DIY Session: Membuat Pashmina Instan Sendiri


Halo teman-teman blogger! Kali ini saya mau berbagi post yang cukup berfaedah. Hehe. Biasanya post di blog ini memang nir-faedah, karena saya mengelola cukup banyak blog, dan yang sering diisi itu blog tentang teknologi, Linux, dan juga blog perjalanan. Nah, karena blog yang ini memang isinya campur-campur jadi harap maklum kalau isinya juga lebih banyak ulasan personal tentang film, buku, atau rilisan fisik band indie yang saya beli.

Tapiiii, hari ini saya mau berbagi tutorial membuat pashmina instan sendiri. Untuk post semacam ini, saya usahakan supaya sering muncul ya, karena saya bikin rubrik baru di blog, yaitu "DIY Session", alias do it yourself. Rubrik ini akan membahas tentang seluk beluk crafting, sewing, crochet, dan semua hal yang berhubungan dengan bikin prakarya secara mandiri. Jadi, yang mau belajar bikin-bikin kerajinan, monggo ikuti feed DIY Session ini.

Di post pertama rubrik ini, prakarya saya yang terbaru adalah pashmina instan. Nah, dari dulu saya sebenarnya pengen pakai hijab atau khimar yang lebih panjang, supaya lebih nyaman aja sih. Karena, biasanya kan kerudung saya itu agak pendek dan kalau tertiup angin jadinya aurat suka terbuka secara nggak sengaja. Tapi, lihat di lemari kok koleksi kerudung saya kebanyakan pashmina. Putar otak supaya nggak jadi konsumen hijab dan terbawa arus komersialisasi dan konsumerisme hijab sebagai fashion, akhirnya saya jahit aja beberapa pashmina supaya jadi pashmina instan.

Kenapa dijahit sendiri? Kenapa harus ribet?


Alasan lainnya (selain karena nggak ingin belanja) yaitu karena saya sudah sampai di fase kemalasan memakai pin, jarum pentul, atau peniti. Dan, kalau dijahit sendiri, nantinya akan mengurangi waktu dandan di kaca, karena suami kasihan juga kalau nunggu saya kelamaan ngaca. :)) Terus, alasan lainnya adalah, karena dengan dijahit, panjang pashmina bisa saya sesuaikan tanpa harus ribet.

Lalu, apa saja sih bahan-bahan untuk menjahit pashmina instan ini?

1. Jarum jahit.
2. Benang jahit.
3. Jarum pentul.
4. Pashmina dong pastinya harus ada, atau boleh juga kain yang mau disesuaikan sendiri.
5. Penggaris atau meteran.
6. Pensil atau kapur jahit.
7. Tambahan, kalau punya mesin jahit, lebih enak lagi sih.

Itu saja bahan dan alat-alatnya. Nggak banyak kan? Dan yang lebih penting lagi, murah meriah! Padahal, kalau lihat di beberapa 'bakul jualan hijab', pashmina instan itu harganya berkisar antara Rp 50.000 - 150.000, itu juga yang bahan sifon ceruti biasa. Coba kalau yang merek-merek keluaran artis Indonesia atau merek non-artis tapi udah terkenal, bisa lebih mahal lagi. :(

Nah, kebetulan saya punya basic pashmina instan hadiah dari adik. Dari sini, saya sempatkan mempelajari pola potongan dan jahitan pashmina instan. Cek polanya di bawah ini yaaa.

Gambar 1 - Acuan Pola
Setelah memastikan ukuran dan pola, tandai batas jahitan dengan kapur jahit atau pensil, lalu dirapatkan dengan jarum pentul agar tidak berubah lagi. Ilustrasinya seperti di bawah ini.
Gambar 2 - Keterangan Lipatan dan Jahitan

Sisi A pada gambar lubang kepalanya 24,5 cm (sesuai ukuran lubang kerudung saya, standar kerudung biasanya lubang kepala 24 cm sampai 26 cm). Sisa yang harus dijahit adalah 7,5 cm.

Sedangkan, sisi B yang dilipat 35 cm itu, lubang kepala ukuran 27 cm. Kenapa lebih besar? Karena sisi B ini nanti akan dililitkan sebagai yang kedua saat pashmina digunakan, jadi usahakan ukurannya sedikit lebih besar dari sisi A, karena nanti tidak akan muat dengan kepala kita kalau lebih kecil ukurannya. Jadi, sisa yang dijahit hanya 8 cm saja.

Lalu, jahit di bagian dalam pashmina, hingga batas yang ditandai dengan kapur jahit atau pensil dengan kuat. Pashmina contoh ini saya jahit dengan tangan, pakai tusuk tikam jejak. Buat yang punya mesin jahit, langsung dijahit pakai mesin juga boleh. Lebih menghemat waktu. Ini sih karena saya nggak ada mesin jahit di rumah. :))

Jahitnya nggak panjang-panjang banget kok, jadi pakai tangan juga selesai dalam waktu sepuluh sampai dua puluh menit saja (waktu tersebut sudah termasuk mengukur pashmina dan menyesuaikan dengan pola).

Gambar 3 - Hasil Jahit
Nah, hasil jadinya seperti gambar 3, pashmina instannya ada dua lubang dan tinggal dipakai saja tanpa harus menyematkan jarum pentul lagi. Teman-teman bisa lebih menghemat waktu saat memakai hijab, tanpa ribet. Dan pastinya, dengan begini pemakaian hijab teman-teman jadi lebih tebal, tidak tembus pandang, karena tidak perlu dilipat pada saat memakainya.

Gambar 4 - Pemakaian
Gimana teman-teman? Mudah kan ternyata, membuat pashmina instan sendiri? Buat yang masih bingung atau ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di sini ya. Nanti saya jawab semampu saya. Maklum, saya juga masih newbie di dunia jahit ini.

Selamat membuat pashmina instan sendiri ya! Salam jahit! :D

P.S.
  • Pola yang ada hanya ilustrasi saja, jadi ukurannya bukan skala dari ukuran yang sebenarnya.
  • Next post mungkin akan saya sertakan teknik-teknik tusuk dasar dengan jahit tangan ya.
  • Standar kerudung di tutorial ini pakai ukuran kepala saya, jadi ukuran teman-teman bisa disesuaikan walau polanya mengikuti tutorial ini.
  • Maaf gambar 4 disensor, abisnya malu sih. :))
Sumber gambar: Pribadi dan Pexels.com

You Might Also Like

5 comments

  1. Bikin tutorial di videoin juga dong kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, gak ada device-nya buat videoin. Ahahaha.

      Delete
    2. Nanti deh kalau udah ada kameranya kubuat juga VLOG-nya. XD

      Delete
  2. wiiih aku juga suka ber-DIY kak :) boleh banget nih dipantengin DIY Session-nya

    Salam kenal,
    Putri
    tyasputeri.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh. Ditunggu aja sesi berikutnya yaaa.

      Delete