October 2011

Monday, October 24, 2011

Kagum Pun Berdecak Sesak


"Aku Menentang Megahnya Gunung Burangrang - Juli 2010"
bahtera dunia terjaga
tak tertidur demi si kelana
penjelma malaikat namun tak puas meraba
merasa atmosfir kagum dalam sesak nyata

naga-naga lelap lama
menahan kobar api pada bahtera
agar kelana semakin mencinta
sebuah kagum nyata
menyeruak sesak dalam kerongkong rasa

kelana menghirup oksigen semesta
sesak decak dalam kagum tanpa bahasa
tutup mata merasa kurang udara
inilah bahagia, dekat ke langit atmosfir pertama

inilah bahagia dalam sesak
bahtera dunia yang mengundang decak
jauh dari kota berpeluh polusi berkerak...


#hitung mundur menuju pendakian ke Gn. Gede-Pangrango
24 Oktober 2011, 16:46 PM


nb: Doakan saya ya kawan-kawan! :)

Monday, October 17, 2011

Semesta Moksa


Dia sosok sempurna
bahagia dalam kurang dunia
bunuh keluh dalam semesta
emban misi tuk moksa

“hidup ini warna-warni!” katanya
ketika rindu terbawa ke kota
dia pun moksa
dalam rasa bahagia

pilu rindu oleh semesta
kemana sekarang sosok tercinta?
yang selalu berbahagia?
tak lagi emban misi untuk berkata,
“apapun yang terjadi, yang penting bahagia…”

#in Memoriam Mas Pollengsick Crazybaldhead
: semoga kau tenang di sana dan terus bahagia, 
9 November 1984 – 15 Oktober 2011 :

Friday, October 14, 2011

Cara Menyeduh Biji Kopi: French Press (atau Bodum)


Secangkir kopi nikmat, dan yang termudah yang bisa kita buat, bisa dihasilkan dengan French press.

French press set and COFFEE
(pic source)

Press itu terdiri dari penyuling kaca, yang memiliki berbagai ukuran, dan layar jalinan kabel yang melekat pada plunger.

Untuk membuat kopi di French press, jerang air sampai hampir mendidih di ceret. Salah satu kuncinya adalah hangatkan carafe terlebih dahulu sebelum memasukkan kopi, seperti "menghangatkan teko" saat membuat teh.

Tambahkan kopi gilingan sedang atau kopi giling ke carafe kosong yang sudah dihangatkan dengan proporsi yang sama dengan yang kita gunakan untuk cangkir kopi favorit kita.

Tuangkan air yang hampir mendidih ke carafe, tunggu 2-3 menit supaya kopi bercampur, lalu tekan plunger untuk menyaring kopi. Kopi siap disajikan.

French Press with Coffee
(pic source)

Menggunakan French press memastikan tak ada minyak yang terperangkap dalam saringan dan air tak akan pernah terlalu panas, walaupun mungkin ada sedikit ampas di cangkir.

video untuk French Press:


artikel saya tulis ulang dari buku: Chicken Soup for the Coffee Lover's Soul
beli bukunya di sini: http://www.amazon.com/gp/product/0757306292/102-7001014-7473727?ie=UTF8&tag=chisouforthes-20&linkCode=xm2&camp=1789&creativeASIN=0757306292

Wednesday, October 12, 2011

Review: Klepto Opera - Dandelion



Sekilas, kalau kita mendengar kata dandelion, yang teringat adalah bunga. Bunga dengan topi putih layaknya butiran-butiran salju yang akan terbang berhamburan ketika kita tiup bunganya dengan sengaja. Dandelion merupakan jenis bunga yang keras, sekeras kehidupan kota. Tumbuh di dataran yang tidak begitu subur namun ketika butir-butir bunganya menghambur ke udara, dan singgah kembali ke tanahnya, akan menjadi bunga baru yang lebih indah. Kematian individu yang berbuah kehidupan baru.

Dandelion dijadikan judul lagu dari band psychadelic experimental noise asal Surabaya bernama Klepto Opera. Ini merupakan lagu yang sudah cukup lama juga sih, tapi baru beberapa bulan terakhir ini saya memperhatikan permainan instrumen yang tidak biasa, janggal, dan dihiasi kesuraman. Awal saya membuat review ini sejak tahun baru 2011 silam, ketika berkumpul di kediaman Vhatoy Vedder (mantan gitaris Dualisme) di kawasan Cijantung. Saya, Zhygoth Gugurbunga, Vhatoy Vedder, Dom Dondom (SBY), dan Dian Otak Udang (SBY) berniat untuk menghadiri acara tahun baru yang diadakan oleh Ghoday dan sebelum berangkat, menyempatkan diri untuk mengobrol sambil mengomentari lagu-lagu aneh yang dibawa oleh Mas Dom dari Surabaya, salah satunya adalah Dandelion ini.

gambar nyolong dari fb Tokoh Antagonist

YY in red.
Near Death Experienced - A Tribute To Klepto Opera

acara A Tribute to Klepto Opera - Surabaya

Klepto Opera sendiri digawangi oleh Mas YY (Tokoh Antagonist), yang belakangan juga mempublikasikan buku-buku yang revolusioner di dunia perbukuan independent, mungkin mengalahkan buku-buku keluaran Resist Book. Hemat saya, Klepto Opera ini band multi emosi. Setiap bait dan permainan instrumen dalam lagu-lagu Klepto Opera, sarat klimaks. Lagu-lagunya bisa membawa emosi kita naik turun tanpa dinamika pasti, hanya permainan noise dan instrument ganjil yang dimainkan sesuka hati. Memecah emosi kita sampai pada titik emosi tertinggi. Tidak percaya? Coba saja dengarkan lagunya dan simak videonya seperti lagu Dandelion di bawah ini. Rasakan emosi yang perlahan naik, mereda, dan kemudian dipaksa naik kembali dalam lagu ini.


Bagaimana? Sudah merasa meluap-luap dan meluncur kembali seperti dilempar dari gedung pencakar langit? Kalau belum, coba cek kondisi jantung anda! Saya takut kalau mendengar lagu ini, anda akan jadi skizofrenia, paranoia, dan melankolia tingkat VIP.

Lagu seperti ini, tidak cocok buat kalian yang memiliki kondisi otak beta dan mudah mengamuk depresif. Karena otak yang berkondisi beta, akan mudah sekali terintimidasi sampai akhirnya (mungkin), mendengar lagu ini dapat membuat seseorang bunuh diri. Emosi dan kebencian yang sarat dendam tersirat dari lagu ini. Kalau niat mendengar lagu ini untuk menjadi seorang psikopat, mungkin cocok, karena yang dibunuh adalah orang lain. Saya tidak menganjurkan kalian mendengarkan lagu ini ketika kalian sedang depresi tingkat tinggi, karena akan sangat membahayakan hidup kalian dan juga orang lain.

Perasaan pertama yang saya tangkap ketika mendengarkan lagu ini adalah: KEREN!! GELAP!!! FULL OF HATE!!! Dan segudang sisi emosional yang terkuak. Menyeruak dari rongga dada. Saat itu saya depresi dan saya mendengarkan lagu ini. Sekilas, yang saya inginkan adalah menembak mati di posisi kepala. Tapi, setelah melewati fase "musik laser" (ada suatu bagian di lagu ini yang terdengar seperti tembakan laser dan saya sebut itu musik laser) dan turun kembali ke bagian anti-klimaks, emosi saya mereda lagi. Naik-turun-naik-turun setengah-naik tinggi-jatuh, seperti itulah siklus yang terjadi saat saya mendengarkan lagu ini. Sampai sekarang, kalau sedang ingin berdamai dengan hidup, saya menyengajakan diri untuk mendengarkan lagu ini.

Bagi yang ingin ikut bergumam sendu dalam alunan lagu Dandelion ini, saya sudah menyertakan lirik lagunya yang saya minta secara langsung dari empunya lagu, yaitu Mas YY. Berikut ini liriknya:


hush, silence! 
Listen your baby's cry. 
Her mighty performance, before she die. 
Angel is cryin, before she die. 
*** 
"i kill her! When, she's praying my feets!" *ini adalah bagian refrain*


Bagaimana? Ingin sedikit mencoba kegalauan dan kesenduan pikiran? Silakan mendengarkan lagunya secara cuma-cuma di youtube dan bagi yang ingin mendownload berikut ini adalah link download Klepto Opera dan mohon maaf karena hanya bentuk Tribute dari band-band lain dikarenakan saya belum mendapatkan link download dari empunya lagu.

Ini link download dandelion song versi baru cover 
oleh Jefrey Inc. ft Brother D : http://www.mediafire.com/?5ma0c5zqmewa6nw

Untung kontak dan mendengar lagu-lagu lainnya dari Klepto Opera, silakan kunjungi saja langsung ke reverbnation di alamat ini: http://www.reverbnation.com/kleptoopera

Live streaming tanpa video, bisa putar widget dari reverbnation di bawah ini:



Saya hanya bisa memberi satu pesan, "Berhati-hatilah dalam mendengarkan lagu yang penuh emosi ini! Dengarkanlah dan jangan bunuh diri!" 

Salam,

~Ayuu~

Monday, October 10, 2011

Senyum Hati Pada Pagi



pic source

Hatiku, hatimu, hati kita berdua...

Teruntuk hati
yang malumalu berseri
mengharu pasti
memberi senyum pada pagi

yang selalu bersabar
menahan memar
dari luka yang samar

yang selalu setia
menemani duka
sampai pada suatu suka


hati yang lebam
menangisi malam
dalam sunyi dan cahaya padam

pada hati kutitip salam
salam gelisah kekasih malam
semoga bias cahaya terkelam
menyambut pagi
beriring mentari
mempelitakan hati

semoga...
selalu seduka sesuka
bersama dalam kembara rasa
meraup cinta tanpa frasa
sesingkat-singkatnya...

08 Oktober 2011, Jakarta

Friday, October 7, 2011

Rindu di Gelas Kaca


Segenggam kopi membuang resah
sesendok besar gula ikut tertumpah
ini wujud rindu
kepada sesuatu
yang tak minta dirindu

Perlahan terpahat rindu
dalam balut gelas kaca abuabu
uap mengalun merdu
aroma tersingkap malumalu

ini wujud rindu
yang tak berwujud baku
hanya samar abuabu

#merindukopi
07 Oktober 2011, 11:31 AM
(langsung ke LotteMart beli kopi instan!!)

Thursday, October 6, 2011

Cerpen: Kopi dan Kata


Kopi dan Kata


Ini tahun pertama dalam pernikahanku. Aku tak menyangka semuanya akan jadi sulit. Semua jadi tak seperti awal aku mengucap janji suci di gereja dulu. Semua serba indah, serba putih, serba suci. Sampai pada akhirnya, aku dihadapkan pada berbagai permasalahan dalam pernikahanku. Aku tak bisa mengeluh, karena aku sudah terikat. Aku ingin lepas, tapi kurasa, itu  hanyalah egoisme diriku sendiri. Aku harus kuat, aku harus bisa melewatkan semua ini dengan dia, yang selalu setia menemani sulitku.
Telepon genggamku berbunyi dan lamunanku di kala macet yang luar biasa parah, terpecah juga. Aku melihat namanya di sana. Entahlah, harus aku jawab atau tidak. Aku sedang bosan, aku sedang malas berbicara, meski dengan suamiku sendiri. Akhirnya, kuputuskan untuk mengangkat telepon darinya dan agak sedikit berteriak, aku menjawab telepon, “Ya halo! Kenapa? Kamu tau kan? Aku masih di mobil, masih di jalan!”

“Halo? Ya maaf Ta. Aku cuma khawatir, kamu belum pulang jam segini. Aku tadi bawa sesuatu buat kamu. Oke, hati-hati di jalan. Aku tunggu deh kalo gitu. Maaf ganggu kamu lagi nyetir,” jawab suamiku dengan lembut dan sabar, meski sudah aku teriaki dan aku maki-maki, dia selalu sabar.
Sampailah aku di rumah. Yang aku mau sekarang hanya mandi air hangat, menikmati malam di beranda rumah dekat kolam ikan. Relaksasi dan tidur tenang, sebelum jam tiga pagi nanti aku mengerjakan tugas dan berangkat ke kantor sebelum orang lain berangkat. Aku tidak suka kemacetan. Lagipula, akan sangat menyenangkan kalau sampai di kantor sebelum semua sampai. Sedikit kopi bisa aku nikmati sendirian. Pelan-pelan.
“Sinta. Mau ngobrol?” tanya suamiku, ketika aku sedang relaksasi di pinggiran kolam ikan dekat rumah.
“Aku cape. Mau rileks. Ngantuk, entar pagi kan aku kerja lagi, kamu tau kan?!” kataku dengan sedikit sentakan dan pertanyaan yang sepertinya retorikal.
“Maaf, aku cuma mau bilang, kalo kamu cape, nggak seharusnya kita bersama, mungkin.”
Malam itu hening seketika. Hanya suara jangkrik dan gemuruh yang tiba-tiba bersuara. Seketika saja langit menghujani bumi. Kolam dihiasi rerintik dan detik yang semakin terpaksa berhenti. Aku pun ingin menangis namun egoku melarang. Hanya perempuan cengeng yang menangis dan aku ini kuat dan keras, sekeras Jakarta saat ini. Hujan semakin deras dan tangisku pun pecah. Tak ada yang tahu, begitupun dia. Tangisku tersamar derasnya hujan yang awalnya hanya merintik. Seolah-olah, mereka menyalahkan aku atas semua ini.
“Sinta, sayang. Ayo kita masuk. Kita bicarakan pelan-pelan dan dengan hati yang sepi, tanpa emosi,” katanya lembut meski di balik kelembutannya, kurasa dia menyimpan geram terhadapku. Aku, sebagai istri yang selalu egois dan tidak pernah berhenti mengeluh.
Malam itu, kami mengobrol di ruang makan samping jendela. Sambil memperhatikan rintikan hujan yang tidak begitu deras namun cukup besar intensitasnya. Hujan, bukan gerimis. Dia terus berkata-kata dan aku hanya bisa terdiam, menjawab dalam hati sambil terus menghakimi diri sendiri. Tangisku tertahan, ingin ku keluarkan namun tak bisa. Aku terlalu malu.
“Kalau kamu cape sama aku, kamu boleh cari laki-laki yang lebih pantas, Ta. Aku tau, aku nggak bisa bahagiakan kamu, kerjaku aja nggak jelas. Seolah-olah, aku ini hanya jadi parasit,” katanya lagi dan aku terdiam. Hanya bisa menjawab dalam hati.
Aku nggak peduli soal uang, aku cuma cinta sama kamu. Maunya sama kamu, maunya kamu temenin aku terus.Maunya kita punya anak yang lucu-lucu. Cuma, sekarang aku lagi kerja. Cari uang buat kita. Apa kamu nggak ngerti?
“Sinta? Kamu dengerin aku kan? Aku nggak ngancem kamu, tapi kalo kamu nggak berubah, sewaktu-waktu aku bisa pergi. Aku ini laki-laki jalanan yang nggak jelas. Kamu pantas mendapatkan suami yang lebih baik. Kita belum lama, jadi orang nggak akan bertanya-tanya kalau kita pisah,” katanya lagi, memberondong aku. Seperti biasa, aku hanya diam. Diam seperti patung Bunda Maria yang cuma bisa berdiri tegak dan tersenyum ketika aku berdoa dan menangis di depannya.
Nggak gitu. Aku nggak mau gitu.
“Kalo kamu diem, aku tau jawabannya,” katanya. Dia berdiri dan mengambil helm-nya. Entah mau kemana, mungkin dia mau meninggalkan aku.
“Aku pergi, Ta. Semua urusan biar nanti kuurus. Ini semua kamu yang pilih,” katanya sambil tersenyum. Matanya berkaca-kaca dan bisa kutebak, dia pasti tidak rela juga untuk pergi. Pernikahan bukan mainan. Aku tahu dia itu lelaki seperti apa.
Jangan pergi. Jangan pergi. Jangan kemana-mana.
Ketika itu, dia benar-benar mengambil kunci motornya dan membuka pintu depan. Aku masih terpaku di meja dapur dan tidak bisa lagi menahan air mata. Aku menangis sejadi-jadinya. Mengamuk dan aku menendang seisi dapur. Aku menangis bagaikan orang sakit jiwa yang akan disuntik. Semua itu kulakukan agar dia kembali, tapi nyatanya tidak. Aku menghantamkan kepalan tanganku ke kaca lemari dapur dan kucuran darah mulai mengalir. Badanku panas dan saat itulah, seseorang merengkuhku. Memelukku erat. Aku merasa hangat. Aku tidak ingin kemana-mana. Ingin di situ saja, di dalam pelukannya.
“Aku sayang banget sama kamu Ta. Aku mau kamu berubah jadi lebih baik. Jadi perempuan yang lebih sabar dan ikhlas. Jangan banyak mengeluh. Hidup kita nggak akan bahagia kalo banyak ngeluh. Aku nggak mau ninggalin kamu tapi aku sayang kamu dan aku harus pergi. Mungkin kalo aku pergi, kamu bisa jadi lebih baik. Sekarang, janji sama aku, supaya jadi baik. Janji ya?” katanya, menenangkanku. Kupikir, dia sudah menjadi lebih candu daripada obat-obat tidurku selama ini. Tanpanya, aku pincang. Tanpanya, mataku rasanya buta. Telingaku rasanya tuli dan indra perasaku tak bisa merasa. Aku tulang rusuknya dan harus selalu begitu.
Aku baru sadar satu hal, aku memang egois. Sifatku buruk dan aku harus menghapuskan itu, agar aku lebih bahagia bersamanya. Aku sadar atas kesalahanku. Dia merengkuhku semakin erat. Dia membersihkan lukaku dan menghangatkan aku. Aku yang salah. Aku salah karena menafikkan segala kesabarannya selama ini. Maaf…
“Ta, mau kopi? Aku buatkan ya? Buat nemenin kamu ngerjain tugas kantor.”
Aku hanya mengangguk. Dia meletakkan kembali helm-nya dan segera mengajakku duduk di sofa depan televisi. Dua gelas kopi pun hadir menemani. Kopi, hujan, dan kata pun menghiasi malam ini. Kami lebih banyak mengobrol dan tertawa. Baru kali ini aku merasa sebahagia ini. Benar-benar bahagia.
“Ta, lain kali kalo ada masalah cerita ya. Yang perlu kita lakuin cuma ngopi dan ngobrol. Itu semua cukup. Dengan ini, kita bahagia. Cukup kopi dan kata, tanpa emosi.”




Aku tersenyum dan kembali menyandarkan kepala di bahunya. Lelaki yang sabar yang mengajarkan aku mengerti artinya bahagia. Bahagia bisa hadir di segelas kopi dan hujan kata. Tak perlu muluk, tak perlu harta. Semuanya apa adanya. 

dedikasi untuk: Mizan Abdillah, terima kasih atas saranmu ya. Salam rindu selalu, Ayu...

Monday, October 3, 2011

Pengakuan dalam 10 Years Anniversary of REARON!!!


Ok. Ini sih tepatnya kemarin. Sampah Rearon, mengirimkan link ke wall facebook saya perihal lagu dari band Rearon yang ditujukan untuk memperingati ulang tahun Rearon yang ke-10. Berarti, 2 Oktober ya? (correct me if i'm wrong atau bahasa gaulnya CMIIW :* haha!) ==> sudah diralat, ultah Rearon adalah 18 September. :D

HAPPY ANNIVERSARY to REARON!!!

logo Rearon yang nyolong dari facebook Sampah Rearon

Nah, di posting kali ini, saya juga akan sharing kepada blogger semua, lagu dari band Rearon. Disebut grunge, ya memang berkecimpung di scene itu musiknya. Tapi kalau soal genre? Grunge-kah? Karena menurut saya, grunge sekarang sudah lebih identik masuk ke gaya hidup. Jadi, kali ini saya akan menyebutnya genre apasaja. Genre baru buatan saya (*dihajarmusisisetanahkadir).

Melihat persepsi dan kontemplasi masyarakat grunge tentang apakah itu grunge, Rearon membuat lagu berjudul Grunge..??? (dengan tiga tanda tanya yang memojokkan bukan sebagai pertanyaan, tapi lebih ke tekanan pengakuan) ==> Lu Grunge?? Grunge TUH APA SIH SEBENARNYA?!! (karena sekarang grunge sudah selayaknya jajanan pasar saja.. nggak menjiwai kayak dulu lagi. Saya tidak menghina Grunge, hanya mempertanyakan esensi dan eksistensi Grunge saja.)
Begitulah kiranya.

Seperti dikutip dari facebook Sampah Rearon, beginilah kata-katanya:

"‎*10 years anniversary REARON* Lagu ini kami dedikasikan untuk kalian semua yang memproklamirkan diri sebagai kaum Grunge !!!"
Sudah tersiratkan tentang apakah esensi dari Grunge? Kenapa harus menyebut diri kita Grunge? Apa karena Nirvana? Apa celana sobek??? Apa karena mabok? Apa karena kita suka banting gitar??? Dan lain sebagainya.(Kalau saya kontemplasi malah panjang. Langsung aja ke lagunya ya!) Nah, untuk lagu-lagunya, kalian bisa mendengarkan di Reverbnation Rearon. Ini link spesialnya buat kamyu-kamyuuuu sekalian... ==>http://www.reverbnation.com/play_now/song_10425387

Kalau memang buka reverbnation lagi lama, silakan dengarkan live streaming-nya di bawah ini:
ComScore

Untuk kontak dengan Rearon, silakan kunjungi reverbnation mereka di sini: http://www.reverbnation.com/rearon

Dan saya juga mau memberi suatu gambaran dan pengakuan buat para grungers, tentang saya dan teman-teman saya. Ini dalam rangka menghapus citra buruk terhadap Saya, Denting Gemintang, dan Syeira Sarah Hasanniung. Biar kami punya pacar anak band ini, band itu, tapi kami tidak berlindung di ketiak mereka!! Tolong dibaca dengan hati, jangan dengan otak!!!

dengan ini saya menyatakan bahwa Saya, Denting Lintang Gemintang, dan Syeira Hasanniung memang mencintai musik universal dan khususon musik2 seattle sound / grunge, tapi kami bukan ANAK MUSIK atau ANAK GRUNGE!!! Karena grunge itu lebih cenderung ke gaya hidup dan gaya hidup kami bukan gaya hidup wanita yang tukang mabuk, hura-hura, atau begitu begini sama cowok manapun. Camkan itu!!! KAMI BUKAN GROUPIES!!! :) trims...

Regards,

Ayuu x__X (maksud iconnya bukan grunge, maksudnya lagi ngantuk!!)