Saya tidak begitu mengenal musik-musik selain seattle sound maupun grunge. Di samping musik-musik yang 'nyerempet' ke dua jenis itu, saya kurang paham. 

Sampai saya menghadiri acara blues di tahun baru dan acara pembukaan pameran fotografis "PANC?SILA" yang pernah dibahas di sini. Saya pun jadi lebih sering mendengarkan berbagai macam jenis musik. Yang pada awalnya hanya tahu saja, kini lambat laun bisa mengerti.

Momen tersebut juga mengawali perkenalan saya dengan reggae dan seluk beluknya. Dulu, saya mengenal reggae hanya dari nilai materiil saja. Anak-anak reggae yang gemar bakar 'daun' (saya tak perlu sebutkan daun apa), menggimbalkan rambut, dan sangat kucel-cel-cel. Saat saya menghadiri pameran fotografis itu, saya baru sadar kalau reggae tak sekedar itu. Ulasan tentang reggae, Bob Marley, dan lagu "Redemption Song" pernah saya ulas di sini dan ditulis ulang oleh official tumblr milik 'MusicBandung'.

Bob Marley Happy!


Band Skanking Circle Jakarta, yang mengusung reggae tanpa gimbal, sukses membuat saya terkesima. Pasalnya, mereka membuat bentuk reggae yang berbeda. Mereka membuat bentuk lagu Bob Marley menjadi terkesan 'mewah'. Padahal, aslinya kan Bob Marley yaaaa cuma modal gitar dan instrumen seadanya. Namun, secara keseluruhan saya menyukai lagu-lagu Bob Marley, baik sederhana maupun sudah dibuat mewah.

Minggu ini, saya memutar terus lagunya. Lagu yang saya putar itu berjudul Waiting in Vain. Kalau diartikan, ini tentang seseorang yang menunggu cinta, tanpa ingin sia-sia. Kurang lebih seperti itu. Entah apakah ada pesan sosial yang disisipkan oleh Bob Marley seperti biasa, saya tidak begitu memperhatikan lebih lanjut.

Saya senang mengulang lagu Waiting in Vain karena memang lagunya enak. Liriknya sederhana tapi buat saya ini terbilang indah. Dan bagi yang ingin mendengarkan lagunya, silakan putar saja video di bawah ini.


Bob Marley - Waiting in Vain

I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love.
From the very first time I rest my eyes on you, girl,
My heart says follow t'rough.
But I know, now, that I'm way down on your line,
But the waitin' feel is fine:
So don't treat me like a puppet on a string,
'Cause I know I have to do my thing.
Don't talk to me as if you think I'm dumb;
I wanna know when you're gonna come - soon.
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love,
'Cause if summer is here,
I'm still waiting there;
Winter is here,
And I'm still waiting there.

Like I said:
It's been three years since I'm knockin' on your door,
And I still can knock some more:
Ooh girl, ooh girl, is it feasible?
I wanna know now, for I to knock some more.
Ya see, in life I know there's lots of grief,
But your love is my relief:
Tears in my eyes burn - tears in my eyes burn
While I'm waiting - while I'm waiting for my turn,
See!

I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love;
I don't wanna wait in vain for your love, oh!
I don't wanna - I don't wanna - I don't wanna - I don't wanna -
I don't wanna wait in vain.

Silakan nikmati lagunya dan resapi liriknya. Bagaimanakah seharusnya kita menjadi manusia yang mencintai. Harus menyia-nyiakan diri sendirikah, atau mencoba mengikuti alur takdir saja? Silakan resapi sendiri yaaa lagu ini. ^_^

Salam,

Ayu