Preman Pensiun: Angin Segar Bagi Serial TV Indonesia

Tuesday, February 3, 2015

Preman Pensiun: Angin Segar Bagi Serial TV Indonesia


Kang Komar

"Ngapain kamu ke sini?" ujar Kang Komar--si preman pasar--pada pemuda beranting hitam di hadapannya.

Pemuda itu lalu menjawab sambil cengengesan. "Saya siap untuk gabung lagi Kang."

Kang Komar pun melengos sedikit, lalu menyindir pemuda itu. "Katanya lagi merintis usaha dagang cilok."

"Bangkrut, Kang."

"Masa baru merintis udah bangkrut lagi? Ya udah, karena kamu mau gabung lagi, saya kasih misi pertama buat kamu."

Si pemuda tidak menjawab, hanya memperhatikan Kang Komar yang rambutnya keriting ala Candil Seurieus itu. Si pemuda terlihat antusias. Namun dengan sekali tebas, Kang Komar berkata, "Nah, sekarang beliin kopi!"

Si pemuda melongo. Mau tak mau, ia melangkah dari tempat nongkrong preman menuju warung. Misi pertama, membeli kopi untuk Kang Komar.

***

Penggalan cerita di atas adalah salah satu adegan antara Kang Komar dan bawahannya dalam serial televisi Preman Pensiun. Kang Komar sendiri adalah salah satu preman yang berada di bawah kepemimpinan Kang Mus atau Kang Muslihat. Sejak Kang Bahar (Didi Petet) memutuskan untuk tidak lagi turun ke jalan, hanya di rumah saja dan menyerahkan kepemimpinan 'lapangan' kepada Kang Mus, Kang Mus yang kini turun tangan membenahi kekacauan yang disebabkan oleh preman-preman di bawah kelompok Kang Bahar.

Kang Mus (kiri) dan Kang Bahar (kanan)

Preman Pensiun dihadirkan setiap hari, dan ketika sempat menonton televisi, saya tak sengaja menontonnya. Sebenarnya, sebelum serial keluarga ini tayang di salah satu televisi swasta Indonesia, saya sudah melihat iklannya. Melihat beberapa tempat di dalam serial itu, saya merasa familiar. Dan benar saja, ketika serialnya tayang perdana, suara angklung khas Jawa Barat terdengar beberapa kali di latar musiknya. Wah, tempat syutingnya juga benar-benar familiar, Bandung dan sekitarnya.

Jamal 'Koboy' - Preman Terminal
Jika pada masa kecil dulu, saya menonton serial keluarga seperti Si Doel atau Keluarga Cemara, di tahun 2015 ini, saya cukup senang karena akhirnya ada serial atau sebut saja 'sinetron' yang tidak menyebalkan seperti sinetron televisi kebanyakan. Serial keluarga semacam ini sudah saya nantikan sekian lama, sejak televisi diboikot oleh sinetron yang membuat saya malas menonton televisi. Sejak Preman Pensiun mengisi layar kaca, saya jadi kembali menyukai televisi, tentunya hanya untuk serial itu.

Bagi saya, Preman Pensiun tidak menjual hal yang muluk-muluk. Malah, bisa saya katakan bahwa serial ini begitu realistis. Adegan, tempat, dan dialog yang sederhana itu kadang malah membuat saya ikut berpikir. Bagi saya, Kang Bahar, Kang Mus, Kang Komar, dan preman lainnya adalah Robin Hood. Mereka hanya mengambil jatah keamanan yang mereka kira perlu. Mereka tidak mengganggu orang, tidak menyakiti orang, dan mereka hidup apa adanya. Mereka preman yang manusiawi. Lagipula, dibandingkan sinetron remaja yang agak menyedihkan dan tidak tepat sasaran, serial ini saya rasa lebih baik. Lebih baiknya itu berkali-kali lipat. Selain tontonannya ringan, cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, pesan moral yang dimunculkan Preman Pensiun ini juga tinggi. Serial seperti inilah yang seharusnya banyak dimunculkan, daripada sinetron. Tingkat konsumtif dan kelahiran remaja 'salah gaul' yang muncul karena tontonan sinetron remaja yang salah kaprah, bisa diminimalisir dengan memunculkan serial serupa Preman Pensiun lebih banyak lagi.

Saya jadi menaruh harapan yang cukup kepada stasiun televisi satu ini (meski tidak terlalu tinggi karena ekspektasi berlebihan bisa menghancurkan). Saya harap ke depannya stasiun televisi ini menampilkan lebih banyak lagi serial yang memperkaya khazanah serial keluarga khas Indonesia. Tak melulu jual harapan, tak melulu percintaan, tak melulu adu domba. Serial keluarga itu ya benar-benar cerita keluarga. Dekat dengan yang menonton, menyerempet kehidupan sehari-hari, realistis, dan pastinya bernilai moral tinggi.

Oh ya, posting blog ini hanya ulasan semata. Tidak ada unsur promosi atau apapun. Yah, meskipun nama stasiun televisinya kelihatan sedikit di gambar postingnya. Adanya cuma gambar itu sih di google images.

Buat yang belum nonton, selamat menonton!

10 comments :

  1. Stasiun kabel ya? Kok ga ada di sini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di RCTI mba, senin - sabtu tiap jam 5 sore.

      Delete
  2. Saya juga suka banget nonton ini, nggak semua sinetron layak di underestimate :)

    ReplyDelete
  3. Oalah, ini yang kemarin sempet ramai di timeline. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Ini sinetron rame bangeeeet! :D

      Delete
  4. Mudah mudahan sinetron ini TUNTAS...karena biasanya sinetron BAGUS tdk berumur panjang...kurang diminati promotor(iklan)...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Pak. Tiga season langsung beres. :(

      Delete
  5. pertama lihat langsung kaget, ada sepupu gua maen film di film preman pensiun

    ReplyDelete