Skip to main content

Saya dan Pak Tua di Belantara Amazonia

Akhir-akhir ini saya banyak membaca dan menulis. Hanya satu hal yang saya jarang lakukan, menulis ulasan buku. Berhubung hari ini Selasa, jadi apa salahnya kalau saya sempatkan diri untuk menulis ulasan buku lagi. Dan kali ini, sebuah buku keren nan mini berhasil menolong saya dari kesepian yang menyakitkan.

Luis Sepulveda - Jurnalis Bengal Yang
Senang Bertualang
Buku ini saya temukan di tumpukan sastra, berada jauh di antara buku-buku lain yang menarik minat pembaca dewasa ini. Buku dengan sampul menarik bergambar macan tutul ini menyentuh insting membaca saya. Melihat namanya, ternyata penulis luar. Luis Sepulveda. Pantas saja, sinopsisnya tidak familiar kalau disandingkan dengan buku-buku Indonesia.

Buku ini berkisah tentang kehidupan seorang kakek yang menyepi, menyendiri, dan pada awalnya sempat terasing karena istrinya yang tak kunjung hamil dan menjadi buah bibir di seantero desa. Kakek yang bernama Antonio Jose Bolivar ini pun mengasingkan diri ke belantara El Dorado dan terus menyeruak masuk ke daerah pemukim bibit pohon di El Idilio, belantara hutan Amazon. 

Istri Sang Kakek yang malang, tak bisa bertahan. Dirinya terpaksa menahan siksa dari penyakit malaria yang menjangkiti para pemukim. Badai yang kerap kali melanda pesisir sungai Amazon itu dapat dengan mudahnya memporak-porandakan rumah si Kakek di tepi sungai. Akhirnya, sang istri pun meninggal dunia terjangkit wabah malaria mematikan. Sang Kakek yang harus menahan sisa-sisa hidupnya di pesisir belantara Amazon itu, pada akhirnya sempat sekarat pula, tak sadarkan diri. Dia tertolong dan inilah awal kisahnya dalam buku.

Pada saat-saat kritis, si Kakek bertemu suku Indian asli di pedalaman Amazon. Shuar, nama suku itu. Dengan berpakaian seadanya, tak menutup seluruh tubuh, suku tersebut mengajarkan Pak Tua--begitulah sebutan si Kakek--berbagai cara bertahan hidup di alam. Mulai dari membangun pondok yang kuat, makan segala sumber makanan di alam, dan cara bertahan hidup dari serangan hewan-hewan maupun serangga liar di hutan. Dan dalam waktu tak begitu lama, Pak Tua sudah bisa bertahan hidup di hutan. Semua itu hampir saja pupus, kalau saja Pak Tua benar-benar mati karena digigit ular berbisa. Selama berhari-hari, peramu dari suku Shuar mengobati dan menjaga Pak Tua sampai keadaannya benar-benar pulih dari bisa ular. Dan setelah pulih, menurut orang-orang Shuar, Pak Tua mewarisi keahlian ular yang menggigitnya, termasuk kekebalannya terhadap bisa ular.

Cover Buku Pak Tua
Semua itu akan berjalan normal kalau saja orang-orang haus harta yang datang dari kota, memaksa suku asli hijrah ke bagian timur hutan Amazon, semakin merangsek masuk hutan. Di sinilah Pak Tua bimbang, antara tetap duduk di pondok atau ikut semua. Di kala getir, Pak Tua ikut ribut melawan kulit putih yang membunuh saudara Shuar-nya, Nushino. Sayangnya, Pak Tua membunuh kulit putih dengan selongsong api, bukan panah beracun ala Shuar. Dan suku Shuar menangis, mengusir Pak Tua agar pergi jauh saja.

Pak Tua terombang-ambing di pondok. Sampai para pemukim dan penambang emas hadir lagi di pesisir El Idilio. Pak Tua kenal dengan seorang dokter gigi yang memberinya buku-buku cerita tentang cinta. Pak Tua yang lupa bahwa dirinya bisa membaca, mulai perlahan menajamkan ingatan untuk bisa membaca kembali, pelan-pelan. Hampir setiap hari, Pak Tua menunggu si dokter gigi membawa buku-buku terbaru.

Semua ketenangan ini terusik akan hadirnya kabar mengenai kematian-kematian. Semuanya mati dicakar dan dicabik-cabik oleh entah apa. Entah apa tersebut disinyalir adalah seekor macan kumbang betina yang marah karena anak-anaknya dibunuh oleh pendatang. Di sinilah Pak Tua dibutuhkan. Walikota merencanakan sebuah ekspedisi perburuan yang melibatkan Pak Tua, dan pada saatnya tiba, Pak Tua malah tak tega membunuh si macan kumbang. Ada kesenduan yang teramat sangat, dalam diri macan kumbang tersebut. Pak Tua bisa maklum karena macan kumbang itu tak lebih dari kucing besar yang nelangsa hatinya. Anaknya terbunuh, jadi wajar saja kalau macan kumbang itu memburu semua pemburu.

Pak Tua pun pada akhirnya harus membunuh macan kumbang, karena jiwanya terancam. Bagaimanakah keheningan pada pondok Pak Tua akan kembali? Silakan baca sendiri bukunya. Hehe. [Ayu]

Judul: Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta
Judul Asli: Un viejo que leía novelas de amor
Penulis: Luis Sepulveda
Alih Bahasa: Ronny Agustinus
Penerbit: Marjin Kiri
Tahun Terbit: 2006
ISBN: 9789799998040
Halaman: 116 hlm
Harga: Rp 35.000-
Rating: 5/5
Gambar: random google

Comments

  1. Wah gimana akhir nasib Pak Tua ya..Jadi penasaran. Tapi kok tiba-tiba dia jadi membunuh macan tutul itu ya? Terdesak mempertahankan diri atau keiinginan untuk diakui? Maklum diakan pernah terusir :)

    ReplyDelete
  2. hehehehe, dasar, nanggung amat nih reviewnya, kaya iklan aja :P

    ReplyDelete
  3. kok jadi mirip novel Harimau Harimau ya? :D

    ReplyDelete
  4. @SkydrugzEntahlah, ini buku lama.Penulisnya kelahiran 49. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…