Februari: Ecstasy, Monthly Series #2 Grasindo

Sudah lama enggak blogging, karena saya banyak sekali kerjaan enggak jelas yang dikerjakan. Hahaha. Tapi, beberapa di antaranya sih kerjaan jelas, semacam menulis naskah novel misalnya. Jadi, posting promosi ini akan menjadi posting pertama saya di tahun 2015.

Sejak November sampai pertengahan Desember tahun kemarin--kurang lebih satu bulan--saya menyelesaikan proyek penulisan untuk Monthly Series Grasindo bersama Mbak Devania Annesya dan Bang Ari Keling. Dua penulis yang saya anggap kakak sendiri ini--karena memang lebih tua mereka daripada saya--mengajak saya untuk masuk ke dalam proyek romance-thriller yang sudah dipesan Grasindo untuk terbit awal Februari. Jadi, Mbak Annes ceritanya mampir via pesan Facebook dan mengajak saya untuk terlibat dalam proyek ini, karena memang ditulis oleh tiga orang. Mbak Annes mengajak saya karena menurutnya 7 Divisi cukup thrilling, dan saya jadi sasarannya untuk setting tempat kejadian di dalam novel. Saya mengiyakan dan mulailah kami bekerja.

Berhubung saya juga pada saat proyek ini sedang menganggur pasca resign, saya jadi agak lama menulis. Bukan karena apa-apa, tapi cuma karena koneksi internet yang kadang ada kadang tidak (karena internetnya numpang di warung depan kost). Jadi, bagian cerita saya yang sudah disusun, belum sempat dikirim ke email berantai antara saya, Mbak Annes, dan Bang Ari.

Sedikit sneak-peek, di novel Februari: Ecstasy ini, saya menulis sebagai Joya Pramoedya, seorang perempuan kembaran Mayang Pramoedya yang akan menjadi tokoh sentral di novel ini. Ide cerita awal mulanya percintaan dan thriller yang dimunculkan. Secara tiba-tiba, saya mencetuskan latarnya di rumah susun, dan ceritanya seputar pengedar narkoba. Masalah romance, karena bukan dunia saya, jadilah muncul ide seperti yang diutarakan oleh Mbak Annes. Nah, jadi novel ini benar-benar kerja keras kami bertiga yang menyatukan ide masing-masing untuk membuat kisah percintaan berbalut soft-thriller. Saya pikir, ini akan jadi sesuatu yang benar-benar mengesankan dan challenging buat saya. Sebelumnya, saya belum pernah menulis novel keroyokan, kecuali kumpulan cerita pendek yang isi ceritanya jelas berbeda-beda. Eh, pernah ding dulu, menulis keroyokan berdua dengan teman saya Ida Haryati, dengan dua tokoh berbeda dan isinya berbau feminisme. Tapi, naskah itu belum purna, karena harus ada pembaruan di sana-sini. Jadi, naskah itu terbengkalai (mungkin akan dilanjutkan kapan-kapan).

Nah, singkatnya, berbekal outline dari Mbak Annes untuk pengerjaan per bab, saya pun menulis. Dengan outline itu, saya jadi tidak harus menunggu cerita sebelumnya, karena cerita mengacu pada outline. Dan saya baru sadar sekarang, ternyata menulis dengan outline memang sangat membantu! Duh, ke mana saja saya selama ini? Hahaha. Mungkin, ke depannya saya akan mempraktekkan outline ini untuk beberapa naskah saya yang belum terselesaikan. Cayo!

bloody pinky for february! :))

Setelah semua selesai, maka Mbak Annes pun mengirim draft final pada editor yang memesan kami. *ceileh dipesan, kayak apaan aja* Beberapa hari kemudian, revisi awal pun muncul. Kami segera mengerjakan bagian yang perlu direvisi dan kami kirim ulang. Lalu, hasil proofread dari revisi terakhir pun muncul, beserta desain sampul yang dikirimkan editor dalam bentuk jpeg. Saya sendiri senang bukan main! Ini kali pertama saya menulis romance dan desain sampulnya benar-benar berbau cinta yang kelam. Hahahaha! Warna merah jambu agak kelam gitu, dengan kata-kata yang mewarnai bentuk hati. Saat saya cek ke akun twitter Grasindo, rupanya untuk Monthly Series #1 bulan Januari ini, warnanya merah darah, dengan ilustrasi kata-kata yang membentuk pistol. Wah, jadi merasa gimana gitu yaaa, ada di salah satu Monthly Series itu, untuk kategori romance-thriller.

Saya jadi tidak sabar menunggu 9 Februari nanti. Februari: Ecstasy akan rilis pada tanggal tersebut. Sebesar saya mencintai proses menulisnya, semoga saya pun mencintai proses membaca karya sendiri. Yang benar-benar ditunggu para penulis tentu adalah hasil jadi dari karyanya itu bukan? Saya benar-benar excited menunggu karya terbaru ini dalam proyek keroyokan.

Bagaimana dengan teman-teman? Siapkah menerima romance-thriller ini Februari nanti?

Comments

  1. setelah baca sinopsisnya bagus juga.....apalagi dengan kata ada dua pilihan membunuh atau di bunuh,,,kenapa ndak pas tanggal 1 aja Teh ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. inginnya sih tanggal segitu, tapi kaaan penerbit yang tentuin. hehehe. sabar yaa. :D

      Delete
  2. wow! Selamat ya Yuuuu .... *kapan gue bikin buku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya baaang. ditunggu yaaa karyanya. :D

      Delete
  3. Wah, aku udah beli 7 Divisi-nya, can't wait for your new book, teh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooo. Makasih yaaak. Review, kritik, dan sarannya boleh dooong. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung