Thursday, March 15, 2012

Weekly Song - Waiting In Vain

Saya tidak begitu mengenal musik-musik selain seattle sound maupun grunge. Di samping musik-musik yang 'nyerempet' ke dua jenis itu, saya kurang paham. 

Sampai saya menghadiri acara blues di tahun baru dan acara pembukaan pameran fotografis "PANC?SILA" yang pernah dibahas di sini. Saya pun jadi lebih sering mendengarkan berbagai macam jenis musik. Yang pada awalnya hanya tahu saja, kini lambat laun bisa mengerti.

Momen tersebut juga mengawali perkenalan saya dengan reggae dan seluk beluknya. Dulu, saya mengenal reggae hanya dari nilai materiil saja. Anak-anak reggae yang gemar bakar 'daun' (saya tak perlu sebutkan daun apa), menggimbalkan rambut, dan sangat kucel-cel-cel. Saat saya menghadiri pameran fotografis itu, saya baru sadar kalau reggae tak sekedar itu. Ulasan tentang reggae, Bob Marley, dan lagu "Redemption Song" pernah saya ulas di sini dan ditulis ulang oleh official tumblr milik 'MusicBandung'.

Bob Marley Happy!


Band Skanking Circle Jakarta, yang mengusung reggae tanpa gimbal, sukses membuat saya terkesima. Pasalnya, mereka membuat bentuk reggae yang berbeda. Mereka membuat bentuk lagu Bob Marley menjadi terkesan 'mewah'. Padahal, aslinya kan Bob Marley yaaaa cuma modal gitar dan instrumen seadanya. Namun, secara keseluruhan saya menyukai lagu-lagu Bob Marley, baik sederhana maupun sudah dibuat mewah.

Minggu ini, saya memutar terus lagunya. Lagu yang saya putar itu berjudul Waiting in Vain. Kalau diartikan, ini tentang seseorang yang menunggu cinta, tanpa ingin sia-sia. Kurang lebih seperti itu. Entah apakah ada pesan sosial yang disisipkan oleh Bob Marley seperti biasa, saya tidak begitu memperhatikan lebih lanjut.

Saya senang mengulang lagu Waiting in Vain karena memang lagunya enak. Liriknya sederhana tapi buat saya ini terbilang indah. Dan bagi yang ingin mendengarkan lagunya, silakan putar saja video di bawah ini.


Bob Marley - Waiting in Vain

I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love.
From the very first time I rest my eyes on you, girl,
My heart says follow t'rough.
But I know, now, that I'm way down on your line,
But the waitin' feel is fine:
So don't treat me like a puppet on a string,
'Cause I know I have to do my thing.
Don't talk to me as if you think I'm dumb;
I wanna know when you're gonna come - soon.
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love,
'Cause if summer is here,
I'm still waiting there;
Winter is here,
And I'm still waiting there.

Like I said:
It's been three years since I'm knockin' on your door,
And I still can knock some more:
Ooh girl, ooh girl, is it feasible?
I wanna know now, for I to knock some more.
Ya see, in life I know there's lots of grief,
But your love is my relief:
Tears in my eyes burn - tears in my eyes burn
While I'm waiting - while I'm waiting for my turn,
See!

I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love, oh!
I don't wanna - I don't wanna - I don't wanna - I don't wanna -
I don't wanna wait in vain.

Silakan nikmati lagunya dan resapi liriknya. Bagaimanakah seharusnya kita menjadi manusia yang mencintai. Harus menyia-nyiakan diri sendirikah, atau mencoba mengikuti alur takdir saja? Silakan resapi sendiri yaaa lagu ini. ^_^

Salam,

Ayu

44 comments:

  1. Btw .. seattle sound dan grunge itu apa ya ... :)
    #Edisi emak2 cuma paham nasyid, pop, rock, kasidahan, dangdut#

    ReplyDelete
  2. @MugniarYaaaa kurang lebih seperti pop rock Bu. :D

    ReplyDelete
  3. Banyak jenis aliran musik di seluruh dunia, bahkan ada yang mencampurkan dengan musik tradisional indonesia.
    Oia di indonesia juga beragam loh musiknya. coba deh diperhatiin, tiap daerah pasti punya ciri khas tersendiri dalam bermusik.
    Semoga sih anak nusantara yang hebat tidak pernah melupakan musik tanah air yang beragam, bahkan banyak orang luar sana yang jauh-jauh hanya ingin mempelajari kebudayaan musik di negri ini :)

    ReplyDelete
  4. @Hiaku HerrySaya juga anak karinding attack kok, musik bambu sunda. Lalu, kalau saya posting gini, emang salah??

    ReplyDelete
  5. sy sukanya musik alternatip yu.... #ygjelasbukandukun :))

    ReplyDelete
  6. kalo saya..cuma tau coconuttrees apa gitu, lupa..*nepokjidat
    eh, waktu dengerin ini...gak sadar ikut begoyang,
    haha

    ReplyDelete
  7. @octarezkaWaaah kalo Bob Marley ini kan legendaris. :D

    ReplyDelete
  8. aku punya temen anak reggae, tapi rambutnya ngak gimbal tuh, ngak juga suka ngisep2. Ngak tahu sih reggae sejati atau bukan. Cuma vespanya aja sampe di cat merah kuning hijua

    ReplyDelete
  9. salam kenal...

    i know nothing about music

    ReplyDelete
  10. @Yan Muhtadi Arbareggae dan semua musik sebenarnya sama kok intinya, apalagi musik jaman dulu yang penuh nafas sosial dan humanisme.

    ReplyDelete
  11. @Skydrugzdan kalau gak tahu, kenapa gak coba cari tahu? :)

    ReplyDelete
  12. widih, dedemenan gua nih bob marley. gua cinta reggae... ehh ada yang mosting tentang reggae. mantappp

    ReplyDelete
  13. Aku suka dengerin reggae, tapi gatau gitu gitunya~
    Itu daun apa mbak? Singkong?

    ReplyDelete
  14. @Tebak Ini Siapadaun ehm.. nama biologisnya, 'cannabis sativa'. *lirik kanan-kiri, takut ada cepu*

    ReplyDelete
  15. grunge itu yang berisik itu ya?? :D enak juga ya lagunya, bikin goyang kepala hehe

    ReplyDelete
  16. @NFWkwkwkwkw. Iya yang berisik banget. Hehehhh.. :DD

    ReplyDelete
  17. cannabis, reggae, gimbal, mas bob, aduuuhhh biunggg .... piss man ... ^^

    ReplyDelete
  18. ini cewek suka seattle sound juga?
    wow keren...

    seattle sound udah ilang ya sekarang ini...

    ReplyDelete
  19. saya ikut nyimak aja ya.. habisnya kurang suka ma aliran ini he...

    ReplyDelete
  20. @Ayu Welirang Hahaha iya, mirip-mirip singkong gitu kan daunnya :p

    ReplyDelete
  21. Walau tidak semua sama, tapi anak reggae sudah diidentikkan dengan membakar "daun" ituh dan rambut gimbal. Salam kenal.

    ReplyDelete
  22. Ada juga ya band regee tapi rambutnya gak gimbal, saya juga pernah lihat pas konser :D

    ReplyDelete
  23. @21inchsmasih ada laaaaah. :D saya kan di scene seattle sound and grunge.. :D

    ReplyDelete
  24. @AlrisItu benar, tapi bukan pembenaran. :)

    ReplyDelete
  25. yees.. tentang Reggae lagi ..

    Band yang saya usung sering banget bawain lagu ini ...
    hehe ...
    bahkan saya sendiri berada di dua scene Reggae dan Grunge yang berdampingan ...

    Big Thumb UP.. Teh ayuu .. :D

    ReplyDelete
  26. aku jarang dengar musik reggae tp bukan gak suka, suka2 aja sama musik satu ini soalnya msih easy listening :D
    diwarnet ada nih anak yg suka bgt ma musik reggae

    ReplyDelete
  27. jadi inget temen kuliah saya dulu, saking cinta nya sama bob marley sampe kamar kost nya penuh dengan poster bob marley...hehe..

    musik reggae memang lumayan enak di denger ya, daripada dangdut...hihi...

    ReplyDelete
  28. @Mami Zidanedangdut tuh bagus, waktu jaman dulu. sekarang udah lebih mengedepankan goyang aja Mama. T_T

    ReplyDelete
  29. @Corat - Coret [Ria Nugroho]musiknya itu memang sederhana Mbak. Tapi yaaa begitulah. Sederhana namun mengena.

    ReplyDelete
  30. Ini salah satu lagu favorit saya.
    Oh ya,kalau kamu mau tahu info lengkap tentang dunia reggae Indonesia saya punya rekomendasi website indoreggae.com

    ReplyDelete
  31. Padahal, aslinya kan Bob Marley yaaaa cuma modal gitar dan instrumen seadanya << -__-"

    tau dari mana mbk ayu ?

    ReplyDelete
  32. @nophex: saya tahu dari wawancara di yutub :p

    ReplyDelete

ON STORE

ON STORE