Melankolia: Bak Sampah Tetangga

melankolia... serta merta memungut rindu...
dalam bak sampah tetangga baru...
rindu:
jangan sembarang buang
hatimu bukan binatang
belahan jiwamu kan tak jalang?

aku:
tidak...
hatiku terperah marah!
menjadi busukan merah darah...
hancur berkeping, terurai resah.
hina dalam ruah bak sampah

perlahan, rindu menghilang jarang...
singgah di bak sampah...
terkikis,
dengan mikroba organis...

#di mana entah
-26 september 2011, 01:50 PM-

original post at: http://kemudian.com/node/258804
bagian pertama: Melankolia: Debu di Beranda

Comments

  1. aaa sastra... I'm not really into sastra, cuma sebagai penikmat dan paling ngga bisa bikin kata2 puitis. makanya, kagum banget lho sama yang bisa bikin susunan kata2 begini...

    (dan memberikan kesan gimanaa gitu ke dalam hati. hehehe :D)

    ReplyDelete
  2. saya juga nggak begitu suka sastra sih... cuma yaaa saya ini seorang pecintakata.. jadi harus sering mengeksplorasi kata-kata :)

    ReplyDelete
  3. hohoho.. bagus nih mba.. :D komen2 lagi mba di blogku juga.. :DD

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Keajaiban di Pasar Senen

Weekly Song - Oksigen (Sastra Akustik Dialog Dini Hari)