March 2017

Sunday, March 12, 2017

Review Vendor Wedding: Nesnumoto Wedding Photographer Bandung


Dari sekian banyak persiapan nikah kemarin, yang paling memusingkan adalah mencari wedding photographer yang HANDAL dan hasilnya kece. Kenapa? Karena dari acara satu hari itu, yang nanti akan diingat sepanjang masa mungkin cuma memori di pikiran dan yang ada dalam foto. *tsah

Mulailah saya mencari vendor dengan coverage area Bandung dan sekitarnya. Stalk di Instagram sih banyak banget vendor wedding photographer ini dan hasilnya juga bagus-bagus, dengan selera tone yang berbeda-beda. Ada yang dark, ada yang cerah ceria, ada yang kesannya kayak fantasi gitu semacam Alice in Wonderland, ada yang lebih menguatkan sisi fotografi pre wedding, dan lain sebagainya. Tapi, sebenarnya dari sekian banyak vendor itu, yang paling saya cari ialah yang menangkap momen secara efisien. Apa itu efisien? Efisien adalah input kecil dengan output besar. :)) *yeee nggak mau rugi*
Setelah berkeliling dan secara tak tahu malu, meninggalkan komentar "email pricelist dong kak" di banyak akun IG, akhirnya saya pun menimbang beberapa vendor yang cocok dengan budget kami. Dan setelah diperkecil lagi, pilihan pun jatuh pada Nesnumoto.

Why Nesnumoto?
Jadi begini ceritanya. Waktu itu sebenarnya saya sudah ada pilihan vendor dan keukeuh ingin pakai dia untuk acara pernikahan saya, tapi ternyata saya dan suami terlambat booking. Waktu itu sudah masuk bulan Desember dan di mana setiap rintisan usaha gitu kan akhir tahun sudah mau tutup buku, jadi vendor ini pun sudah mau tutup buku dan ganti budget baru. Pas saya tanya jadi berapa harganya, ternyata naiknya jauh banget, di luar budget kami. Akhirnya kami bongkar lagi catatan perbandingan vendor-vendor berikut penawaran layanan mereka. Lalu, kami cari yang harganya sesuai budget dengan pelayanan maksimal. *tetep ogah rugi*

Nah, dari pengalaman kami, ada sedikit tips nih:

- Penting lho membuat resume mengenai para vendor, jadi kita bisa tahu harus membayar berapa dan dapat layanan apa saja.
- Setelah fix memilih, lebih baik langsung book tanggalnya supaya harga nggak keburu naik ke harga tahun berikutnya.
- Jadi, contohnya mau menikah tahun 2017, maka sebisa mungkin segala hal sudah kalian book pada tahun 2016 supaya masih harga 2016. Ini untuk menghindari kasus tutup buku dan berubah harga yang jauh.

Well, karena dari catatan perbandingan yang sudah dibuat ternyata Nesnumoto ini paling cocok, akhirnya saya hubungi CP mereka dan dibantu oleh Teh Lita.

Poin plus:

- Teh Lita dari Nesnumoto ini sangat fast respond dan ramah. Saya juga jadi lebih enak buat tanya-tanya. Nggak kayak vendor sebelumnya yang gagal itu, agak galak jawabnya. :))
- Pricelist Nesnumoto disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, jadi ada paket-paketnya dan bisa dikurangi hal yang tidak ada di pernikahan. Misal, nggak ada acara siraman, hal itu bisa dikurangi.
- Pembayaran bisa beberapa kali dengan catatan untuk down payment itu 20% dari harga paket.
- Yang paling penting, pada saat acara, kru Nesnumoto sigap dan inisiatif banget. Malah ada yang sampe lari-lari kesana kemari waktu saya jalan di aisle runner menuju Babang suami. :)) Hasilnya dari lari-lari si kru ini ternyata berubah keren.
- Sepanjang acara, kru Nesnumoto stand by terus. Saya malah nggak tega, jadi mikirin apa para kru Nesnu sempat makan siang? :(
- Pasca acara, Teh Lita yang saya hubungi dari awal untuk book dan lain-lain langsung follow up tentang hasil fotonya (format non editing) untuk dikirim ke alamat saya.
- Lalu, dengan sigap foto-foto yang akan dicetak langsung dipilihkan oleh Nesnu dan dikirim ke email. Kalau ada revisi dari hasil proof, saya tinggal kasih tahu lagi mau direvisi sama foto yang mana.
- Kurang lebih hasil cetak 2.5 bulan dari acara dan bisa lebih cepat tergantung situasi dan kondisi gitu.
- Dan terakhir, ternyata salah satu kru kebetulan malah menjelma jadi saudara jauh suami. Akhirnya setelah acara malah jadi ngobrol-ngobrol sedikit deh. Hmm, what a cool coincidence. :))

Nah, buat yang penasaran sama hasil foto Nesnu, coba stalking IG mereka di @nesnumoto, atau bisa lihat hasil jepretan mereka di bawah ini.

Image from Nesnu Instagram

Image from Nesnu Instagram

Image from Nesnu Instagram
Captured by Nesnumoto
Captured by Nesnumoto
Captured by Nesnumoto
Selamat memilih vendor dokumentasi pernikahan kalian ya! Oh ya, next post mungkin saya akan buat top 3 atau top 5 vendor-vendor wedding yang pernah saya buat catatan kakinya. Jadi, stay tune terus di blog saya dan jangan lupa subscribe feed ya. :p

Tuesday, March 7, 2017

Review Vendor Wedding: Resep Bunda Catering Bandung


Salah satu elemen yang utama di dalam acara pernikahan adalah catering. Untuk pemilihan catering ini memang harus jeli, karena harga catering di Bandung dan Cimahi sangat bersaing. Kita bisa saja bingung memilih karena terlalu banyak survey dan lain sebagainya. Makanya, waktu itu saya mengerucutkan pilihan catering ke tiga opsi saja, plus satu untuk cadangan.

Opsi lain yang ada di daftar pilihan saya sebenarnya sudah menyediakan kontak di brosur mereka, tapi responnya agak lambat. Selain itu, karena acara pernikahan kami yang mengalami perubahan tanggal seperti cerita saya di sini, saya jadi nggak sempat lagi untuk test food dan keliling. Karena itu, akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke Resep Bunda Catering yang sejak awal sudah saya dan suami lirik karena melihat wedding teman yang memakai vendor ini. Selain itu, Resep Bunda Catering sudah memunculkan daftar harga paket wedding di website mereka. Ini keren sebenarnya. Notabene catering di Bandung memang punya website, tapi untuk harga tidak dicantumkan alias kita harus menghubungi lagi customer service. Nah, buat apa dong punya website?
 
Area Prasmanan Resep Bunda
Tamu undangan saya dan suami itu sebenarnya sedikit. Yang banyak memang di tamu orangtua kami. Undangan sekitar 350 orang, dikalikan dua menjadi 700 pax. Setelah search di website Resep Bunda Catering, pilihan pax yang ada hanya 500, 750, dan 1000 pax. Kalau dibandingkan dengan harga catering lain yang pasang harga per porsi baru dikalikan pax, akhirnya saya pilih saja paket Resep Bunda yang 750 pax. Saat itu, saya memilih Paket Andromeda (non dekorasi) untuk 750 pax. Sesuai yang ditawarkan oleh Resep Bunda, harga paket tersebut Rp 32.250.000, sudah termasuk 3 stall, 3 desert, dan sarapan.

Paket Andromeda terdiri dari buffet, berupa nasi, aneka daging standar, aneka ayam / ikan standar, aneka sop, aneka cah, air mineral, dan kerupuk. Untuk stall ada 3, desert 3, dan sarapan. Pilihan buffet, stall, dessert, dan sarapan sudah tercantum di dalam situs Resep Bunda Catering.

Dari pilihannya, saya pun mengambil menu-menu berikut ini:
  • Buffet: Nasi, Daging Kari, Ayam Suwir, Cah Brokoli Tofu, Macaroni Schotel.
  • Stall: Sate Ayam + Lontong, Baso Tahu, Chicken Cream Soup + Garlic Bread
  • Dessert: Buah Potong, Puding Fla, Es Goyobod
  • Sarapan: Lontong Kari, Teh, Kopi (plus Gula)

Nah, nilai plusnya, customer service Resep Bunda aktif melakukan follow up ke pelanggannya. Contoh unik dan keren ada di beberapa minggu sebelum hari pernikahan saya. Waktu itu saya dilayani oleh Teh Lela, salah satu CS Resep Bunda Catering. Asalnya, saya memilih Cream Soup untuk di buffet. Tapi, Teh Lela memberitahukan kalau menurut saran owner, cream soup sebaiknya diganti dengan macaroni schotel saja jika masih ingin ada makanan bernuansa pasta. Waktu saya tanya kenapa? Ternyata alasannya karena memang untuk sup ini tidak disediakan mangkuk lagi, jadi kalau memakai piring dari buffet, dikhawatirkan akan tumpah. Enaknya Resep Bunda memang seperti ini, CSnya aktif dan fast respon. Mungkin karena Resep Bunda Catering itu memang sudah ahli di bidang catering berbagai acara dan ada konsultan gizi dan makanannya juga. Jadi, Resep Bunda sudah tahu apa yang terbaik untuk pelanggan.

Area Stall dan Dessert

Untuk catering ini juga sudah termasuk dekorasi prasmanan dan gubukan. Untuk pilihan warna bisa disesuaikan dengan tema yang diinginkan. Waktu itu, saya pilih warna biru sesuai dengan warna konsep utama di acara pernikahan saya.

Stall Sate Ayam Resep Bunda Catering

Selain itu, pasca wedding, pihak Resep Bunda juga membantu untuk membungkus makanan yang berlebih. Biasanya kan yang ditakuti oleh para pengantin itu kalau makanan kurang. Tapi, Alhamdulillah sama Resep Bunda Catering, semuanya sudah diatur. Saya dan suami jadi cuma tinggal fokus saja pasang senyum di pelaminan.

Jadi, buat teman-teman yang berencana untuk menikah di tahun 2017 ini, lebih baik book sekarang saja di Resep Bunda Catering. Atau bisa menghubungi CS-nya dulu untuk tanya-tanya, bisa ke link berikut untuk kontaknya.

Buat yang butuh catering acara lainnya juga bisa lho ke Resep Bunda. Sudah ada paket-paketnya jadi lebih mudah memilih. Nah, selamat memilih catering ya bride-to-be!

Rating Vendor: 5/5

Monday, March 6, 2017

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung


Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan vendornya sendiri, kami tidak ambil pusing untuk survey sana-sini, karena beberapa kami cek melalui online--dengan mengambil referensi dari teman-teman yang pernah memakai vendor tersebut dan juga dibantu orang tua. Untuk acara ini, kami memakai patokan budget wedding Bandung yang kami buat hemat sekali. Mengingat acara yang dadakan, dan rasanya kok sayang menghabiskan uang sekian puluh sampai ratus juta hanya untuk menikah dalam satu hari. Ya begitulah, kami pasangan hemat. :))

Kami mematok biaya di bawah 100juta untuk acara resepsi. Setelah mematok ini, kami pun menulis daftar prioritas yang harus ada dan yang boleh dihilangkan dari acara kami. Di bawah ini adalah daftar prioritas yang kami buat untuk acara pernikahan di daerah Bandung (Cimahi termasuk Bandung juga kok). Dan prioritas ini adalah hal-hal yang diurus setelah beres mengurus administrasi KUA dan budgeting mahar.

1. Venue atau Tempat Acara

Untuk tempat acara, tentukan dulu apakah mau di rumah, di gedung, atau di lokasi outdoor. Saya sendiri memilih di lokasi outdoor, karena rumah saya kecil dan airnya juga lama (maklum torrent rusak). Jadi, kalau akan cuci-cuci alat makan catering, pasti repot. Nah, lalu kenapa outdoor? Baiklah. Saya sebenarnya ingin wedding ala pinterest gitu, tapi yang on budget. Jadilah, menyesuaikan dengan biaya saya dan suami, saya tetap akan buat acara outdoor di Cimahi atau Bandung, tapi tetap hemat. Sedangkan, kenapa saya nggak memutuskan pakai gedung? Hmmm, soalnya gedung di Bandung dan Cimahi udah nggak make sense harganya.

Jadi, untuk venue outdoor ini, saya pilih Villa Lazuardi Cisarua Bandung Barat. Lokasinya masih agak di bawah, belum ke Lembang banget, meskipun banyak orang menganggap itu Lembang. Padahal, Villa Lazuardi ini ada di Cisarua, masih jauh dari Lembang. Nah, alasannya pilih Lazuardi, karena harga sewanya itu untuk 24 jam, sudah plus keamanan dan kebersihan selama acara, termasuk listrik 3500 watt, dan kursi rotan lucu sebanyak 150 buah. Ini benefit tersendiri, karena dengan dapat kursi itu, saya jadi menghemat biaya pernikahan Bandung deh, nggak harus sewa kursi lagi untuk duduk tamu.

Venue: Villa Lazuardi; Dekorasi: Vanessa Wedding
Harga Lazuardi sendiri, untuk sewa di tahun 2016 dan acara di tahun 2017, waktu itu saya kena 7.5juta, sudah satu area villa sampai parkiran bawah. Di sana juga sudah bisa tidur di villa dari malamnya, karena sewa berlaku 24 jam. Jadi, pagi-pagi nggak rusuh deh harus berangkat dari rumah ke tempat acara.

2. Catering Wedding
Sekali lagi, saya orangnya (sok) sibuk dan malas tanya-tanya gitu. Jadi, ketika mencari catering wedding di Bandung dan Cimahi, saya memanfaatkan mesin pencari dan informasi dari teman dekat. Kebetulan, teman saya ada yang menikah di Villa Lazuardi juga, dan pas saya lihat catering-nya, kok kayaknya oke. Setelah itu, saya stalking aja informasi catering itu dan ternyata dia memasang informasi harganya di website. Ini memudahkan banget, karena saya yang notabene anaknya malas bertanya, jadi tinggal kontak customer service-nya deh. Memang sih, catering ini yang paling banyak memakan biaya, jadi kita harus pintar-pintar untuk menghitungnya. Pertama, kita hitung dulu estimasi tamu undangan, lalu kalikan dua. Saya memakai catering Resep Bunda, dan kebetulan mereka menyediakan paket. Misal, paket 500 undangan, 750 undangan, 1000 undangan dan paket plus dekorasi. Paket wedding juga beragam, kita bisa memilih sesuai selera kita mau yang berapa stall dan berapa desert. Nah, untuk informasi harga, bisa langsung mampir ke situsnya di sini: http://resepbundacatering.com/catering-pernikahan-di-bandung

Salah Satu Stall Resep Bunda di Wedding Saya

Waktu itu, saya sendiri pesan paket Andromeda untuk 750 pax (saya mengundang sekitar 350 orang), dan Alhamdulillah nggak kurang, malah dikasih bonus juga. Hehe. Terus, sisanya bisa dibawa pulang buat makan beberapa hari setelahnya. Paket Andromeda terdiri dari buffet standar, 3 stall, 3 desert, dan sarapan 10 persen dari total pax.

3. Make Up & Wardrobe
Kenapa make up dan kostum pernikahan ini jadi poin ke-3? Karena ini harus disesuaikan. Apakah mau jahit sendiri, sewa, atau bagaimana? Kasus saya, karena dadakan, akhirnya saya sewa dari vendor make up wedding yang ada di Cimahi. Asalnya saya mau jahit sendiri tapi waktunya mepet. Kebetulan galeri vendornya ada di dekat rumah, jadi waktu saya pulang ke Cimahi, saya sempatkan untuk lihat-lihat ke galeri. Di sana ternyata banyak sekali koleksi bajunya, jadi kita bisa milih sesuai konsep warna yang diinginkan. Yang mau pakai kostum adat daerah tertentu juga boleh. Yang mau make up-nya flawless juga bisa request sama Ibu Nita, pemilik dari Vanessa Wedding ini. Nah, Vanessa Wedding juga menyediakan paket, misal plus dekorasi, plus upacara adat, dan lain-lain.

Buat yang mau minta kontak Vanessa Wedding, just let me know ya. Atau yang mau kepoin IG-nya, bisa ke @vanessaweddingmua. :)

4. Dokumentasi
Dokumentasi ini penting, karena setelah menghabiskan uang sekian dalam sehari, hal yang nanti kalian ingat-ingat ya cuma foto-foto lucu nan keren. Nah, sebenarnya ada beberapa vendor yang menarik hati, tapi karena satu dan lain hal, saya harus skip beberapa. Pilihan akhirnya jatuh pada Nesnumoto, salah satu vendor dokumentasi pernikahan di Bandung. Fotonya lucu-lucu, keren, dan tone-nya ceria. Pas sama venue yang di lapangan villa dan banyak bunga-bunga. Nuansa outdoor yang ceria jadi makin kelihatan. Untuk harga paket yang disediakan juga beragam, tergantung keinginan dan budget teman-teman. Buat kalian yang berminat untuk memakai jasa foto Nesnumoto, bisa langsung kepoin aja instagram-nya di @nesnumoto.

Contoh Jepretan Nesnumoto (Tanpa Edit)

5. Souvenir + Undangan
Untuk kedua hal ini bisa diurus belakangan, karena pembuatannya nggak lama. Nah, paling yang saya akalin itu di sisi undangan. Kalau untuk teman yang dekat banget sih biasanya saya kasih pesan personal plus kiriman e-invitation. Undangan fisik cuma saya bagi ke teman-teman orangtua saya dan suami, karena kan nggak enak kalau ngasihnya e-invitation.

6. Dekorasi
Untuk dekorasi outdoor, katanya sih mahal. Malah, ada yang sampai habis puluhan juta hanya untuk dekorasi outdoor. Tapi, kebetulan untuk vendor dekorasi saya ini satu set dengan paket make up saya di Vanessa Wedding. Terus, saya jelaskan kalau lokasi wedding sudah berwarna, banyak bunga dan lain-lain, jadi untuk dekorasinya bisa yang minimalis aja dengan nuansa putih yang segar. Saya nggak punya ekspektasi muluk-muluk sih dengan dekorasi hemat, tapi kenyataan bicara lain. Ternyata, waktu saya datang di hari Jum'at malam sebelum hari H, dekorasi sudah selesai dan kece juga untuk ukuran outdoor. Sayang, malamnya nggak sempat foto-foto karena agak gerimis. Saya juga udah ngantuk, jadi langsung tidur di villa. Tapi @nesnumoto, vendor dokumentasi sempat memotret beberapa titik area wedding saya waktu pagi. Ini contoh dekorasi Vanessa Wedding. :D

Sekarang, apa saja yang bisa dibuang atau dikeluarkan dari prioritas untuk budget wedding Bandung dan Cimahi? Cek daftarnya di bawah ini.

1. Entertainment
Nuansa outdoor kadang ramai dengan hiruk-pikuk obrolan tamu dan kesibukan mereka foto-foto pemandangan. Jadi, musik atau entertainment ini bisa dibuang. Atau, bisa juga diganti dengan musik yang diputar dari CD atau daftar putar MP3. Selain lagunya bisa pilih sendiri, kalian jadi punya mixtape wedding untuk diri sendiri.

2. Siraman, Upacara Adat, dll
Acara tetek-bengek ini bisa dibuang, apalagi buat kalian yang menikah dengan orang berbeda budaya. Istilah saya sih, cross-culture. Haha. Kebetulan suami saya dari Pasundan alias Padang Susundaan. Jadi, setelah kami rundingkan, kami memutuskan untuk memakai pernikahan yang umum saja atau modern. Tanpa siraman, upacara adat yang lama, malam ini itu, ngunduh mantu, dll. Cukup pernikahan lucu bertema outdoor dengan acara standar lempar bunga dan ketawa-ketawa.

3. Mobil Pengantin
Buat saya, ini nggak begitu penting sih. Lagipula, saya sudah di venue sejak H-1, jadi saya nggak butuh mobil buat ke venue. :))

4. MC
Memang sih, kalau paket MC ini nggak pake WO akan jadi berdiri sendiri. Buat yang MC-nya nggak include, hal ini mungkin nggak terlalu penting. Tapi, kalau yang dapat satu paket, bersyukurlah. Saya kebetulan ambil paket yang ada MC, jadi sepaket dengan Vanessa Wedding tadi. Nah, MC ini buat mengatur jalannya acara. Buat yang susun kepanitiaan sendiri tanpa WO, MC juga bisa ambil dari teman yang public speaking-nya jago. Lumayan kan kalau lebih hemat?

5. Prewedding?
Saya nggak sempat buat mengadakan prewed. Haha. Selain itu, karena memang nggak berniat memajang foto di salah satu area pernikahan, jadi saya nggak pakai prewedding. Waktu pas wedding aja saya susah banget mau senyum, alias kaku difoto, apalagi kalau harus foto prewedding ala-ala gaya tertentu gitu. :))

Nah, jadi teman-teman ada yang berencana untuk menikah di Bandung atau Cimahi? Just let me know kalau butuh list budget pernikahan dan gambaran kasar budget wedding Bandung di bawah 100juta.

Selamat menikah dan berbahagia! :))

P.S. Yang mau tahu budget saya, silakan tinggalkan email di kolom komentar, nanti saya kirimkan hitung-hitungan hemat saya dan suami. :))