Si Bandel Yang Lelah, Gamang Untuk Pulang

Balada si Roy 1
Gadis skeptis agak kehilangan sedikit minat bacanya. Maka, dengan susah payah dia menyelesaikan buku sekuel dari Gol A Gong berjudul Balada si Roy. Buku pertama dan kedua dijadikan satu pada cetakan terbarunya. Ini menyenangkan, karena gadis skeptis tak harus menunggu buku lanjutan untuk mengetahui kisah. Seminggu lebih, Joe Avonturir berhasil ditamatkannya.


Hampir tak banyak yang bisa diceritakan si gadis skeptis, kecuali permainannya dengan takdir dan jodoh. Dia sedang senang berjalan kesana-kemari, tanpa arah dan tujuan. Selalu disandangnya ransel, ya mirip dengan si bandel yang ada dalam buku ini. Gadis skeptis sedang bimbang, sama seperti Roy, dia pun gamang untuk pulang.

Buku pertama dan kedua ini menceritakan kisah awal Roy. Dengan kehancuran yang luar biasa hebat pasca meninggalnya sang ayah, Roy harus memulai semua dari bawah lagi. Dalam kehidupan remajanya yang labil, tak jarang menemui konfik yang membuat remaja Roy harus bernafas lelah. Dalam kebimbangan, Roy menemukan cinta. Namun, menelan sendiri realita hidupnya yang berantakan, Roy harus memilih untuk pergi. Dia bawa serta cintanya bersama ransel dan jeans lusuhnya. Dia travelling mencari apa itu takdir, apa itu Tuhan, dan apa itu kesempatan.
Gol A Gong muda atau Roy?

Perjalanan mengubah dirinya menjadi sekuat batu, hatinya sekeras baja dan kedewasaannya menjadi lebih meningkat. Tapi, permasalahan hidup semakin meningkat pula. Dalam gamangnya langkah untuk terus ke Timur atau kembali pulang, Roy berada dalam kesendirian.

di bumi kedap suara begini
mau bilang apa?
kata-kata terucap hampa
atau sembunyi di balik kalbu

ah, ingin aku tak acuh
tapi kupingku malah jadi sakit

aku meronta
dalam kebisingan diri

Rys Revolta

Sajak-sajak menghiasi hidup Roy. Kenangan akan kawan-kawannya juga seakan kian menghalangi langkah Roy untuk terus ke Timur. Tapi, sudah sejak awal Gol A Gong membuat set seolah-olah Roy akan benar-benar mengikuti jejak ayahnya sebagai avonturir. Tak ada yang tahu pasti kemana takdir yang dibuat Gol A Gong akan membawa Roy. Buku ini adalah jelmaan dari kisah Gol A Gong sendiri, menurut saya sih begitu. Ya, berarti setelah ini saya harus membaca lanjutannya. Buku 3 dan 4 yang memuat kisah perjalanan Roy lebih jauh lagi. Pulangkah? Sudah lelahkah? Atau, terus melajukah ia?

[Ayu]

Judul: Balada si Roy 1: Joe Avonturir
Penulis: Gol A Gong
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978 979 22 9028 8
Halaman: 368
Harga: Rp 40.000
Rating: 5/5

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)