Skip to main content

Warnai Hari dengan Koleksi Spesial Swatch Tahun 2017

I Love My Swatch!
sumber gambar: Mapemall.com
Bagi kalian penyuka arloji atau jam tangan, atau yang sehari-hari biasa memakai jam tangan pastinya sudah tak asing lagi dengan jam tangan berlogo bendera Swiss. Logo bendera Swiss yang berlatar merah dengan tanda plus warna putih itu juga merupakan logo salah satu produsen arloji yang terkenal dan merajai pasaran dan berasal dari Swiss. Sejak diluncurkan pada tahun 1983, popularitas Swatch meroket. Dari dulu hingga sekarang, Swatch seperti tidak pernah kehabisan ide untuk memproduksi macam-macam arloji yang beragam dari segi warna maupun model. Selain Swatch SA, anak perusahaannya di bawah Montres Flik Flak SA, dengan giat memproduksi, mendesain, dan mendistribusikan jam tangan itu. 

Nah, pada awal 2017, Swatch yang tak pernah kehabisan ide, mulai meluncurkan beberapa model arloji dengan warna yang sudah pasti akan populer. Swatch tidak hanya memproduksi arloji dengan tali karet, namun kini Swatch mulai merambah model arloji yang talinya berbahan tekstil dengan warna-warna pastel kombinasi. Kesannya memang sedikit girly, namun untuk pria yang senang menggunakan arloji dengan ukuran tidak terlalu besar atau terlalu kecil, akan cocok memakai koleksi baru Swatch ini.  

Selain arloji dengan tali tekstil, Swatch juga meluncurkan jam tangan yang berada di kategori “Traveller’s Dream” dan memiliki rangka stainless steel. Jadi, Swatch kini tak terbatas hanya di arloji dengan tali karet saja, tapi juga macam-macam kombinasi tali lainnya.  

Swatch di 2017 ini juga memanfaatkan momen tahun baru China dengan meluncurkan desain eksklusif khusus tahun baru China kali ini. Tahun 2017 ini merupakan tahun Ayam Api, dan Swatch meluncurkan desain arloji bertali merah, dengan gambar ayam berwarna merah dan latar belakang kuning di bagian jam tangannya. Selain itu, desain yang diberi nama “Rocking Rooster” ini datang dengan kemasan yang menarik, yaitu tabung berwarna merah dengan desain ornamen bunga nuansa biru dan kuning berlogo Swatch di bawahnya. Kemasan ini menambah kesan eksklusif dan personal yang memanfaatkan tahun baru China di 2017 ini. 
Swatch Rocking Rooster
sumber gambar: Mapemall.com

Nah, jika kebetulan mencari Swatch di toko-toko online cukup sulit, kini semua koleksi spesial Swatch tahun 2017 bisa ditemukan di toko online yang menjual Swatch asli seperti di Map E-mall. Di sana, banyak sekali koleksi spesial Swatch tahun 2017 yang bisa ditemukan. Dan koleksi eksklusif atau edisi khusus seperti Rocking Rooster juga bisa didapatkan di sana. 

Selain efisien dan tak perlu lelah mencari dari toko official Swatch, dari toko online pun sudah bisa didapatkan. Lagipula, belum tentu koleksi spesial bisa didapat dari toko offline. Sekarang berbelanja arloji favorit juga hanya sebatas klik saja pada ponsel atau komputer personal. Semua kemudahan berbelanja barang paling up-to-date, bisa didapat dari berbelanja di Map E-mall. 

Dan biasanya, banyak promo atau diskon yang ditawarkan dari Map E-mall. Jadi, selain mendapatkan barang eksklusif, original, dan update, semua barang itu juga bisa didapatkan dengan harga spesial. Semua koleksi spesial yang rugi kalau terlewatkan ini, bisa langsung dimiliki dengan harga spesial. Kenyamanan dan kemudahan berbelanja seperti ini bukan cuma mimpi. 

Jadi, langsung saja klik koleksi spesial Swatch tahun 2017 ini dan beli melalui Map E-mall yang sudah terjamin garansi dan keasliannya. Jangan lewatkan hari-hari berwarna dengan memiliki arloji terbaru Swatch.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…