Skip to main content

Arsip Novel Pertama, Tujuh Divisi Untuk #PSA2

Yeay!

Akhirnya, perencanaan novel Tujuh Divisi sejak bulan Desember 2011, bisa selesai di tahun ini. Dengan banyak pertimbangan dan edit sana-sini, akhirnya saya menyelesaikan draft novel pertama saya. 

Berhubung saat ini, Grasindo sedang membuka event kepenulisan, pertama-tama saya akan mencoba peruntungan untuk draft novel ini di acara Grasindo yang ini, yaitu Grasindo "Publishers Searching for Author 2" atau yang biasa disingkat #PSA2. 

Setelah sukses dengan event #PSA1, maka Grasindo mengadakan lagi acara yang sama, dengan tema "Novel Rasa Indonesia". Nah, selengkapnya ada di gambar berikut:


GRASINDO PSA2

Nah, setelah menyelesaikan penggarapan naskah selama setahun lewat, akhirnya saya benar-benar menyelesaikannya di hari ini, lengkap dengan sinopsisnya. Dan rasanya campur aduk. Rupanya begitu ya rasanya jadi penulis, sehari-hari curi waktu menulis di kala kerja, atau mengambil waktu tidur untuk menulis. Atau bahkan, menulis saat makan siang. Pokoknya, menulis terus sehingga tak ada celah untuk serangan writer's block. Hehe. Sebab, rasanya kalau sedang WB itu, ide lari entah ke mana.

Tapi, dengan semangat dari Abang (cieeee), saya akhirnya melanjutkan novel ini. Dan hari ini, saya menyelesaikannya dengan mendapatkan 163 halaman, 48.427 kata. 

capture novel :D

Sebenarnya, target penulisan itu ingin saya tembus sampai 50.000 kata, seperti yang seharusnya dilakukan oleh novel ini pada #J50K, event Kampung Fiksi yang saya ikuti pada Januari 2012. Tapi, memang tidak berjodoh dengan 50K, maka saya putuskan untuk melanjutkan novel ini sampai benar-benar menemui ending. Tak jadi soal berapa jumlah katanya, saya tetap tutup seperti yang saya lakukan saat ini.

Dan inilah hasilnya, jabang bayi yang kelak lahir, dengan doa. Dan bantulah saya berdoa, agar naskah ini lolos dan bisa lahir ke dunia.

Amin.



Comments

  1. Good luck ya Ayu. Kabarin kalo udah terbit :)

    ReplyDelete
  2. cemungudd kk ceperr.. :D

    ReplyDelete
  3. ada gambar kompasnya.... ditunggu ah. biar abang menanti halah..... SemangArt!apalagi pake angka tu7uh... saya menanti dengan sabar.

    ReplyDelete
  4. Aku tunggu kelahirannya, mudah2an sukses teteh ayu... yeeaaaahhh \m/

    ReplyDelete
  5. @Ivan Sahabat Rimba aamiiiin... hatur nuhun Ivan... doakan terus! \m/

    ReplyDelete
  6. waah keren teh, novel tentang apa teh bocorannya? :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…