Skip to main content

Coretan Kasar Novel - Tujuh Divisi

gambar dari sini

Sebelum mengakhiri tahun 2011 ini dan memulai tahun 2012 dengan posting blog dalam rangka J50K, saya akan memberikan sedikit gambaran tentang novel yang saya ikutsertakan dalam event ini. Anggaplah ini sebagai coretan kasar atau sekedar kerangka yang menggambarkan secara singkat, padat, dan jelas mengenai seluk-beluk novel saya ini. Baiklah, ini dia coretan novel yang saya ikutsertakan dalam J50K.

Judul: Tujuh Divisi
Genre: Petualangan 
Tema: Persahabatan, misteri, petualangan

Gitta, adalah seorang mahasiswa yang sudah tinggal menunggu DO karena dirinya terlalu sibuk dalam dunia SAR dan pecinta alam. Gitta adalah seorang perempuan mandiri yang senang memanjat tebing. Dia kerap kali mengikuti perlombaan rock climbing dan wall climbing yang diadakan oleh beberapa yayasan pendakian dan yayasan pecinta alam yang cukup ternama di Indonesia. Meskipun perempuan, dia sudah sangat ahli memanjat tebing. Tidak pernah dia sekalipun memikirkan untuk bergabung dalam suatu ekspedisi, sampai sebuah surat misterius disisipkan dalam kotak pos di rumahnya.

Ichan, seorang wirausahawan yang membuka sebuah reklame dan tempat percetakan yang sudah mengubur dalam-dalam impiannya akan mountaineering, karena pernah mengalami cedera yang cukup serius di bagian tangan dan kakinya. Dia tidak pernah lagi membuka mata akan dunia mountaineering dan trauma akan kehilangan sahabat kesayangan saat pendakian Ciremai membuatnya ingin benar-benar keluar dari dunia itu. Sayangnya, semua itu harus terpatahkan ketika seorang bapak misterius meninggalkan sebuah buku yang menyertakan surat untuknya. Dia tidak kenal lelaki itu. Dirinya limbung saat membuka buku tersebut, karena namanya tercetak besar-besar dalam surat itu dan sebuah dunia yang dia hindari malah menghampirinya.

Tom, pekerja di sebuah perusahaan IT yang cepat bosan. Dia tidak pernah merasa bahagia. Tidak seperti masa-masa ketika dia kuliah dulu. Semuanya bisa dia lihat. Dunia luas di sana bisa dia jelajahi. Dia memang berdarah petualang. Ayahnya adalah seorang arkeolog dan ibunya adalah seorang backpacker sejati. Sampai sebuah tragedi harus menyebabkan dia kehilangan kedua orang tua dan mau tidak mau, Tom harus bisa berjuang dalam kehidupannya yang sangat kaku, dengan paman dan bibinya yang menjamin kehidupannya sampai sekarang dia menjadi robot pekerja . Ketika melewati sebuah gedung tua, Tom melihat pengumuman ekspedisi yang membuat dia meninggalkan seluruh pekerjaannya dan bergabung dalam ekspedisi itu.

Ambar, Dom, Bima, dan Salman adalah orang-orang yang baru saja lulus dari diklat SAR sebuah yayasan pecinta alam dan SAR. Mereka adalah orang yang tidak tahu menahu, mengapa mereka bisa ada dalam ekspedisi yang melibatkan mereka dan ketiga orang yang belum pernah mereka kenal sama sekali. Mereka berpikiran kalau semua itu terjadi karena mereka memang diajak untuk bergabung dalam tim SAR. Nyatanya, mereka telah salah menilai.

Tujuh orang yang entah beruntung atau sial itu dipertemukan dalam satu ekspedisi yang akan mengubah roda kehidupan mereka seketika. Mereka terbagi menjadi tujuh divisi dalam satu tim, dengan tugas masing-masing. Ada divisi mountaineering, climbing, penyeberangan, navigasi, survival, shelter*, dan P3K. Berbagai kejadian menegangkan dan misteri-misteri mulai bermunculan. Ketika tim ekspedisi itu mulai solid, satu per satu dari mereka mulai disesaki tragedi. Mereka harus terpaksa untuk memilih, kehilangan satu orang atau satu tim. Perjalanan mereka pada akhirnya tidak seindah dan semulus rencana pada awalnya. 

Akankah mereka bertahan? Akankah mereka bisa kembali utuh saat pulang?

catatan kaki:


*shelter: sebuah divisi dalam dunia pecinta alam, yang berhubungan dengan tali temali dan pembuatan bivoac atau tenda

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…