Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Malam Terakhir Dunia

Malam Terakhir Dunia Oleh: Ray Bradburry
“Apa yang akan kau lakukan jika kau mengetahui kalau ini adalah malam terakhir di dunia?” “Apa yang akan kulakukan; kau serius?” “Ya, serius.” “Aku tidak tahu – aku belum memikirkannya,” istrinya berkata sembari memindahkan gagang teko kopi perak ke arahnya dan meletakkan dua cangkir di atas lepek. Suaminya menuangkan kopi. Di baliknya, dua gadis kecil bermain balok di karpet, dalam naungan cahaya hijau dari lampu badai. Semua terasa santai, dengan aroma kopi seduhan di udara malam. “Kalau begitu, lebih baik kau mulai memikirkan itu,” lanjutnya. “Kau tak jelaskan hal itu?” kata istrinya. Ia mengangguk. “Perang?” Ia menggelengkan kepalanya. “Bukan bom hidrogen atau atom?” “Bukan.” “Atau wabah kuman?” “Tidak satupun dari hal itu,” ia berkata, mengaduk kopinya perlahan dan menatap pada kedalaman kopi hitamnya. “Katakanlah, hanya penutupan sebuah buku.” “Sepertinya aku tidak mengerti.” “Tidak, begitu juga denganku. Ini hanya suatu perasaan, kadang hal itu menakuti…

[Coretan Novel] - Halo, Tifa

Prolog

LORONG Lembaga Permasyarakatan khusus remaja di kawasan Bogor tampak lengang. Seluruh narapidana yang terdiri dari remaja dengan usia rata-rata 15-22 tahun sedang mengikuti seminar kecerdasan dan kegiatan aktualisasi diri di salah satu aula. Saat yang lain mengikuti seminar, satu remaja berjalan menyusuri lorong menuju bagian utama lapas. Seorang polisi menggiringnya dengan santun. Remaja itu beberapa kali menghela napas sambil menatap ubin lorong yang kusam dan dingin. “Silakan, Dik Novian. Yang menjemput kamu sudah menunggu,” gumam polisi itu. “Ada yang jemput saya? Siapa, Pak?” tanya Novian. “Saudara kamu.” Novian berjalan menuju bagian depan penjara. Polisi yang tadi mengantarnya, menunggu di pintu keluar lorong dekat ruang tunggu. Sementara itu, seorang perempuan muda, dengan sepatu gunung dan jaket army, tersenyum menatap Novian. “Kakak yang waktu itu…” desisnya. “Hai, Novian! Hari ini lo pulang sama gue. Tifa nyuruh gue jemput lo,” jelas perempuan itu berseri-seri. Novian berge…