Posts

Showing posts from February, 2012

Membaca Jakarta Lewat Kacamata Ratih Kumala

Image
Siapa di sini yang nggak tahu sama Ratih Kumala? Wah, kalau nggak tahu sih ya kelewatan. Ratih Kumala ini sudah beberapa kali menulis untuk kolom cerpen koran dan cerita bersambung, di Kompas dan Republika. Keren bukan? Susah sekali untuk menembuskan tulisan kita ke dua surat kabar ternama itu, karena yang dipilih hanyalah tulisan-tulisan tertentu, dengan nilai sastra tinggi dan kajian budaya yang cukup kental.
Pertama kali yang saya lihat dari buku adalah sampul. Setelah sampul, kemudian sinopsis di bagian paling belakang buku. Setelah itu, barulah saya melihat nama pengarang. Kalau ternyata pengarangnya cukup ternama, saya sudah pasti akan membacanya. Dan ketika melihat sebuah buku dengan gambar yang etnik sekali, saya langsung tertarik. Sinopsisnya pun menarik! Dan yang lebih menyenangkan adalah, penulisnya itu Ratih Kumala.
Saya membelinya. Buku itu adalah buku yang paling keren di antara deretan buku-buku di Bogor Trade Mall. Saya ada di sana karena sudah berjanji pada keponakan, u…

Opening Pameran Foto-Grafis Bertajuk "PANC?SILA"

Image
Saya tidak begitu mengikuti informasi terkini mengenai dunia jurnalistik dan embel-embelnya. Ketika saya sedang melihat timeline twitter saya, saya melihat twit dari salah satu akun sebagai official account band bernama Efek Rumah Kaca. Ternyata, band tersebut main di acara pembukaan pameran foto dan grafis. Barulah saya mendapatkan info terkini seputar dunia jurnalistik di Galeri Antara. Saya langsung me-retweet twit dari akun tersebut.

Setelah datang informasi tersebut, saya baru mencari di google perihal pameran yang akan diadakan di Galeri Antara. Dan muncul satu informasi paling akurat, beserta flyer acara tersebut. 



Jika ingin melihat lebih jelas, bisa klik tautan di caption pamflet acara tersebut.
Ketika berangkat menuju acara, saya salah besar. Menunggu busway di Pondok Pinang tentu saja bukanlah hal yang benar. Hari Jum'at adalah harinya macet dan busway terlambat beberapa menit. Saya menunggu sampai jam setengah delapan lewat. Akhirnya, busway yang ingin saya tumpangi pun d…

Kisah Mug Baru dan Kopi Liong

Image
Akhirnya selesai juga kuliah semester ganjil ini. Ujian yang melelahkan. Belum lagi sangat menggetarkan saya dari seluruh anggota badan, mulai otak sampai jari-jari, karena saya belum makan siang. Jadi jari saya harus dipaksa menulis di kertas jawaban yang pertanyaannya sangat sulit. Ya sudah, toh ujian ini sudah berakhir dan saya harus siap untuk menyongsong tahap selanjutnya.
Sepulang dari kampus, sekitar pukul tiga sore, saya langsung mengajak kedua teman perempuan saya di kampus untuk ikut ke Situ Gintung. Mereka sepertinya belum tahu seluk beluk Situ Gintung. Padahal, tempat itu tidak jauh dari kampus dan sempat menjadi objek wisata di Banten, sebelum bendungan Situ Gintung hancur dan menenggelamkan kawasan di sekitarnya. Nah, sampai di Situ Gintung, teman-teman saya berfoto dan saya menjadi tukang foto. Setelah itu, saya mengantar salah satu teman ke Giant, untuk mengambil uang. Sambil menunggu, saya melihat-lihat tempat dijualnya peralatan rumah tangga dan mata saya langsung t…

Review: Arc Yellow - Mammals Album

Image
Akhir-akhir ini, beberapa band mulai menelurkan album. Suatu hasil dari kerja keras panjang seorang penggiat band. Seperti halnya penulis yang berhasil menelurkan karya-karya dalam bentuk buku, musisi pun seperti ini halnya. Dan itu berarti, akan ada pemicu untuk musisi lainnya agar segera menyusul band-band yang sudah menghasilkan album. Hasil keringat yang berbuah manis.
Setelah Nifas, band grunge yang mengusung tema-tema sosial dan kehidupan masyarakat, ada Arc Yellow yang  telah berhasil menelurkan karya dalam bentuk full album berisikan sepuluh lagu terbaik. Band yang membawa bendera noise rock experimental ini adalah band yang berasal dari Depok. Saya menonton band ini perform pertama kali pada saat acara tahun baru yang diadakan oleh bang Ghoday di sebuah venue terbuka di daerah Cimanggis. Gitaris yang bernama Imam, teman saya akhir-akhir ini, membawa satu perangkat efek yang sangat menggiurkan. Ah, saya saja mau beli metalzone belum kesampaian. Hehe. Dan riff-riff yang dibawaka…

Canting, Bacaan Ringan Sarat Budaya

Image
Banyak buku yang saya baca. Begitu banyak pula genre-genre yang diusung oleh tiap buku yang berbeda. Ada teenlit, roman klasik, metropop, thriller, misteri, petualangan, self-motivated, sastra, literatur, non-fiksi, buku pengayaan, fiksi, kumpulan cerpen, antologi puisi, stensilan, dan buku-buku dengan genre lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Dari sekian banyak buku, saya bisa memahami, kenapa penulis-penulis buku tersebut harus memilih genre yang memang mereka ingin tuliskan. Dari latar belakang penulisnya, kita bisa tahu, kenapa penulis itu ingin menulis dengan genre tersebut. Apakah atas dasar pangsa pasar apa yang sedang in, atau memang atas dasar kecintaan menulis.
Dari situ pulalah, saya sebagai pembaca, bisa memilah dan menilai, buku apakah yang memang benar-benar cocok untuk saya. Dan sampai saat ini, saya masih cinta dengan berbagai buku kumpulan cerpen dan roman klasik berbau budaya. Pasalnya, saya sedang sangat konsumtif akan buku, akhir-akhir ini. Itu bukan ha…

Review: Launching Album Nifas "Wong Kere"

Image
Sabtu yang lalu, tanggal 10 Februari 2012, hujan yang cukup deras melanda Jakarta dan sekitarnya. Saya berniat untuk berangkat ke acara launching band grunge, Nifas. Band ini mengadakan launching untuk albumnya yang berjudul Wong Kere. Dan ketika saya akan berangkat, "Blaarrrr!" Petir menyambar dan datang hujan besar. Saya harus menunggu sekitar lima belas menit. Siapa tahu saja hujannya berhenti. Karena sejauh yang saya tahu, hujan besar pasti akan reda dengan segera.
Setelah menunggu, ternyata hujan tidak juga reda. Saya akhirnya memutuskan untuk hujan-hujanan saja. Keluar dari kontrakan, langsung disuguhi pemandangan mobil-mobil yang 'macet' di jalan yang luar biasa lebar. Sungguh lucu. Jalan selebar itu masih tidak cukup menampung mobil-mobil yang begitu banyak. Ya maklum lah. Kota besar yang berat dengan gengsi. Tidak pakai mobil ya tidak keren. Duh maaf, jadi melantur kemana-mana. Kembali ke masalah hujan-hujanan. Saya menyeberangi jalan besar itu dengan menghal…

Betapa Birunya 'Baik Untukku' oleh Sister Morphin

Image
Kebiasaan mencetuskan lagu mingguan ini dimulai sejak kapan ya? Hmm, oh ya, sejak saya menulis ulasan tentang lagu Pearl Jam yang berjudul Better Man. Sejak itu, selalu saja ada lagu yang terus menerus diputar di kepala, di fisik winamp atau bahkan saya nyanyikan.
Kali ini, saya sedang gila-gilanya dengan lagu Sister Morphin. Ada yang tahu? Silakan cari di google. Atau kalau malas, silakan mengingat LA Lights Indie Fest yang ketiga. Di antara band-band serupa C.U.T.S, Tigapagi, Wai Rejected dan band-band lainnya, ada Sister Morphin di sana. Saya pikir, lagunya akan sama seperti track sebelumnya. Alunan dengan tempo cepat dan hentakan keras yang kala itu sedang didominasi dengan aliran melodic ataupun semi-metal. Setelah saya sampai pada lagu Sister Morphin, suasana yang mendominasi perlahan jatuh menjadi suasana jazz melankolis. Ya sudah, saya dengarkan sambil merenung. Di ujung perenungan itu, saya malah menangis. Yah, betapa melankolisnya saya...


Saya akhir-akhir ini memang sedang …

Aku dan Biru

Image
Dalam biru aku mengadu
mencerna gaduh membentuk syahdu...

Dan pada biru,
aku meniadakan sebagian nafsu...

Biru yang melumat aku
menenggelamkan jauh
sebagian kalbuku
tanpa menaruh sauh...

Biru yang kian mengharu
menggiring bayu
menerbangkanku...

Jakarta, 07 Februari 2012

Playlist Galau Satnite, Tiga Venus, Sampoerna Mild

Image
Ah ya, sekarang saya menulis lagi. Merampungkan bangkai antologi puisi sampah saya dan beberapa draft novel yang sudah lama membusuk tanpa dibuang, dibakar, dilemparkan ke tengah laut, atau didaur ulang. Ya begitulah saya, dengan mood yang sulit ditentukan. Entah karena saya perempuan, entah karena memang benar-benar tidak punya konsistensi tinggi. Yang jelas, sekarang ini, saya jadi menulis membabi-buta lagi. Dan itu berarti, hidup saya yang agak sedikit tidak karuan, kembali menghiasi saya. 
Beer, kopi, rokok, beli buku sebanyak mungkin, dan malas kerja... Empat hal di atas adalah hidup saya, ketika dulu saya rajin menulis dan saya paling takut kalau itu kembali terjadi. Dan sekarang ini, 50 bahkan 75 persen dari lima hal itu, mulai kembali mengawang-awang dalam pikiran. Dan apa yang saya dapat? Kantong kering, tapi draft novel saya benar-benar rampung. Sebuah kontradiksi yang sangat seksi bukan?
Nah, apa inti dari tulisan ini? Tidak ada sama sekali kok. Intinya, saya curhat lagi, m…