Skip to main content

Weekly Song - Green Eyes

Saya termasuk orang yang idealis terhadap pilihan warna. Kalau saya bilang saya suka biru, ya sudah. Orang lain yang mencoba melakukan intervensi terhadap saya perihal warna kesukaan, akan saya tolak mentah-mentah. Saya suka hijau, dulu sekali. Hijau bagi saya menjadi suatu ketenangan tersendiri. Sampai akhirnya, hijau jugalah yang membuat saya benci. Entah benci darimana, intinya saya jadi tidak suka.

Sama seperti warna, musik pun begitu. Saya termasuk orang yang susah diubah pendiriannya, perihal kesukaan lagu. Kalau saya bilang lagu itu enak, meski orang lain tak bilang begitu, saya tidak bisa dibantah. 

Antara musik dan warna, saya jadi ingat lagu yang terus terngiang dalam benak saya minggu ini. Entah darimana mulanya. Yang jelas, saya tiba-tiba saja memutar lagu Coldplay secara berkala. Tidak satu diskografi yang saya putar, melainkan satu lagu. Lagu yang itu-itu saja. Lagu yang dari judulnya sebenarnya bisa membuat saya langsung memindahkan daftar lagu ke lagu lain. Tapi, nyatanya lagu ini berhasil membuat saya diam. Entah sedang ada apa dengan perasaan ini, yang jelas lagu ini  membuat saya tenang. Sedemikian tenangnya sampai saya jarang sekali blogwalking. Hmm, maaf, yang tadi itu alasan pembenaran. Hehe.


Judul lagu ini Green Eyes. Lagu sederhana yang tidak begitu memuat instrumen. Format akustik dengan drum sederhana dari Coldplay yang seperti biasanya dengan sedikit sentuhan noise atau feedback dari ampli gitar. Lagu sesederhana ini nyatanya indah. Saya sendiri kadang memutarnya secara tidak sengaja. Tiba-tiba saja, lagu ini seolah menghiasi hari-hari saya yang membosankan, di dalam Kopaja saat berangkat menuju kantor. Kadang, lagu ini menghiasi jalan pulang saya dari kantor. Jika sedang melamun di toko buku atau di pinggir jendela besar di lantai 3A Poinsquare, lagu ini dengan sengaja terputar. Seperti mengerti perasaan saya akhir-akhir ini, lagu sederhana ini menemani. Sambil menyaksikan kemacetan di jalan keluar tol Lingkar Luar Jakarta dari pinggir kaca besar lantai tiga A, saya berdendang.

Kadang, saya pun terharu. Sebenarnya, saya sendiri bingung. Seberapa besar pengaruh lagu dan musik untuk saya? Saya sudah lama tidak bermusik. Saya sudah jarang mendengar lagu. Tapi, begitu mendengar lagu yang cocok dengan kehidupan, saya seolah menemukan jiwa bermusik saya yang sempat hilang. Entah karena memang lagu ini cocok bagi orang melankolis seperti saya, entah karena ada faktor lain.

Jadi, tanpa panjang lebar dan banyak cakap lagi, saya akan akhiri ulasan kejadian minggu ini bersama lagu pilihan. Dan bagi yang ingin menikmati lagunya, silakan saksikan saja video ini.


"Green Eyes"

Honey you are a rock
Upon which I stand
And I came here to talk
I hope you understand 
The green eyes, yeah the spotlight, shines upon you
And how could, anybody, deny you
I came here with a load
And it feels so much lighter now I met you
And honey you should know
That I could never go on without you
Green eyes

Honey you are the sea
Upon which I float
And I came here to talk
I think you should know

The green eyes, you're the one that I wanted to find
And anyone who tried to deny you, must be out of their mind
Because I came here with a load
And it feels so much lighter since I met you
Honey you should know
That I could never go on without you
Green eyes, green eyes
Oh oh oh oh [x4]

Honey you are a rock
Upon which I stand

Comments

  1. Izin menyimak dulu yuk, komentarnya menyusul :D

    ReplyDelete
  2. keren kali ya kalo make softlens yang warna hijau ^^

    ReplyDelete
  3. @Anak Rantau Lagunya dominan akustik gitar dan reff terakhir drum baru masuk. Lumayan enak didengerin menurut saya yuk :)

    ReplyDelete
  4. @Anak Rantauwah, didengerin yak? ini cuma curhatan lewat lagu kok. XD

    ReplyDelete
  5. @Ayu Welirang tergantung, hijaunya yang kaya bagaimana.. kalau terang banget malah jelek *yang merasa pake softlens hijau ikutan komen hehe

    btw yu, aku pinjem namamu di postinganku yoo.. :)

    ReplyDelete
  6. nice song :)
    aku juga begitu, mengulang sesuatu/menyukai sesuatu tanpa alasan lain selain suka. aku pernah kena fase 'nonton mrs. dobtfire' waktu masih remaja. setiap hari aku menemukan hal berbeda dan selalu aku catat di diary. yang tercatat sudah 40 kali aku nonton film itu, tapi yang gak tercatat entah sudah berapa kali :)
    aku juga suka denger 'dream on' nya aerosmith. dalam satu album cuma lagu itu terus yg diulang2. don't know why... :)

    ReplyDelete
  7. @NFBoleeeehhhh ajaaa. Royalti. Week. :P

    ReplyDelete
  8. @dunia kecil indiMungkin, kita bisa menyebut itu sugesti pikiran atau terperangkapnya sebuah hal dalam hipokampus.

    ReplyDelete
  9. Saya suka tulisan ini dan lagu ini; dua kesederhanaan menyatu.

    ReplyDelete
  10. yapp betul... nice song.. lembut2 gimana gitu Yu. hehe

    *green eyes,green eyes, oh oh oh oh

    :D

    ReplyDelete
  11. @Salki Sasmitasuka hijau yaaa. ^^ Saya tengok, Salkinside dominan hijau. :D

    ReplyDelete
  12. saya yakin kalau dengar saya nyanyi pasti kecintaan terhadap musiknya langsung hilang, hihi..

    oh iyaa, kalau sampai sekarang masih suka hijau berarti mungkin gak yaa kalau nama blognya green reviewer ?

    ReplyDelete
  13. I like this song,,,,

    happy blogging

    ReplyDelete
  14. gak komen ah, mau dengerin lagunya ja, wew :P

    ReplyDelete
  15. Kalo saya malah jarang banget dengarin musik mba.... coba tak dengerin dulu lagu ini ya... mana tau jadi suka, hehe.

    ReplyDelete
  16. aneh ko' benci warna hijau padahalkan warna hijau bnyk banget manfaatx...,klo hijau jg dipake tuk terapi warna... :)

    ReplyDelete
  17. xixixi..maaf..maaf..kate nih mba, aye kaga demen lagunye, mungkin karne aye kaga ngerti musik kali ye #alibi

    ReplyDelete
  18. saya tadi sempet dengerin lagunya sebentar ayu....dan ternyata lagunya enak kok...menenangkan rasanya.....apalagi untuk orang-orang yang melankolis....hehe...

    ReplyDelete
  19. dulu aku juga penggila warna hijau, tapi sekarang sudah tidak terlalu, sekarang malah suka warna merah.

    manusia memang sering berubah-ubah ya,,.haha... Tapi kalo lihat hijaunya pepohonan, aku tetep suka, kesannya seger buat dilihat.

    btw, sist ayu melankolis? tipikal Perfeksionis donk, hehe...

    kalo aku, malah lagi suka ndengerin Five For Fighting yg judulnya Superman, itupun karena gak sengaja muter, eh ternyata lagunya enak didengerin, haha...

    juga civil war-nya gnr, entah kenapa, kalo nyanyiin lagu itu rasanya jd seperti orang yg sedang protes, hoho...

    #eh, maap aku malah jadi curhat
    :P

    ReplyDelete
  20. simak dulu.. no coment.
    yg pting asyik hihi

    ReplyDelete
  21. enak yu lagunya, saya suka coldplay sih di scientist, yellow sama apa itu judulnya... belum denger yg ini.

    gambar2 dalam videonya menarik
    kamu pinter yah yu! iyyalah, banyak baca. saya iri euy :p

    ReplyDelete
  22. liriknya enak dibaca, pas denger lagunya di youtube ~_~
    ah ternyata gak buruk :D
    biarpun sy bukan penggemar musiknya, tapi bolehlah nambah2 play list baru :)

    ReplyDelete
  23. Hmm... kalo Coldplay, gue paling demen ma The Scientist-nya :D

    Musik tuh emang gitu ya Yu,... penuh warna corak n sifatnya universal. Musik yg Qta rasa enak n asik tuk dimaenin or didengerin belum tentu asik tuk dimaenin or didengerin orang laen. Begitupula sebaliknya :)

    ReplyDelete
  24. @mataharibanyak baca malah bikin bodoh lhooo :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…