Mengenal Musik Grunge Yang Berbeda

Beberapa penggiat musik era 90-an yang sampai sekarang masih mendengarkannya dengan loyal mungkin akan sangat bergembira dengan isu kembali bergemanya musik tersebut. Beberapa aliran musik yang sempat mewarnai pasar musik Indonesia di tahun 90-an akhirnya bisa ditemukan kembali oleh para pecintanya. Maraknya acara-acara musik kaum minoritas, menjadi indikator penting atas kembalinya era musik idealis yang dinantikan.

Salah satu dari berbagai genre 90-an itu antara lain adalah musik Grunge. Dalam beberapa tulisan saya tentang Grunge, yang pernah saya ulas di tautan ini, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya tentang apakah Grunge itu? Nah, pertanyaan kalian akan dijabarkan secara singkat, padat, dan jelas, sebagai bentuk edukasi tentang musik juga. Lumayan bukan? Menambah wawasan teman-teman semua akan musik Grunge yang mungkin masih terdengar asing di telinga kalian.

Menurut sumber yang di ambil dari Wikipedia, Grunge atau Seattle sound adalah sebuah sub genre dari rock alternatif yang muncul pada pertengahan 1980-an di negara Amerika, Washington, khususnya di Seattle. Terinspirasi dari punk rock, heavy metal dan indie rock, grunge umumnya kental dan sarat akan suara distorsi gitar yang berat dan lirik melankolis atau apatistik.


Grunge yang semula hanya muncul sesekali saja (itupun dengan susah payah) pada awal berdirinya, mulai populer dengan kehadiran band legendaris Nirvana. Bervokaliskan Kurt Cobain yang meninggal pada usia 27 tahun, kejayaan Grunge pun sempat memudar pasca kematian Kurt Cobain. Meski banyak yang menyayangkan dan mencoba untuk membangun kembali, nyatanya itu sangat sulit.

Dan dari semua itu, ada satu band yang sejak hebohnya Grunge di era 90-an sampai sekarang ini, masih setia menyuarakan Grunge dan Seattle sound di tengah-tengah pangsa pasar musik yang mainstream dengan pop punk, power punk dan sebagainya. Tahukah apa nama band itu?

Pearl Jam

Yap! Tepat sekali. Band tersebut bernama Pearl Jam. Beranggotakan sang vokalis, Eddie Vedder, dengan suara berat namun mampu berteriak tinggi dan menggema di setiap konser, dengan tambahan anggota yang juga keren. Awal mula saya mengenal Grunge, justru dari band ini. Setelah itu, barulah saya mengenal yang lain.

Cover Riot Act - Pearl Jam
Dulu sekali ketika pertama kali mempelajari gitar secara otodidak, saya melihat buku-buku musik. Lagu yang saya buka pertama kali saat itu adalah I Am Mine, yang mana merupakan lagu Pearl Jam sendiri di album Riot Act yang rilis pada akhir tahun 2002. Merasa tak kenal dengan lagu ini, saya pun mencarinya untuk mempelajari gitar. Lagu inilah yang akhirnya mengantarkan saya untuk mencari lagu lainnya. Dan ternyata, hal itu tidak menyulitkan, karena saya nyatanya sedang membaca majalah M & G khusus Pearl Jam.

Mengapa saya bisa dengan mudahnya menyukai Pearl Jam? Jawabannya mudah saja. Saya memang menyukai tipikal lagu yang bertema kiri alias tema yang sering dikesampingkan oleh manusia di sekitar. Selain tema, tentu saja saya melihat musikalitas. Saya bukan orang yang terlalu suka dengan musik bertipe gedombrongan alias ribut sendiri. Musikalitas masih menjadi indikator bagi saya, apakah musik itu bagus atau tidak. Dan pertama kali mendengar suara si vokalis sendiri, yaitu Eddie Vedder, saya langsung jatuh hati. Oh, betapa suara itu sangat cocok ada dalam diri Eddie.

Eddie Vedder
Beberapa lagu yang membuat saya langsung terkesima dengan musikalitasnya ternyata memang lagu-lagu yang menjadi hits single pada zamannya. Berarti bukan cuma saya yang menyukainya, melainkan hampir seluruh pendengar musik Pearl Jam di seluruh belahan dunia. Dan hal itu seolah mematahkan pemahaman bahwa permainan Grunge harus selalu vandal! Grunge itu harus selalu berdistorsi kasar dan doktrin lainnya yang terlanjur mengakar. Ternyata, Grunge pun bisa dinikmati dengan santai dan tak melulu harus sampai menghancurkan alat musiknya. Kalau pernah melihat permainan live Eddie Vedder dan Pearl Jam di youtube atau kanal video lainnya seperti di kumpulan arsip video live Pearl Jam di sini, kalian baru boleh menilai apakah Grunge harus selalu keras, kasar, dan vandal. Nyatanya tidak lho teman! Apa yang kalian tinggalkan di kotak komentar blog saya beberapa hari terakhir ini terkait Grunge sebetulnya hanya pemahaman secara global, bukan secara khusus. Jadi, dengan rendah hati saya katakan bahwa Grunge juga bisa indah, seperti Pearl Jam.

Sampai sekarang pun, satu-satunya band yang tersisa dari Seattle sound pada masa dulu dan di masa kini memang hanya Pearl Jam yang loyal. Tanpa dipungkiri, meski banyak band luar yang mulai melihat genre ini, belumlah bisa menyamai kedudukan dan perjuangan Pearl Jam yang sejauh ini masih bergema, sejak kemunculannya di medio 90-an. Saya menyayangkan, kenapa Pearl Jam tak juga didatangkan ke Indonesia. Padahal, kalau datang, tentulah saya akan berusaha untuk menabung agar bisa membeli tiket Pearl Jam. Hehe.

Yah, mungkin memang musik ini belum sepadan dengan pangsa pasar Indonesia. Tahu sendiri kan kalau mayoritas musisi Indonesia ini mengejar apa? Idealisme bermusik dan musikalitasnya sudah tak ada. Jadi, kalau ada isu yang mengatakan Pearl Jam ini untuk kalangan atas saja, itu tentu salah besar. Saya tak ingin Pearl Jam dicap seperti itu, karena semua orang yang cinta Grunge dan musik tak perlu membedakan kastanya. Saya cinta Pearl Jam, saya cinta Grunge, dan yang pasti saya tak mau mengkotak-kotakkan itu. Sudah waktunya kita melihat secara objektif tanpa egoisme masing-masing orang, agar Pearl Jam bisa dengan segera didatangkan ke Indonesia. Mari sama-sama rangkul sahabat pecinta musik 90-an dan Grunge yang utama, agar kita bisa sama-sama kembali menggemakan distorsi 90-an! Viva la Grungy! [Ayu]


***


*Artikel ini disertakan pula pada lomba blog bersama Pearl Jam Indonesia dengan tema "Grunge atau Pearl Jam, Tuliskan Pengalaman, Opini, dan Harapan Kamu!"


PJ.ID Blog Competition from HERE


*didedikasikan pula untuk seluruh pecinta musik Grunge. Juga dalam rangka memperingati kematian Kurt Cobain pada 5 April 1994 yang lalu.

sumber referensi:
Gambar random google

Comments

  1. Wow.. Setahu sy kalo mau dengar grunge, dengerin lagunya Nirvana. Tp Pearl Jam? G ada samanya ama Nirvana, dan baru tau kalo alirannya Grunge juga. Trus prnah jg tuh ngedenger kalo Pearl jam komplain ama Creed, krn smacam ada peniruan musikalitas Pearl Jam pada Creed, tp g tau peniruan seperti apa, soalnya jelas beda banget menurutku. Jadi, nih komen ujungnya ke mana? Hahaha :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Grunge is soul. Alice In Chains, Nirvana, Soundgarden, Pearl Jam. Mereka sendiripun gak pernah nyebut kalo diri mereka grunge. Musik mereka juga jelas beda satu sama lain. Tpi mereka berempat dijulukin 4Tiger nya Seattle. "Gods of grunge" jdi menurut saya grunge bukan cuma sekedar musik. Tpi adalah SOUL. Itu aja :D

      Delete
    2. sebenarnya itu kultur dan gembar-gembor media aja sih biar laris. *eh

      :ngacir:

      Delete
  2. @SamBikin kolaborasi prosa yuk Sam. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kolaborasi prosa? Wow ide bagus nih... Hayuk atuh, kpn mulainya dan tentang apa? :d

      Delete
  3. Viva la Grungy :D

    Ayo kita nabung bareng yu, ntar nontonnya barengan juga ya :p

    ReplyDelete
  4. terimakasih atas infonya, saya bukan orang yg benar-benar mengerti musik. terimakasih infonya. salam

    ReplyDelete
  5. jadi ayu ini bisa main gitar juga ya....hebaat....kalo saya sama sekali gak bisa main alat musik apapun tuh....hehehe...

    ReplyDelete
  6. Hehehe..masih gak ngerti soal aliran musik. Saya hanya penikmat musik, main alat musik juga gak bisa. Pernah minta ajari main gitar sama keponakan malah yg ngajarin nyerah duluan #dodol soale.

    ReplyDelete
  7. semoga menaang lombanyaa ^_^

    ReplyDelete
  8. Eh pengetahuanku yang nol tentang musik jadi 'tahu sedikit2' loh setelah baca2 tulisan Ayu... semoga menang ya ^^

    ReplyDelete
  9. pearl Jam !! no comments, pokoke keren poll :D

    ReplyDelete
  10. @Stupid monkeydon't call me daughter, not fit to.. :P

    ReplyDelete
  11. Siapa bilang indonesia tanpa musikalitas? Kalo grunge, indonesia juga ada band grunge lho! Kaya "cupumanik" yg udah go inter, ada "besok bubar", "konspirasi", "navicula", "toilet sound" dll. Grunge emg terpinggirkan di indonesia, tp musik mereka berjaya di telinga kita.

    So, sukses buat kontesnya ea, Yu! ;-)

    ReplyDelete
  12. musik itu memang banyak ya aliranya

    salam blogwalking

    ReplyDelete
  13. kalau nirvana sama pearl jam suka :D abangku yang ngenalin mereka duluuuu
    dan pearl jam aku suka sama yg judulnya last kiss

    ReplyDelete
  14. my first pearl jam song : OCEANS .. hehe :D :P

    ReplyDelete
  15. Grunge??? Pernah dengar tapi tak pernah sampai sangat memperhatikan. Beberapa lagunya Nirvana juga pernah tau, tapi sekedar tau saja tak sampai menikmati. Kalau ini salah satu pecahan dari aliran rock klasik, mungkin aku akan suka.
    Pastinya aku juga sering terganggu dengan lagu yang terlalu banyak distorsi hingga membuat sebuah melodi jadi kacau.

    Pengen cari deh lagunya yang I Am Mine :D

    Mbak Ayu tulisannya keren. Bisa mengalir gitu. Sukak aku bacanya.
    Good luck buat kontesnya ya Mbak :D

    ReplyDelete
  16. Aku belum pernah dengar musik Grunge -_- Tapi sekarang jadi agak tahu deh.. Thanks atas infonya yaa :)

    ReplyDelete
  17. Ternyata ada yg sama suka pearl jam mulai dari album riot act. Salam kenal

    ReplyDelete
  18. Grunge = Nirvana = Kurt Cobain
    Ah kalau inget musik Grunge dan kelakuan pas jaman dulu pas suka Nirvana dengan aliran Grunge'a udah kaya lepas control

    ReplyDelete
  19. @Ayu Welirangkolaborasi prosa? Wow, ide bagus nih... Hayuk atuh, kapan mulainya dan tentang apa?? :D

    ReplyDelete
  20. @Samsudah saya sampaikan via blogmu lagi Sam. :D

    ReplyDelete
  21. @SamMulai senin, tentang perempuan, sampai pra hari Kartini

    ReplyDelete
  22. Ndak ngerti grunge grunge-an. Hihihi...
    Semoga menang ya~

    ReplyDelete
  23. Alice in Chains juga salah satu band seattle sound yang masih ada. meskipun udah gak segahar dulu semenjak ditinggal Layne Staley.
    Pearl Jam juga favorit syh heuheu..

    ReplyDelete
  24. ternyata ada kesamaan diantara kita, sama-sama berawal dari Pearl Jam, Lagu Black cukup merepresentasikan hidup saya di usia 20-25 tahun. Masa yang sangat berat, terpuruk, tersisih, seperti bukan bagian dari masyarakat. Dan memiliki cita-cita itu seperti pungguk merindukan bulan. Dan Eddie mewariskan kesederhanaan, kerendahatian, dan antii glamour... heheheheheheh mungkin kita gak sepakat dengan warisan Eddie...

    ReplyDelete
  25. @eatenangermusic (Greg. Galih Ardhiputra)Hahahaha. Ya sudah, gak apa. Yang penting gak saling bunuh aja biar beda. #eh

    ReplyDelete
  26. Semoga Grunge tetap eksis seperti dulu kala. Semoga sukse. Mohon beri komentar pada tulisanku yang ini ya.- Grunge, Pearl Jam, Masa dulu dan kini

    ReplyDelete
  27. Saya paling suka denger lagu 'Last Kiss','Rats' dan 'Jeremy'

    ReplyDelete
  28. @yoszcaJeremy spoken in claaassss todaaaaayyy :D

    ReplyDelete
  29. "Grunge Is Soul"
    semoga Grunge semakin besar dan membakar, seperti yg di teriakan vokalist Cupumanik (Che)
    dan kalo ada eo yg mau undang Pearl Jam datang ke Indonesia untuk menyerukan Grunge, waaah bs gak makan aku tabung uang buat n0nton sang Pelopor Grunge,,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)