Skip to main content

Rindu di Gelas Kaca

Segenggam kopi membuang resah
sesendok besar gula ikut tertumpah
ini wujud rindu
kepada sesuatu
yang tak minta dirindu

Perlahan terpahat rindu
dalam balut gelas kaca abuabu
uap mengalun merdu
aroma tersingkap malumalu

ini wujud rindu
yang tak berwujud baku
hanya samar abuabu

#merindukopi
07 Oktober 2011, 11:31 AM
(langsung ke LotteMart beli kopi instan!!)

Comments

  1. TOP!!! Sekarang bener2 deh jadi big fan kamu Yu!!! TOP ini!!!

    ReplyDelete
  2. jadi auss... pesen teh manis ye..:)

    nice postt..

    ReplyDelete
  3. ya ampun..bikin galau aja nih puisinya :D

    akwakwak bener2 deh selalu bkin saya #ahh tau ah :P ahahhaa

    ReplyDelete
  4. saya suka kopi :) tapi jangan kasih saya expresso, hahaha...

    ReplyDelete
  5. sedang burusaha menebak-nebak mas ayu ini :p
    hahahhaa :D

    peace yak :)
    #kaburrrr
    btw ajarin bikin puisi2 tentang kopi dong kapan2 mbak

    ReplyDelete
  6. kenapa yaaa.... tiap kali ngingat kopi malah kepikirannya begadang teruss, tapi ini malah membahasakan kopi.... heheheh

    ReplyDelete
  7. di darah saya dah mengalir kopi... :D jadi cinta banget sama kopi.

    ReplyDelete
  8. Apa sih? Hehe kok mas.. -__-" yaaa ntar kapan2 lah kalo sempet berkontemplasi sama terminal kopi.. :D

    ReplyDelete
  9. kopi itu pilosofinya luas... berbagai sudut pandang sudah di tulis untuk memaknai kopi termasuk puisi ini. hehe..

    saya pencinta kopi, dan kopi kesukaan saya adalah kopi toraja robusta...! :)

    ReplyDelete
  10. duh, belum pernah coba kopi robusta...

    ReplyDelete
  11. Berpilin. menguap bersama udara...'
    rinduku kutitipkan padanya...'

    Keren nie puisinya...

    Salam kenal ya dari Arr Rian,,,'
    suka juga dengan puisi.

    Izin follow ya.. #85 setelah si Bello el Betawi..

    ReplyDelete
  12. Kunjungan balik, just want to say thank u mau jadi Sobat Arr Rian...
    Saya akan tempel blognya di blogger update biar kaalo update bisa langsung meluncur kesini. mbak Ayu jangan sungkan komentar. malah saya sangat senang kalau lansung bilang apa kekurangannya. nanti kan gampang diperbaikinya..maksih

    ReplyDelete
  13. Oke.. Sama-sama. :) Selamat menulis! :D

    ReplyDelete
  14. masih kunjungan perdana,, lom bs komen byk,, cuma lht2 dulu,,hehe

    ReplyDelete
  15. Di Hong Kong, tapi sudah mau pulang kok mbak. Maaf ya, mungkin akan jadi silent rider. Soale pake disQus ga bisa comment lwt HP hehe.

    Trimakasih kunjungannya :)

    ReplyDelete
  16. sama-sama mbak tarry. terima kasih juga untuk kunjungan baliknya. ;)

    ReplyDelete
  17. Mbaknya pecinta kopi banget ya? Huehehe perasaan postingannya banyak tentang kopi...

    ReplyDelete
  18. iya, saya coffee-lovers.. nemenin melankolia-nya saya soalnya :D

    ReplyDelete
  19. tiitiip!!! beliin juga ya! kopi tubruk! :3

    ReplyDelete
  20. titip kopi apa titip rindu kopi? xD

    ReplyDelete
  21. di gelas abuabu, enak pake kopi rasa mocca :)

    ReplyDelete
  22. enaknya espresso atau frappucinno :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…