Posts

Showing posts from August, 2014

Pernikahan dan Hal-Hal Yang Tak Pernah Selesai

"Mbak, ada undangan nikahan nih, dari temen Mbak kayaknya. Mamah taruh di meja buku."

Pesan singkat Ibunda memasuki telepon seluler saya, di antara ribuan sinyal provider kartu yang berseliweran di atap gedung Hartono Elektronika. Surabaya agak panas menyengat beberapa hari ini dan pembawa sinyal agak tak berirama. Tapi, mengapa pesan Ibunda masuk seketika?

Pesan itu, seperti pesan yang sudah-sudah. Pesan dari Ibu itu, semacam pengulangan pada kejadian yang sebelumnya pernah ada. Intinya, saya diminta pulang. Untuk apa? Sudah barang tentu, selain untuk bertukar kabar dengan keluarga di rumah, saya harus pulang untuk menghadiri undangan-undangan yang terbengkalai itu. Meski terlambat mengucap, tak apa lah. Setidaknya, saya setor wajah pada teman-teman yang kiranya sedang berbahagia agar tak dicap sebagai "wanita gila kerja", "kawan pencari sesuap berlian", "kawan yang lupa", atau lebih parah lagi jadi kawan yang dicap dengan kata-kata, "sok …

Bincang-Bincang Dengan Bli Robi: Seniman, Petani Kopi dan Pemikir yang Membumi

Image
"The good man is the friend of all living things." -- Mahatma Gandhi

Di tengah-tengah musik Jesus and Mary Chain yang mengalun ke gendang telinga dan rumah siput yang diam saja di dalam sana, saya menulis artikel sederhana ini. Sedikit artikel atau opini pribadi saya mengenai sosok Gede Robi Supriyanto atau yang biasa orang kenal dengan sebutan Bli Robi, salah satu dedengkot sebuah band asal bali bernama Navicula.
Bisa dibilang, saya bukan orang yang mudah move on terhadap suatu kejadian atau situasi yang menyenangkan dan membuat saya betah. Perbincangan-perbincangan kecil dengan seorang teman yang berujung pada perbincangan sepagian dapat membuat saya susah tidur. Sudah lelah, malah ditambah kegiatan berpikir. Otak saya selalu berputar, bekerja tak kenal waktu setelah mendapatkan nutrisi dari sebuah diskusi. Ya, diskusi yang singkat dengan seseorang atau sekelompok orang.
Kali ini, saya mendapatkan kesempatan itu, bincang-bincang singkat dengan salah satu orang yang hanya s…

[Sedikit Prolog] Cipher

Jadi, ada naskah yang terbengkalai di folder draft dan menolak untuk dilupakan, sebab naskah ini sudah separuh jalan. Ibarat hidup segan, mati tak mau. :))
Jadi, sedikit pembukaan dari naskah saya yang kelak akan saya beri judul "Cipher" ini akan saya tampilkan. Baiklah, selamat mencecar! :))
---
Prolog
Semua orang berbicara dengan sandi mereka masing-masing, secara verbal. Sandi-sandi itu secara simultan diartikan oleh mereka, para pemecah sandi. Bahasa, adalah salah satu hal paling ajaib di dunia, sebab bahasa dapat memecahkan sandi-sandi purba. Dahulu, semua orang yang berbicara dengan sandi dan isyarat, akhirnya menemukan satu hal yang absolut, bahasa sebagai pemecah sandi.
Bahasa, sebagai pemecah sandi, sama halnya seperti pemecah sandi dalam sistem teknologi informasi. Sebut saja beberapa perkara. Para pejuang Amerika, biasa berkomunikasi dalam bahasa Indian Navajo, dengan bantuan windtalkers—pembicara angin. Para tentara Jerman, menggunakan mesin enigma yang menerjema…