Skip to main content

Semesta Moksa

Dia sosok sempurna
bahagia dalam kurang dunia
bunuh keluh dalam semesta
emban misi tuk moksa

“hidup ini warna-warni!” katanya
ketika rindu terbawa ke kota
dia pun moksa
dalam rasa bahagia

pilu rindu oleh semesta
kemana sekarang sosok tercinta?
yang selalu berbahagia?
tak lagi emban misi untuk berkata,
“apapun yang terjadi, yang penting bahagia…”

#in Memoriam Mas Pollengsick Crazybaldhead
: semoga kau tenang di sana dan terus bahagia, 
9 November 1984 – 15 Oktober 2011 :

Comments

  1. Itu namanya mbak???
    Masih sedih ya mbak? Hehehe...

    ReplyDelete
  2. “apapun yang terjadi, yang penting bahagia…”

    Setuju skali mbak yu! jempol...

    ReplyDelete
  3. nama aslinya Syarifudin, Na.. masih sedih.. masih bener2 nggak percaya.. pengen nyusul aja, biar bahagia...

    ReplyDelete
  4. Apapun yang terjadi..yang penting bahagia \^^/

    ReplyDelete
  5. ini lagu bikinan dia syam... "Apapun profesinya, yang penting bahagia.. Biar jelek buruk rupa, yang penting bahagia. Melodi!!" T_____T sumpah sedih banget sampe sekarang masih keingetan mas Polleng.. :(

    ReplyDelete
  6. ya semoga tetap bahagia

    ReplyDelete
  7. saya harus bahagia! supaya beliau tenang di alam sana.. :')

    ReplyDelete
  8. pesan yang sangat indah yaa.. "Apapun yang terjadi, yang penting bahagia"... semoga beliau tenang di alam sana, dan yang ditinggalkannya semoga bisa tetap hidup, walaupun itu sebatas di pikiran sajaa... :)

    ReplyDelete
  9. turut berduka cita mbak...semoga amal ibadahnya diterima oleh-Nya
    kehilangan memang menyakitkan, but life's must go on
    tetap semangat ya cantik :)

    ReplyDelete
  10. saya percaya akan ada reinkarnasi dirinya... :')

    ReplyDelete
  11. #arghhh penasaran sy dg mas Pollengmu mbak yuu
    sedih memang ditinggal dg org yang kita kasih, tapi inilah hidup dengan atau tanpanya mbak ayuu pun harus bahagia.

    Semangat yah!

    ReplyDelete
  12. dia orang yang hidup sulit, di daerah lawang Malang.. tinggalnya di hutan pinus, cari uang ya seadanya.. asal ada beras dan lombok, kita bahagia... dia ngajarin orang bahagia, meskipun susah.. dia gak pernah susah, meski orang bilang dia itu orang paling susah... :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…