September 2016

Friday, September 23, 2016

Duapuluhempat


image source

Hari ini saya bertambah umur.

Tidak banyak yang berbeda di hari ini. Hari ulang tahun bagi saya hanya seperti hari-hari biasa. Yang membedakan cuma, yah, hari ini jelas saya bertambah satu tahun. Hanya itu. Selebihnya, transisi tengah malam menuju hari kelahiran saya lewatkan dengan tidur nyenyak lalu terbangun pagi, kemudian berangkat kerja, dan menyemangati diri sendiri dengan cara-cara yang saya bisa.

Apa yang sebenarnya harus berbeda selain ucapan teman-teman yang ala kadarnya? Bagi saya, yang berbeda mungkin refleksi. Di hari kelahiran ini, saya hanya mencoba mengingat tahun-tahun di belakang saya yang saya tinggalkan. Sudah jadi apakah saya? Apakah saya sudah berubah? Apakah saya sudah bertambah dewasa? Banyak yang bilang bahwa bertambah umur tak menandai dirimu bertambah dewasa, hanya usia tua saja yang kau lewati. Bertambah dewasa dan berubah sikap tak melulu ikut berubah saat kau berulangtahun. Begitulah yang saya pahami. Walau dilewatkan dengan tidur, transisi ke hari ulang tahun saya tetap saya lewatkan dengan refleksi hidup.

Tua jelas niscaya, secara usia. Bertambah tua berarti masih ada kesempatan untuk berubah. Kita bertambah tua berarti kita tidak kehilangan tahun-tahun di belakang. Dan itulah yang membuat saya berpikir, sebenarnya apa yang sudah saya lakukan selama ini?

Hal itu membuat saya tak hanya membuka refleksi pada diri sendiri, tapi juga membuka resolusi. Hidup tak melulu berpikir mundur, tapi juga berpikir maju. Sebelum melaju ke tahun berikutnya, perlu ada rencana matang dan terstruktur. Semua ini agar saya terus berusaha memperbaiki apapun yang saya ingin perbaiki, sampai saya mengulang kembali hari lahir. Terkait resolusi, banyak sekali hal yang ingin saya capai. Banyak mimpi-mimpi yang semakin terbuka dan menunggu dikejar. Kalau tak dengan lari, cobalah dengan berjalan. Semuanya akan mudah jika saya mulai menjalaninya terlebih dahulu. Mimpi dan resolusi yang saya catat, tentu hanya akan jadi catatan jika tak dijalani. Meski kita tak tahu apa yang akan menghalangi hal-hal tersebut tercapai, tapi saya tetap harus mencoba. Tak ada yang tak mungkin, jika itu menyangkut usaha. Dan kebetulan, banyak resolusi yang ingin saya capai sebelum usia menginjak seperempat abad. Mungkin menulis dua novel, membereskan satu novel thriller, mematikan banyak orang di dalam novel itu, menulis ini, menulis itu, menulis non fiksi, mengikuti writer's residency, berkeliling Asia, dan masih banyak lagi. Semoga...... Amin.

Dan ya beginilah. Saya menjalani ulang tahun dengan biasa saja. Seperti hari yang sebelumnya. Eh, tidak juga sih. Agak berbeda, karena nanti malam saya mau menonton Barasuara di Localfest. Hahaha! Well, setidaknya itu menjadi salah satu cara saya memberi kado pada diri sendiri.