Pada Suatu Senja Di Nol Kilometer

Pada Suatu Senja Di Nol Kilometer

Kakiku berpijak pada pasir putih
di bentangan pantai sepi penghuni
Masih kusimpan ranselku di sisi kiri
menemani sepiku di senja hari

Pada satu masa, aku masih menunggu
bayangan yang menghantui setiap pagi
dan dini hari yang tak berbatas waktu
menyelimuti aku dari riak mimpi-mimpi

Aku dan bayangan itu berbicara
tentang petualangan dan perjalanan yang entah kapan
Kami saling bergenggaman, bermain riak ombak
di tepi pantai nol kilometer Kalimantan

Bicara tentang Orang Utan dan biawak kecil
sembari terbangkan pikiran menuju puncak impian
Tanganmu dan aku masih bergenggaman,
meski mulai merenggang, tetap masih saling mengharapkan

Bayangan itu dan aku mulai bersisian
mengikuti gelombang senja yang tenggelam di depan
Terbang bersama buih-buih ombak di ujung cakrawala
Memaksa aku menangis tanpa suara

Di bibir senja, nol kilometer
kudapati diriku tetap sendiri
membayangkan hal-hal tak pasti
yang terus menggamit lenganku melebur bersama pantai mimpi...

Bayangan itu, akankah datang kembali?

Ayu Welirang
Jakarta, 3 Agustus 2012

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)