Skip to main content

Weekly Song - Shadows on The Sun

Minggu ke 10 di tahun 2012 ini, agaknya saya sering sekali mendengarkan lagu ulangan. Maksudnya ulangan di sini yaaa diulang-ulang gitu. Minggu ini lagu yang ada di playlist Winamp saya cukup beragam. Namun, yang ingin saya dengarkan terus adalah lagu dari Audioslave, Shadows on The Sun.

Lagu ini sendiri tidak sengaja saya unduh dari situs hosting lagu. Kok bisa sih nggak sengaja?

Nah, jadi ceritanya, waktu itu saya sedang mencari-cari lagu Audioslave yang Like a Stone. Saya mengunduh lagunya setelah menemukan hasil searching. Nah, setelah saya unduh dan saya dengarkan, hasilnya beda. Lho? Kok lagunya kayak gini? Kan saya cari lagu Like a Stone? Bingunglah saya. Padahal, hasil searching-nya benar. Tapi, setelah saya dengarkan lagunya, ternyata enak juga. Lagipula, saya sangat rindu mendengar teriakan Chris Cornell-mantan vokalis band seattle sound, Soundgarden. Teriakan Chris memang tidak ada duanya. Selain wajah dan rambut panjangnya yang membuat saya tertarik, suaranya pun tak tertandingi. Suara yang serak tapi tinggi; bisa sampai beberapa oktaf lho! Anggaplah Chris ini selayaknya Mariah Carey yang bisa bernyanyi sampai 3 oktaf bahkan 3,5 oktaf! Bayangkan! Bagaimana pita suara kita kalau dipaksa bernyanyi sampai oktaf ke 3? Pasti kalau saya sudah pakai falsetto untuk bernyanyi, karena tidak kuat. Hehe.

Karena saya sering mengulang lagu yang salah unduh itu, saya pun mencoba menyanyikannya. Tapi, satu masalah muncul kembali. Saya tidak hafal liriknya dan saya tidak bisa mencari lirik lagu tersebut, karena saya tidak tahu judulnya. Ya sudah, akhirnya saya coba-coba iseng mencari liriknya, dengan mendengarkan bagian yang jelas. Ketika sampai pada bagian refrain, Chris berteriak dan saya mendengar secuil kalimat yang bisa saya ketik di google. Siapa tahu nanti keluar liriknya. Waktu itu, yang saya ketik adalah kalimat, "People die alone, I'm shadow on the sun! Shadow on the sun!"

Muncul hasilnya seperti ini:

klik saja gambarnya :D

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan musikalitas Audioslave pada lagu tersebut. Saya kira, lagu ini termasuk hits. Hanya saja, mungkin saya yang kurang mengetahui tentang seluk-beluknya. Lagu Shadow on The Sun ini juga juara dalam hal penyampaian tema, tidak hanya pada jenis musiknya. Bagaimana tidak, wong pembentukan band Audioslave sendiri digagas oleh musisi-musisi hebat dari sisa-sisa band hebat juga! Ada Chris Cornell - Soundgarden, Tom Morello, Tim Commerford, dan Brad Wilk - Rage Against The Machine. Mereka semua bergabung dan membentuk Audioslave.

Lagu Shadows on The Sun ini, mengangkat tema umum dalam kehidupan sosial. Tentang bagaimana seharusnya membuat pilihan. Bagaimana seharusnya kita memilih yang benar, karena kesempatan itu nyaris tak pernah datang dua kali. Sesuatu yang telah diperbuat dan merugikan, jelas tak akan  bisa dikembalikan. Dan waktu yang sia-sia akan membuat setiap orang gila, kehilangan semua. Sampai akhirnya semua hilang, yang tersisa tentu saja hanya ingatan-ingatan. 

Kurang lebih, itu yang saya bisa tangkap dari lagu ini. Entah apa pesan yang kalian tangkap, itu tergantung perspektif masing-masing. Oleh karena itu, di bawah ini saya akan menyuguhkan video dari lagu ini. Selamat menikmati.


Audioslave - Shadows on The Sun

Once upon a time I was of the mind
To lay your burden down
And leave you where you stood
And you believed I could
You'd seen it done before
I could read your thoughts
Tell you what you saw
And never say a word
Now all that is gone
Over with and done, never to return

I can tell you why
People die alone
I can tell you I'm
A shadow on the sun

Staring at the loss
Looking for a cause
And never really sure
Nothing but a hole
To live without a soul
And nothing to be learned

[Chorus]
I can tell you why
People go insane
I can show you how
You could do the same
I can tell you why
The end will never come
I can tell you I'm 
A shadow on the sun

Shapes of every size
Move behind my eyes
Doors inside my head
Bolted from within
Every drop of flame
Lights a candle in
Memory of the one
Who lives inside my skin


Selamat menikmati lagunya dan semoga terhibur.

Song Title: Shadows on The Sun
Band: Audioslave
Album: Self Titled
Release: November 19, 2002
Genre: Hard-Rock, Alternative Metal, Alternative Rock, Post-grunge
Rate: 4.5 / 5

[Ayu]

Comments

  1. Hehehe...Nay tipe orang yang jarang dengerin lagu2 asing :D jadi, Nay nikmati suguhan dari mba Ayu aje dah ^^

    ReplyDelete
  2. Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kebahagiaan hehe...

    Izin dengerin lagunya sob :)

    ReplyDelete
  3. @Anak RantauHari ini yaaa hari ini. Kemarin yaaa jangan diingat-ingat. :) Ini lagu sarat makna Sob. Selain saya emang pengen denger Chris Cornell, saya udah terkesima sama tema lagunya. :D

    ReplyDelete
  4. formula baru yang sengaja di racik dalam pembuatannya membuat band ini mempunyai seni musik khas tersendiri, jepol buat Audioslave :D

    ReplyDelete
  5. @Stupid monkeyIya nih. RATM + Soundgarden jadinya jempol! :D

    ReplyDelete
  6. Lagunya emang keren... asik ndengernya

    ReplyDelete
  7. @arr rianSebenarnya, banyak lagu yang sarat makna. Sayang, orang lebih suka yang mainstream. :D

    ReplyDelete
  8. lagu" kayak gini tu sebenernya enak kalo kita tau artinya
    hahaaha google translit

    salam kenal
    follow back yah

    ReplyDelete
  9. liriknya keren deh ayuu
    jadi pengen donlod juga
    oh ya cara bikin judul posting ditengah gitu gimana yaaa XD

    ReplyDelete
  10. wiw, blog biru banget....
    sekaliah terkesima dengan tulisan dan tampilan diawal berkunjung,
    audioslave? download....

    ReplyDelete
  11. wah keren pengetahuan musiknya oke punya ^-^

    ReplyDelete
  12. jadi penasaran dengan lagu-lagunya audio slave..heheh


    salam bahagia dan follow juga ya
    Revolusi galau

    ReplyDelete
  13. @ocktaHahaha! lagunya Chris Cornell gituuu :D

    ReplyDelete
  14. @Ninda RahadiIya liriknya itu setara sama musikalitasnya Tom Morello

    ReplyDelete
  15. Wah wahh.. ini salah satu aliran musik yang aku suka. Tapi kalo untuk dinyanyikan berulang, aku lebih sering dengerin lagu-lagu instrumen gitu. :D

    ReplyDelete
  16. bagaimana dengan Muse. coba dengarin si jenius Matt Bellamy.

    ReplyDelete
  17. @armaeinstrumen apa eksperimental nih? :D

    ReplyDelete
  18. @Lautan Katasuka juga. cuma, ini lagi bahas shadows on the sun lhoo :D

    ReplyDelete
  19. Saya lebih suka waktu masih RATM...

    ReplyDelete
  20. @21inchssaya juga laaah. kan audioslave cuma band campuran dan lebih mainstream daripada RATM

    ReplyDelete
  21. Audioslave memang dahsyat..Vokal Ngerock Chris Cornell+efek gitar khas Tom Morello tiada duanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…