Tips Sesat 9: Menulis Interaksi Non Verbal dan Emosi Karakter

Dalam novel, ada satu hal yang harus disertakan, yaitu komunikasi non verbal sebagai bentuk penegasan dari komunikasi verbal. Kadang, hal ini memang lebih mudah dikatakan daripada ditulis langsung ke dalam naskah novel kita. Jadi, saya mencari beberapa contekan, alias cheat sheet yang saya temukan di internet, dan merangkumnya ke dalam contekan sederhana yang semoga saja mudah dipahami.

Karakter dalam novel memang seharusnya dibuat seperti benar-benar nyata, walau sebenarnya karakter tersebut adalah karakter fiksi. Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di tips menulis 'sesat' beberapa minggu lalu, karakter yang baik adalah karakter yang dekat dengan kehidupan kita. Dia bisa marah, bisa bahagia, bisa sedih, dan bisa terkejut juga. Nah, ada juga karakter yang memiliki emosi campuran, misalnya dia sedih dan terkejut, sedangkan salah satu karakter yang lain sedang bahagia sambil menangis. Hal ini agak sulit dituangkan ke dalam tulisan. Oleh karena itu, silakan melihat ke cheat sheet berikut untuk memahami cara membuat kombinasi non verbal dan emosi karakter.

Tips Menulis Bahasa Tubuh

  • Gunakan bahasa tubuh untuk menambah penegasan dan kedalaman pada dialog.
  • Gunakan bahasa tubuh karena sebagian besar komunikasi kita adalah non-verbal.
  • Tuliskan bahasa tubuh untuk menunjukkan emosi karakter.
  • Gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan suasana atau latar novel daripada menuliskannya ke dalam narasi panjang yang membosankan.
  • Tetap perhatikan bahwa penambahan bahasa tubuh dalam novel juga tidak boleh berlebihan, karena akan membuat plot melambat.
Menerjemahkan Emosi Menjadi Bahasa Tubuh

Berikut ini saya buat infografik yang berisi kombinasi antara emosi dan contoh bahasa tubuh yang mewakili emosi tersebut. Selamat mencoba! (Klik gambar untuk zoom)





 

You Might Also Like

0 comments