Skip to main content

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)

Beberapa minggu ini, saya sering nongkrong di pinggiran Situ Gintung. Menikmati angin dari mulai semilir sampai angin yang benar-benar membuat saya menggigil. Saya kerap kali nongkrong di pinggir Situ Gintung, bersama saudara jalanan saya di parkiran Kampung Utan, Ciputat. Beberapa orang di antara kawan jalanan memang lahir sebagai sastrawan dan musisi jalanan. Beberapa dari mereka pulalah yang sering memberikan saya influence akan ragam musik. :)

Dan sejak itulah, minggu ini saya terus memutar lagu Oksigen dari Dialog Dini Hari yang sangat meaningful sekali! :D

Dialog Dini Hari sendiri menurut saya adalah grup akustik yang sangat sastra sekali! Terlebih lagi, Dankie Navicula yang menggawangi Dialog Dini Hari atau DDH memang tinggal di Bali sebagai seniman. Kita bisa lihat dari gayanya yang eksentrik dan sangat seniman sekali! Kalau mendengar lirik-lirik DDH yang sangat implisit sekali maksudnya, jelaslah bisa menggambarkan dengan lebih rinci lagi kalau Dankie Navicula memang seorang sastrawan, sekaligus pemusik, pelukis, pemahat, dan benar-benar seniman yang multi talenta!! *histeris

Dialog Dini Hari (gambar dari reverbnation DDH)

Dankie Navicula & DDH (gambar dari reverbnation DDH)
Kembali ke masalah lagu minggu ini. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, lagu minggu ini untuk saya adalah Oksigen. Kenapa lagu ini? Lagu ini sangat jazzy sekali. Ditambah dengan nuansa etnik dan gitar akustik yang sangat indah dimainkan oleh Dankie. Saya juga tidak sadar telah beberapa kali mengulang sepenggal lirik Oksigen yang berbunyi seperti ini:


Terbang melayang, ke awan, menghilang 
Datang dan pergi sendiri, tak terkendali

Itulah sepenggal lirik yang tanpa sadar sering saya ulangi di setiap tempat yang saya pijak. Itupun tanpa sengaja saya dendangkan. Dan karena itulah, saya mendaulat lagu ini sebagai lagu saya minggu ini. Bagi kalian yang ingin mengetahui, seperti apa sih lagunya, silakan tonton video Oksigen di bawah ini atau kalau mau buffer lagu-lagunya dari reverbnation DDH.

Youtube:

-Oksigen-
Album: Beranda Taman Hati

Segarkan ingatanmu saat menghirupku
Resapi rasa hadirnya diriku

Aku bisa hidupkan dirimu hari ini
Aku bisa..

Terhisap panas dan terbakar
Lalu cemari udara dan trotoar

Aku bisa membakarmu hari ini
Aku bisa.. aku bisa

Dedaun dan mentari ajakku menari
Teriknya hari kuterlahir kembali

Aku bisa datang dan pergi
Aku bisa.. aku bisa

Terbang melayang, ke awan, menghilang
Datang dan pergi sendiri, tak terkendali

Untuk yang mau kontak lebih lanjut dengan DDH, silakan klik saja link-link di bawah ini. :)

Comments

  1. band ini tak hanya musiknya enak di dengar.. tapi liriknya asyik juga ketika didendangkan.. Waktu pertama kali dengar lagu "Beranda Taman Hati"... sampai ngulang berapa kali hingga hapal sendiri lagunya...

    seperti katanya "kekagumanku berbuah cerita, menuai benih di musim semi aku bahagia"

    ReplyDelete
  2. Sepertinya ga kenal dengan lagu ini.... *ketahuankatroknya* haha

    ReplyDelete
  3. @Tarry KittyHolic wkwkwkwkwk. Band akustik etnik Bali ini Mbak.

    ReplyDelete
  4. Videonya yang ngambil goyang2 yah hehehe tapi lagunya lumayan bagus tuh :D

    ReplyDelete
  5. Seniman sejati mereka-mereka ini. Dan lagunya lumayan bagus kok.

    ReplyDelete
  6. perasaan saya sudah komen di sini... tapi kok ga ada... ya sudah komen lagi deh kalo begitu...

    group musik ini enak banget didengerin di malam sunyi. Ingat pas pertama kali berkenalan dengan lagu 'Beranda di taman hati", malah diulang-ulang sampai berapa kali hingga hapal sendiri tuh lagu...

    ReplyDelete
  7. @Belajar Photoshop pacar saya itu yang pake kemeja kotak-kotak.. :3 namanya deni.. :*

    ReplyDelete
  8. @BasithKA bukan lumayan, tapi bagus.. udah beberapa kali ini show di jalan wijaya jakarta. dari Bali ke Jakarta kan jauh tuh, tapi yang nonton banyaaaaaaak banget sampe tempatnya sesak.

    ReplyDelete
  9. @Sam iya sam.. enak banget lagu-lagunya buat santai n merenung

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…