalam novel dan merupakan tokoh utama. Untuk tokoh cameo yang tidak terlalu signifikan sebagai penggerak plot, bisa dideskripsikan dalam kalimat-kalimat singkat saja.

4. Hindari Membuat Pertanyaan

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel ini, sinopsis harus dituliskan sejelas mungkin. Usahakan untuk menghilangkan unsur-unsur pertanyaan yang membuat pembaca penasaran, karena hal itu malah akan merusak sinopsis kalian. Dalam sinopsis, semua cerita, baik yang akan muncul sebagai plot twist atau ending cliff hanger, harus dituliskan sesuai dengan naskah novel. Sinopsis adalah pencitraan awal novel Anda, sehingga apa yang disampaikan pada sinopsis harus sejalan dengan isi novel. Tidak boleh ada unsur atau alur penting yang disembunyikan dalam sinopsis. Namun, usahakan tidak perlu menambah keterangan yang tidak perlu di dalam sinopsis. Jika ada beberapa plot yang bukan merupakan penggerak plot utama, maka tidak perlu dituliskan juga tidak apa-apa. Atau keterangan kecil bisa diwakilkan dengan satu kalimat saja.

Nah, mungkin inilah beberapa langkah membuat sinopsis yang biasanya saya praktikkan. Lebih mudahnya, saya biasanya menuliskan inti cerita dalam sinopsis novel dengan mengambil inti tiap bab dalam novel. Jadi, dalam setiap bab novel saya kan biasanya memuat inti cerita dan alurnya, maka itulah yang saya tuliskan dalam sinopsis.

Jika ada yang masih bingung atau penasaran dengan contoh sinopsis dari beberapa novel saya yang sudah pernah terbit, silakan kirim komentar Anda di bawah ini dan saya akan coba balas sesegera mungkin.

Selamat menulis!

You Might Also Like

2 comments

  1. Halow mbak Ayu, kasih contoh 4 paragraf awal (yang menggoda) dong ...

    ReplyDelete