Merawat Anak Kucing yang Kehilangan Induknya

Sumber Gambar: Whiskas Indonesia
Awal tahun 2017 ini, adik saya berkabung hebat karena kematian bayi kucing yang baru dirawatnya selama dua bulan. Walau sudah berusia 20 tahun, adik saya tetap bisa bersedih selama berhari-hari karena bayi kucing tersebut telah tiada. Ibu saya yang masih bekerja jadi ikut sedih melihat adik saya yang tidak bisa konsentrasi kuliah karena bayi kucing itu. 

Maka, saat pulang kerja, tiba-tiba ibu saya memberi kejutan. Beliau membawakan bayi kucing baru yang didapatnya dari halaman kantor. Bayi kucing itu ditinggalkan ibunya dan harus dirawat karena kondisi lingkungan kantor yang kurang baik dan kurang ramah bagi bayi kucing. Karena hal itu, berlalulah kesedihan adik saya, dan kami mulai kembali merawat anak kucing, namun kali ini dengan cara yang benar. 

Di keluarga kami memang tidak semuanya pecinta kucing. Hanya saya dan adik yang senang memelihara kucing dan bermain dengan mereka. Ayah saya netral, sedangkan ibu saya agak alergi. Maka, saya patut mengacungkan jempol akan keberanian ibu saya memasukkan anak kucing ke dalam tas kerja, dan membiarkan kepalanya menyembul keluar ketika ibu saya mengendarai motor. Beruntung saja, anak kucing tersebut tidak lompat dari tas ke jalan raya. Anak kucing itu kami beri nama Poppy dan ia seperti senang sekali dibawa pulang ke rumah. 

Hari pertama kami merawat anak kucing, agak sulit rasanya. Ia menolak makanan, karena perutnya belum terbiasa dan pasti akan muntah-muntah atau diare. Maka, kami mencari cara untuk merawat anak kucing dengan baik dan benar, sehingga Poppy, anak kucing di keluarga kami, bisa hidup sehat dan tidak seperti nasib anak kucing sebelumnya yang meninggal. 

Sumber Gambar: Whiskas Indonesia
Kami merawat anak kucing dengan berbagai tips perawatan yang sederhana dan mudah diikuti. Karena ibu saya alergi, maka kami memutuskan untuk memeliharanya di luar rumah, dengan memberikan tempat tidur yang layak dan tempat makan juga minum yang bersih. Beruntunglah kami, karena Whiskas memberikan tips merawat anak kucing yang disediakan melalui situs resminya. Ada banyak tips merawat anak kucing, mulai dari pemilihan lingkungan, memilih anak kucing, cara merawat, dan cara mengajari anak kucing untuk mengenali lingkungan sekitar. Tips-tips yang kami coba, berhasil membuat Poppy mengenali lingkungannya dan mulai aktif juga tidak takut lagi pada kami. Dengan begitu, kami jadi lebih mudah untuk merawatnya. Sebelum kami menemukan tips merawat anak kucing dari Whiskas, kami agak bingung dengan bagaimana cara merawat anak kucing yang baru lahir lalu ditinggalkan ibu kucingnya, dan kini harus diadopsi ke lingkungan yang berbeda. Kebetulan lingkungan rumah saya lebih dingin daripada daerah Bandung lainnya, karena terletak di daerah pegunungan. Jadi, kami harus ekstra hati-hati dalam merawat anak kucing, agar ia betah di rumah kami dan tidak kabur kemana-mana. 

Selain itu, kami mempersiapkan berbagai mainan untuk menjaga aktivitas Poppy, agar ia senantiasa aktif dan lebih kenal lingkungan lagi. Sampai saat ini, Poppy sudah berani memanjat pohon, memanjat genting rumah, bahkan mengetuk pintu. Ayah saya malah sering berkomentar tentang betapa pintarnya anak kucing satu ini. Rumah kami jadi lebih ramai dan selalu ada saja keisengan Poppy yang membuat seisi rumah tertawa. Adik saya juga jadi lebih semangat belajar dan berkegiatan yang menghasilkan uang di organisasi kampusnya, agar bisa terus memberi Poppy makanan yang sehat dan bergizi.  

Jadi, bagi yang ingin memelihara kucing, mungkin bisa memulainya sejak kucing masih kecil atau bayi, karena dengan begitu, kita akan lebih mudah mengajarinya hal-hal sederhana sampai rumit sehingga setelah dewasa, hal-hal tersebut akan menjadi kebiasannya. Ketika pertama merawat anak kucing, awalnya mungkin masih agak takut dan hati-hati, juga sering kesal dengan bagaimana kucing kita belum menurut, tapi lama kelamaan ternyata kucing bisa mengerti dengan kegiatan bahkan rutinitas kita. Dia akan mulai mengetahui apa saja yang boleh dan tidak, di mana kotak makanan yang kita sembunyikan, bahkan kucing bisa menunjukkan kotak makannya agar kita mau membukanya dan segera memberikannya makanan. Hal-hal semacam itu adalah kebiasaan yang diterjemahkan ke dalam pemahaman kucing sejak ia masih kecil. Seperti yang Poppy lakukan saat ini, ia sudah mengetahui rutinitas kami dan mana yang boleh atau yang tidak boleh. Ibu saya bahkan sudah tidak terlalu alergi lagi, karena Poppy juga tidak berani mendekat karena ibu saya suka menolak. Ia mengerti kalau di keluarga kami yang alergi, dan dengan begitu, Poppy sudah resmi menjadi bagian keluarga. 

Jadi, selamat merawat anak kucing dengan bahagia ya, teman-teman semua. Jangan lupa bagikan pengalaman kalian dalam merawat anak kucing dengan menuliskannya di kolom komentar.

You Might Also Like

0 comments