31 May 2012

Analogi Roda dan Sepeda

Hidup memang tak melulu sempurna. Ketika kita menuntut kesempurnaan, selalu saja ada hal yang bisa memutarbalikkan hidup, seratusdelapanpuluh derajat berbeda. Seperti saya dan kehidupan. Antara saya dan cinta, juga luka.

Saya tak menuntut sempurna, tapi egois saya berkata ya. Saya harus apa, ketika roda hidup melambungkan saya ada di posisi terjepit dan sulit bangkit. Ada lubang di bawah roda dan saya tak bisa maju jika tak mengangkat sepeda saya. Kira-kira begitulah gambaran hidup saya, saat ini. Entah esok, entah lusa hari. Entah kapan saya akan memahami kenapa roda begitu inginnya meluncur cepat dari posisinya. Mungkin ada yang tak saya jaga, mungkin ada yang tak saya berikan tahanan bagai pemberat rem sepeda. Mungkin seperti itu, kalau saya mencoba beranalogi.

Saya malas menulis. Hidup yang sedang terbalik membuat saya semakin sulit menapak maju. Saya seperti tak rela mengangkat sepeda saya dari lubang yang melumat roda, meski saya bisa maju kembali setelah itu. Meski energi saya harus tercerabut dan tak bisa mengayuh dengan benar, tiba-tiba cepat. Saya tak rela melihat teman tetap bersepeda, sementara saya mengangkat sepeda saya sambil ditertawakan. Saya hanya diam di tempat.

Menunggu dan menunggu.
Menunggu semua sunyi dan saya bisa bersepeda sendiri...

Sungguh, roda ini tak bisa kompromi...

Pupan, 31 Mei 2012

12 comments

5/31/2012 6:53 PM

Hemmm... komen apa yah...
Petromaxx aja lah hahhaha...

5/31/2012 6:54 PM

Bersabar dan bersyukur serta melihat ke bawah kali ya yuk hehehe.... Gimana khabarnya yuk?? semoga sehat2 aja. Maaf baru mampir :)

5/31/2012 8:53 PM

ayo angkat sepedanya, kalo berat bolehlaah minta bantuan sama yang lain, kalo ada yang ngetawain.. biarkan saja toh seharusnya tertawa mereka tidak berdampak apa2 akan kemajuan atau kemunduranmu ;)

6/01/2012 5:41 AM

@NF
Can't agree anymore with this statetement....minta bantuan...manusia itu mahluk sosial. Tidak semua hal harus ditanggung sendiri

6/01/2012 6:13 PM

Kayaknya lagi galau nih..?? hehe.. ^__^

6/01/2012 6:14 PM

bersukur lebih indah sob..

6/02/2012 10:12 AM

ya pake motor donk mbak.
ato ngangkot sjs :p

6/03/2012 11:52 AM

semangat sista!
jangan menyerah!
jika memang bener2 enggak kuat mengangkat sepeda itu seorang diri, mintalah bantuan pada orang2 yg ada di sekitarmu.

Karena kita adalah makhluk sosial. Jika kita meminta bantuan secara tulus, mereka pasti akan mau membantu.

Tak usah repot memikirkan mereka yg suka menertawakan dan mencemooh. Buktikan bahwa kita bisa melalui masalah yg sedang kita hadapi.

Semangat, semangat!!

6/04/2012 8:48 AM

Hehehe ayo nulis =p
Eh aku gara gara baca tulisanmu yang ada si istrinya Eka Kurniawan itu lho, kok lupa sih aku namanya @.@
Aku jadi beli kumcernya yang Larutan Senja. Keren. Sejenis Eka Kurniawan sama SGA ceritanya...

artikelnya keren,, sangat berbobot dan juga signifikan, konkrit dah pokoknya,, semoga artikelnya bermanfaat,,

6/05/2012 8:08 PM

@Anak Rantaubaru sehat. agak berpenyakit jiwa nih. :D

6/05/2012 8:08 PM

@NF:D

Post a Comment