Puntung...

Ada sisa-sisa
di muka pintu setengah terbuka...

Perempuan itu mencintai semu,
mencintai abstrak
semacam puntung dan sisa abu.

Bagi sebagian nyawa
puntung hanya sisa bara.
Busuk! Selebihnya tengik dan tak berwarna...

Perempuan menyapihnya, menjaga
dan meletakkan pada gelas kaca...
Semua tertawa
karena sisa bara
tak pernah bisa merasa...

Jakarta, 01072012

You Might Also Like

7 comments

  1. Aku suka kata2nya, Mbak Ayu ^____^..

    Tapi, aku orangnya awam sastra, bingung mo komentar apa -___-"
    Gag bermaksud nyepam, loh, Mbak :D

    ReplyDelete
  2. perempuan menyapihnya, menjaga << duh apa maksudnya aku ga ngerti @_@

    ReplyDelete
  3. bingung, gk ngerti ane :).. maklum bukan org sastra,hehe

    ReplyDelete
  4. @NFkita bebas memenggal kalimat dalam puisi... maksudnya ya ada di bawahnya atau terserah spekulasi sendiri. :)

    ReplyDelete
  5. kunjungan gan,bagi - bagi motivasi
    Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama dipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
    ditunggu kunjungan baliknya yaa :)

    ReplyDelete