Dalam Hidup, Ada Alasan-Alasan Yang Tak Perlu Diungkapkan

Dalam Hidup, Ada Alasan-Alasan Yang Tak Perlu Diungkapkan


Semua adalah filsuf

Cukup muak aku membayangkan
pertanyaan yang cukup absurd
dan memohon untuk tak disingkirkan

Dalam hidup, cukup biasa aku menerima
banyaknya kontemplasi yang menghuni jiwa
Dan jika filsuf adalah para manusia yang mempertanyakan tiada,
akankah mereka yang bertanya dan cari sendiri jawabnya?

Cukup muak aku
menerima bahwa manusia perlu berfilosofi
Mencari alasan, mencari pembenaran
akan hal-hal yang rasanya sudah 'kan pasti

Tapi inilah hidup
yang kian hari kian dipertanyakan
Yang kian meredup
meninggalkan bekas tanpa pertanyaan

Meski dalam hidup,
filsuf pun kadang tak perlu memaksakan alasan
atas semua lontaran pertanyaan

Dalam hidup,
tak semua hal perlu alasan
Ada saja yang tak minta dihadiahi jawaban...

Cukup hidup, cukup...

Ayu Welirang
Jakarta, 05 Agustus 2012
:dalam hidup yang kian redup

Comments

  1. dan terkadang diam dan sepi adalah jawaban yang paling tepat :)

    ReplyDelete
  2. "Explaining humor is a lot like dissecting a frog, you learn a lot in the process, but in the end you kill it."

    ReplyDelete
  3. @Skydrugzbut i won't kill a frog.. gak ada gunanya juga kok. :D

    ReplyDelete
  4. Kadang hidup menjadi sempurna untuk hal-hal yang 'tak butuh alasan'

    ReplyDelete
  5. bagaimana klo hidup dijalani saja???

    ReplyDelete
  6. @Samtapi apa kita tak wajib bertanya? :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)