Skip to main content

Review: Klepto Opera - Dandelion


Sekilas, kalau kita mendengar kata dandelion, yang teringat adalah bunga. Bunga dengan topi putih layaknya butiran-butiran salju yang akan terbang berhamburan ketika kita tiup bunganya dengan sengaja. Dandelion merupakan jenis bunga yang keras, sekeras kehidupan kota. Tumbuh di dataran yang tidak begitu subur namun ketika butir-butir bunganya menghambur ke udara, dan singgah kembali ke tanahnya, akan menjadi bunga baru yang lebih indah. Kematian individu yang berbuah kehidupan baru.

Dandelion dijadikan judul lagu dari band psychadelic experimental noise asal Surabaya bernama Klepto Opera. Ini merupakan lagu yang sudah cukup lama juga sih, tapi baru beberapa bulan terakhir ini saya memperhatikan permainan instrumen yang tidak biasa, janggal, dan dihiasi kesuraman. Awal saya membuat review ini sejak tahun baru 2011 silam, ketika berkumpul di kediaman Vhatoy Vedder (mantan gitaris Dualisme) di kawasan Cijantung. Saya, Zhygoth Gugurbunga, Vhatoy Vedder, Dom Dondom (SBY), dan Dian Otak Udang (SBY) berniat untuk menghadiri acara tahun baru yang diadakan oleh Ghoday dan sebelum berangkat, menyempatkan diri untuk mengobrol sambil mengomentari lagu-lagu aneh yang dibawa oleh Mas Dom dari Surabaya, salah satunya adalah Dandelion ini.

gambar nyolong dari fb Tokoh Antagonist

YY in red.
Near Death Experienced - A Tribute To Klepto Opera

acara A Tribute to Klepto Opera - Surabaya

Klepto Opera sendiri digawangi oleh Mas YY (Tokoh Antagonist), yang belakangan juga mempublikasikan buku-buku yang revolusioner di dunia perbukuan independent, mungkin mengalahkan buku-buku keluaran Resist Book. Hemat saya, Klepto Opera ini band multi emosi. Setiap bait dan permainan instrumen dalam lagu-lagu Klepto Opera, sarat klimaks. Lagu-lagunya bisa membawa emosi kita naik turun tanpa dinamika pasti, hanya permainan noise dan instrument ganjil yang dimainkan sesuka hati. Memecah emosi kita sampai pada titik emosi tertinggi. Tidak percaya? Coba saja dengarkan lagunya dan simak videonya seperti lagu Dandelion di bawah ini. Rasakan emosi yang perlahan naik, mereda, dan kemudian dipaksa naik kembali dalam lagu ini.


Bagaimana? Sudah merasa meluap-luap dan meluncur kembali seperti dilempar dari gedung pencakar langit? Kalau belum, coba cek kondisi jantung anda! Saya takut kalau mendengar lagu ini, anda akan jadi skizofrenia, paranoia, dan melankolia tingkat VIP.

Lagu seperti ini, tidak cocok buat kalian yang memiliki kondisi otak beta dan mudah mengamuk depresif. Karena otak yang berkondisi beta, akan mudah sekali terintimidasi sampai akhirnya (mungkin), mendengar lagu ini dapat membuat seseorang bunuh diri. Emosi dan kebencian yang sarat dendam tersirat dari lagu ini. Kalau niat mendengar lagu ini untuk menjadi seorang psikopat, mungkin cocok, karena yang dibunuh adalah orang lain. Saya tidak menganjurkan kalian mendengarkan lagu ini ketika kalian sedang depresi tingkat tinggi, karena akan sangat membahayakan hidup kalian dan juga orang lain.

Perasaan pertama yang saya tangkap ketika mendengarkan lagu ini adalah: KEREN!! GELAP!!! FULL OF HATE!!! Dan segudang sisi emosional yang terkuak. Menyeruak dari rongga dada. Saat itu saya depresi dan saya mendengarkan lagu ini. Sekilas, yang saya inginkan adalah menembak mati di posisi kepala. Tapi, setelah melewati fase "musik laser" (ada suatu bagian di lagu ini yang terdengar seperti tembakan laser dan saya sebut itu musik laser) dan turun kembali ke bagian anti-klimaks, emosi saya mereda lagi. Naik-turun-naik-turun setengah-naik tinggi-jatuh, seperti itulah siklus yang terjadi saat saya mendengarkan lagu ini. Sampai sekarang, kalau sedang ingin berdamai dengan hidup, saya menyengajakan diri untuk mendengarkan lagu ini.

Bagi yang ingin ikut bergumam sendu dalam alunan lagu Dandelion ini, saya sudah menyertakan lirik lagunya yang saya minta secara langsung dari empunya lagu, yaitu Mas YY. Berikut ini liriknya:


hush, silence! 
Listen your baby's cry. 
Her mighty performance, before she die. 
Angel is cryin, before she die. 
*** 
"i kill her! When, she's praying my feets!" *ini adalah bagian refrain*


Bagaimana? Ingin sedikit mencoba kegalauan dan kesenduan pikiran? Silakan mendengarkan lagunya secara cuma-cuma di youtube dan bagi yang ingin mendownload berikut ini adalah link download Klepto Opera dan mohon maaf karena hanya bentuk Tribute dari band-band lain dikarenakan saya belum mendapatkan link download dari empunya lagu.

Ini link download dandelion song versi baru cover 
oleh Jefrey Inc. ft Brother D : http://www.mediafire.com/?5ma0c5zqmewa6nw

Untung kontak dan mendengar lagu-lagu lainnya dari Klepto Opera, silakan kunjungi saja langsung ke reverbnation di alamat ini: http://www.reverbnation.com/kleptoopera

Live streaming tanpa video, bisa putar widget dari reverbnation di bawah ini:



Saya hanya bisa memberi satu pesan, "Berhati-hatilah dalam mendengarkan lagu yang penuh emosi ini! Dengarkanlah dan jangan bunuh diri!" 

Salam,

~Ayuu~

Comments

  1. Wah mbaknya suka lagu-lagu begituan ya? Huehehe...
    Pengen deh difoto lagi niup dandelion. *eh*

    ReplyDelete
  2. Hmm sudah puter videonya..
    Kirain bahas apaan mbak ini.
    penggemar beginian toh ternyata..hmm

    Videonya sih lumayan suram dgn darah2.
    tapi kayaknya gak bakalan bkin saya sampai niat bunuh diri deh :)

    ada juga komik yang judulnya dandelion loh :D
    berdarah-darah juga..
    kenapa bunga dandelion yang menurut saya punya kesan tersendiri jadi aneh gitu yak ..

    ReplyDelete
  3. lagu? lagu apa aja kok.. tergantung mood. saya nggak bisa benar-benar mendengarkan satu genre musik saja, karena mood saya sering berubah. tapi kalau loyalitas, di scene seperti ini saya loyal kok. :)

    ReplyDelete
  4. Koil sama ini duluan ini kali Lang.. Cuma mba lupa tanya sama yang punya band, ini dibentuk kapan...

    ReplyDelete
  5. padahal dandelion kan perlambang harapan yak.. saya juga gaktau kenapa dah.

    ReplyDelete
  6. maaf.oot..

    Gimana caranya dapat buku?

    ReplyDelete
  7. saya nulis antologi puisi, blum ada first readernya... mau?

    ReplyDelete
  8. mbak iniii tampang doang kalem.... lagunyaaaa.... hahaha

    ReplyDelete
  9. Dear.

    jujur gw akui.... sulit memehami jalan cerita tulisan diatass..... maaaffff yyyooo mbak.... jangan marah..... banyak yang gw gak faham sama sekali...... but good angle...


    regards.
    ... Ayah Zahia ...

    ReplyDelete
  10. ? ini kan review lagu... jadi suka-suka saya mas.. :D

    ReplyDelete
  11. enak mbak! free jazz.. :D ehehehehe.

    ReplyDelete
  12. Wawww ini tulisan bagus yu.. Keren ya jadinya kalo dah berpengalaman nulis ky gini.. Selera musik mu ndukk wahahaha.... Sep lah pokoknya .. Life must be fun.. :) Smilee

    ReplyDelete
  13. Haha...Ok kapan di casting akunya?? :p

    ReplyDelete
  14. son, kamu domisili mana emangnya? ke jakarta sini huahahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…