O, Hidup! O, Puan Pemurung!

O, Hidup! O, Puan Pemurung!

Hidup...

Si puan menghitung cangkang
yang retak dan terasing
Di tepian pantai, pada batu karang
makin malam ia makin pening

Si puan menghitung cangkang
sarisari kehidupan mulai dilego
Makin hari makin kerontang
tak ada lagi cukup telo dan sego

Hidup bagi puan
bukan sekedar duduk termenung
dengan tikar yang dialaskan
untuk sekedar menjadi murung

Si puan cuma punya cangkang
yang dikeruk dari bibir karang
Tak ada hidup yang tak redup
Puan tahu dan tak merasa cukup

Lego, lego lagi hidup,
Puan tak pernah rasarasa cukup

Jakarta, 27 Juli 2012

You Might Also Like

0 comments