April 2014

Wednesday, April 16, 2014

[Media Archive] 7 Divisi di Kaskus Serapium (Review Oleh Selviana Rahayu)


tampilan di kaskus serapium - review oleh kak Selvi


7 Divisi
Ayu Welirang, 3rd March 2014
Gramedia Pustaka Utama, 202 pages


7 Divisi merupakan salah satu novel pemenang PSA (Publisher Searching for Authors) yang digelar oleh Gradien beberapa waktu lalu. Novel ini bergenre petualangan dan misteri. Membaca novel ini mengingatkan saya kepada momen-momen ketika dulu saya mendaki gunung di Jawa Barat bersama teman-teman kuliah saya. Mungkin bedanya, dulu kami adalah pendaki dadakan. Alias sekumpulan orang yang mengaku-aku mencintai alam tanpa melewatkan pelatihan khusus sebelumnya. Kalau di buku ini, ketujuh tokohnya digambarkan sebagai pemuda-pemudi yang terlatih. Ada yang memang anggota pecinta alam di sekolah atau kampus bahkan sampai ada yang sudah menjadi anggota Walagri (saya rasa ini plesetan dari Wanadri).

7 orang tersebut adalah Gitta, Ichan, Tom, Dom, Ambar, Salman, dan Bima. Setiap dari mereka mewakili satu divisi yang biasanya terbentuk jika sekelompok orang ingin mendaki gunung sebagai sebuah tim. 

Gitta – Climbing
Ichan – Mountaineering
Salman – P3K
Bima – Navigasi
Tom – Penyebrangan
Dom – Shelter
Ambar - Survival

Mereka direkrut dengan cara yang misterius oleh seseorang bernama Rudolf untuk melakukan sebuah ekspedisi yang ternyata tanpa mereka sadari membawa petaka bagi mereka semua.


Friday, April 11, 2014

You Give Me Something


Cerita bermula ketika aku baru saja pulang dari siaran di radio tempatku bekerja sekarang dan menemukan sesuatu yang mungkin bisa disebut sebagai perubahan. Waktu itu, aku harus mengisi siaran di radio cabang yang berada di daerah Bodmin, Inggris, dan pada jam ini, aku seharusnya memang naik subway saja untuk kembali ke Newquay, beristirahat di apartemen kecil milikku. Yah, meskipun harus berputar agar sampai ke stasiun terakhir, tapi kupikir naik subway akan lebih aman daripada aku harus naik Double Decker yang seringkali ditumpangi oleh para pemuda yang tidak memiliki kesadaran.

“You wanna stay with me in the morning, you only hold me when I sleep….” sayup-sayup kudengar suara dari ujung tangga pintu keluar stasiun Newquay Rail Station. Aku pikir mungkin yang menyanyi itu hanya pengamen yang sering aku temui seperti biasanya. Aku pun melangkah dengan gontai di tangga stasiun karena kelewat lelah bekerja. Ya, entahlah. Aku memang hobi menyusahkan diri sendiri.

Sampai di ujung tangga, Cliff Road sudah terlihat dan aku merasa kalau langkahku terhalang kerumunan orang. Hei! Kenapa semua orang begitu banyak? Apa yang mereka lihat? Apa yang mereka tonton di pinggir trotoar yang basah terhujani seperti ini?

Thursday, April 10, 2014

Wednesday, April 9, 2014

Seruak: Novel Psychothriller Garapan Mojang Bandung


Bandung memang memiliki daya tarik luar biasa. Selain pemusik-pemusik jenius, Bandung melahirkan juga entertain muda dengan bakat yang sedemikian rupa. Bandung juga yang melahirkan penulis-penulis berbakat, yang bisa apa saja. (kalo sulap? bisa nggak) Hehehe. Nah, berikut ini adalah salah satu novel garapan Mojang Bandung, yang akan saya ulas. Mohon maaf sebelumnya, ulasan ini saya copy-paste dari posting Kaskus dan Goodreads saya. Soalnya, saya kadung malas untuk menulis yang lain. Lagipula, toh isinya pasti akan sama saja. Masa iya saya berubah pikiran? (kecuali kalau saya memang agak terganggu). *lalu ketawa sendiri*

***



Judul: Seruak
Penulis: Vinca Callista
Penerbit: Grasindo
Genre: thriller-suspense
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 440 halaman
ISBN: 978 602 251 428 2
Harga: Rp 65.000,-
Rating: 4/5

Well, akhirnya saya menyelesaikan novel setebal 440 halaman ini dalam jangka waktu satu minggu. Ini bisa dibilang waktu tercepat, dibandingkan dengan Amba yang saya baca dua minggu lebih dan Cantik Itu Luka, yang bahkan sampai sekarang belum sempat saya selesaikan. Lagipula, Seruak ini dipastikan bisa selesai lebih cepat jika saya tidak terlalu mengantuk pada bab awal buku, yang begitu banyak cerita berliku dan narasi njelimet. Saya agak tidak begitu suka pada novel yang terlalu banyak narasi, apalagi menggurui. Tapi, keseluruhan novel ini berhasil membuat saya berdecak gembira, dan berteriak, AWESOME! Nah, kalau se-awesome ini, pasti kalian bertanya-tanya kan, mengapa saya hanya memberi novel ini empat bintang saja?

Mari kita mulai dari sini...


(News) Mengecap Petualangan Rasa Baru di Novel 7 Divisi


cover depan

... 7 hari. 7 pribadi. 7 alasan. 7 kemampuan: 7 Divisi ...

Surat-surat perekrutan misterius menghampiri tujuh anak manusia dengan latar belakang berbeda. Surat tersebut datang kepada mereka masing-masing dengan cara yang tak sama. Gitta, Ichan, Tom, Ambar, Dom, Bima, dan Salman. Tujuh orang ini tak pernah menyangka akan dipertemukan dalam suatu ekspedisi besar, dengan divisi sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Pertemuan yang mengubah segalanya. Mengubah ritme hidup, mengembalikan masa lalu, dan menghilangkan yang lain. Berbagai kejadian menegangkan dan misteri-misteri mulai bermunculan ketika mereka mencoba menaklukkan sebuah gunung keramat. Rupanya, ada seorang lelaki misterius di balik ekspedisi besar itu. Dan ketika mereka menyadari sesuatu sedang terjadi, mereka sudah terlambat.

Ketika tim ekspedisi ini mulai solid, satu per satu dari mereka mulai disesaki tragedi. Mereka terpaksa dihadapkan pada pilihan pelik; kehilangan satu orang... atau satu tim sekaligus.

Dapatkah mereka menuntaskan ekspedisi ini? Dan akankah mereka tetap kembali utuh saat pulang?

***

Segera dapatkan novel terbaru saya di toko buku terdekat. :)

Jangan lupa kritik dan sarannya! Hehe. 

Coretan Kasar Novel - Tujuh Divisi


gambar dari sini

Sebelum mengakhiri tahun 2011 ini dan memulai tahun 2012 dengan posting blog dalam rangka J50K, saya akan memberikan sedikit gambaran tentang novel yang saya ikutsertakan dalam event ini. Anggaplah ini sebagai coretan kasar atau sekedar kerangka yang menggambarkan secara singkat, padat, dan jelas mengenai seluk-beluk novel saya ini. Baiklah, ini dia coretan novel yang saya ikutsertakan dalam J50K.

Judul: Tujuh Divisi
Genre: Petualangan 
Tema: Persahabatan, misteri, petualangan

Gitta, adalah seorang mahasiswa yang sudah tinggal menunggu DO karena dirinya terlalu sibuk dalam dunia SAR dan pecinta alam. Gitta adalah seorang perempuan mandiri yang senang memanjat tebing. Dia kerap kali mengikuti perlombaan rock climbing dan wall climbing yang diadakan oleh beberapa yayasan pendakian dan yayasan pecinta alam yang cukup ternama di Indonesia. Meskipun perempuan, dia sudah sangat ahli memanjat tebing. Tidak pernah dia sekalipun memikirkan untuk bergabung dalam suatu ekspedisi, sampai sebuah surat misterius disisipkan dalam kotak pos di rumahnya.

Ichan, seorang wirausahawan yang membuka sebuah reklame dan tempat percetakan yang sudah mengubur dalam-dalam impiannya akan mountaineering, karena pernah mengalami cedera yang cukup serius di bagian tangan dan kakinya. Dia tidak pernah lagi membuka mata akan dunia mountaineering dan trauma akan kehilangan sahabat kesayangan saat pendakian Ciremai membuatnya ingin benar-benar keluar dari dunia itu. Sayangnya, semua itu harus terpatahkan ketika seorang bapak misterius meninggalkan sebuah buku yang menyertakan surat untuknya. Dia tidak kenal lelaki itu. Dirinya limbung saat membuka buku tersebut, karena namanya tercetak besar-besar dalam surat itu dan sebuah dunia yang dia hindari malah menghampirinya.

Tom, pekerja di sebuah perusahaan IT yang cepat bosan. Dia tidak pernah merasa bahagia. Tidak seperti masa-masa ketika dia kuliah dulu. Semuanya bisa dia lihat. Dunia luas di sana bisa dia jelajahi. Dia memang berdarah petualang. Ayahnya adalah seorang arkeolog dan ibunya adalah seorang backpacker sejati. Sampai sebuah tragedi harus menyebabkan dia kehilangan kedua orang tua dan mau tidak mau, Tom harus bisa berjuang dalam kehidupannya yang sangat kaku, dengan paman dan bibinya yang menjamin kehidupannya sampai sekarang dia menjadi robot pekerja . Ketika melewati sebuah gedung tua, Tom melihat pengumuman ekspedisi yang membuat dia meninggalkan seluruh pekerjaannya dan bergabung dalam ekspedisi itu.

Ambar, Dom, Bima, dan Salman adalah orang-orang yang baru saja lulus dari diklat SAR sebuah yayasan pecinta alam dan SAR. Mereka adalah orang yang tidak tahu menahu, mengapa mereka bisa ada dalam ekspedisi yang melibatkan mereka dan ketiga orang yang belum pernah mereka kenal sama sekali. Mereka berpikiran kalau semua itu terjadi karena mereka memang diajak untuk bergabung dalam tim SAR. Nyatanya, mereka telah salah menilai.

Tujuh orang yang entah beruntung atau sial itu dipertemukan dalam satu ekspedisi yang akan mengubah roda kehidupan mereka seketika. Mereka terbagi menjadi tujuh divisi dalam satu tim, dengan tugas masing-masing. Ada divisi mountaineering, climbing, penyeberangan, navigasi, survival, shelter*, dan P3K. Berbagai kejadian menegangkan dan misteri-misteri mulai bermunculan. Ketika tim ekspedisi itu mulai solid, satu per satu dari mereka mulai disesaki tragedi. Mereka harus terpaksa untuk memilih, kehilangan satu orang atau satu tim. Perjalanan mereka pada akhirnya tidak seindah dan semulus rencana pada awalnya. 

Akankah mereka bertahan? Akankah mereka bisa kembali utuh saat pulang?

catatan kaki:


*shelter: sebuah divisi dalam dunia pecinta alam, yang berhubungan dengan tali temali dan pembuatan bivoac atau tenda