Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

Kisah Hari Yang Melankoli

Senja hari begitu melankoli, seperti kita yang meneguk secangkir kopi... Kerik jangkrik mengalun melodi, mencoba hiasi senja yang tak berirama. Apakah dewa sedang murka? Ataukah dewa senja sedang nelangsa hatinya? Sungguh, tak ku ingini senja yang begini, yang melankoli, yang hanya berbunyi derik jangkrik menggumam melodi, menderau salah dalam kepingan hati...
Denting cangkir kopi kita beradu mesra pada awalnya.
Sampai kepulan asapnya menghakimi kita
atas rasa yang tak lagi sama.
Dan hatimu meradang, meronta.
Memaksaku mengiba kepingannya.

Semburat bayangku melangkah lelah
terhuyung menggumuli senja yang menua
meninggalkan kau dan bayangmu
di ujung temaramnya lampu
Maafkan ku yang terlanjur mampu
untuk menggumam, "Aku bukan rusukmu."

Dan kau kembali meneguk kopi
bersama cangkir pada senja yang melankoli
Mencoba tertawakan hal yang bahkan tak lucu
meski kau jadikan lelucon semu
Ku tahu kau menopengi kepingan
hatimu yang terlanjur menderau kesalahan

Di tengah kau dan aku
bayangan temaramnya lampu

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)

Beberapa minggu ini, saya sering nongkrong di pinggiran Situ Gintung. Menikmati angin dari mulai semilir sampai angin yang benar-benar membuat saya menggigil. Saya kerap kali nongkrong di pinggir Situ Gintung, bersama saudara jalanan saya di parkiran Kampung Utan, Ciputat. Beberapa orang di antara kawan jalanan memang lahir sebagai sastrawan dan musisi jalanan. Beberapa dari mereka pulalah yang sering memberikan saya influence akan ragam musik. :)

Dan sejak itulah, minggu ini saya terus memutar lagu Oksigen dari Dialog Dini Hari yang sangat meaningful sekali! :D

Dialog Dini Hari sendiri menurut saya adalah grup akustik yang sangat sastra sekali! Terlebih lagi, Dankie Navicula yang menggawangi Dialog Dini Hari atau DDH memang tinggal di Bali sebagai seniman. Kita bisa lihat dari gayanya yang eksentrik dan sangat seniman sekali! Kalau mendengar lirik-lirik DDH yang sangat implisit sekali maksudnya, jelaslah bisa menggambarkan dengan lebih rinci lagi kalau Dankie Navicula memang seorang sa…

Konklusi Modus Operandi Pembuangan Perempuan dari Angkot

Ini adalah argumentasi yang ingin saya lontarkan terkait dengan pembuangan perempuan berjilbab tempo hari lalu dari angkutan kota berkode D01: Ciputat-Kebayoran.
Kalau dilihat dari fisik, wanita tersebut memang cantik. Kemungkinan menjadi korban pemerkosaan sekaligus perampokan sangatlah besar. Yang sekarang malah dipertanyakan adalah tentang modus penyerangan dan pembuangan karena melihat kondisi wanita tersebut yang baik-baik saja, hanya memar bekas pukulan di wajah.
Dari laporan pihak berwenang yang saya interogasi balik (setelah dia menginterogasi saya dan teman-teman saya), wanita tersebut memang berasal dari Bekasi dan ketika itu, dia dibawa seseorang sekitar siang hari. Nah, apakah mungkin perampokan dan pemerkosaan terjadi di siang hari? Kan aneh ya? Melihat tampilan wanita tersebut yang sangatlah sopan, dengan jilbab cukup panjang dan memakai rok dengan dalaman celana panjang, belum lagi dia menggunakan kaos kaki, apakah mungkin bisa terjadi pelecehan yang sampai berujung ke…