Skip to main content

Bonjour Francais! I'm just too obsessed with you!

Let me, let me, let meeee go to Franceeeeeeeeeeee!!!
Yeah, you should know that I WAS TOO OBSESSED WITH FRANCE!!

France, there's a lot of people in France, share their love, even if they are not a couple. Every people in France can share love with everybody, because they know that they live in a beautiful country with a lot of LOVE spread in the air!


There are many place and space that can make us imagine about everything, such as, Louvre Museum, Eiffel Tower (of course!), Notre-Dame, Arc de Triomphe in Paris, Chateau Josselin in Brittany, and vineyard in Burgundy!!!

France can make 60 million of tourist and travellers interested with it's geographical condition. Tourists from England will spend their holiday in Dordogne Valley, Spain peoples will spend their holiday in Biarritz and St Jean de Luz at Basque, and Ireland peoples will spend their holiday in Lourdez. France can grow the economical condition with the tourism and how much money that tourists have spend there...

And now, i'm too obsessed with France. I already looking for the scholarship to be applied at La Femis, the France state film school. :) Obsessed with movie developing, LOVE, hot chocolate in the fine afternoon under the Eiffel Tower (such a cool scene!), the classic building, absolutely in France. :)

Je t'aime Francais!!


Louvre Museums


Gargoyle Demon in Cathedral


Notre Dame Cathedral


Eiffel Tower


Arc de Trioumphe

Comments

  1. Ouh, paris!!! Edensor right!!???

    ReplyDelete
  2. bukan edensor.. ini kesenengan gw sendiri kok... gw lagi apply beasiswa ke la femis nih... Paris dooong!!! doain yah ndrowww, siapa tau gw lolos.. amin.. :)

    ReplyDelete
  3. Amin..
    Goodluck, mau masuk lewat jalur beasiswa???
    jadi inget cita-cita waktu masih STM dulu, Swiss. Yeah, that's my dream.. :)

    ReplyDelete
  4. om gw punya rumah di swiss, ntar kalo gw ada duit, mau mampir sana ah... amin.

    ReplyDelete
  5. Nice to know you :)
    I am Renata. How's with ur scholarship? Do u get it?
    Hemm kalo boleh tau beasiswa apa yang kamu applied, S1 atau S2?

    Sorry kalo banyak nanya :)

    ReplyDelete
  6. moi aussi. salutation de l'Indonésie

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebuah Ulasan Personal Untuk Album Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku (2014)

Menerima album Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku di meja kerja (waktu masih kerja), sama rasanya seperti saat menerima album OK Karaoke – Sinusoid di meja rumah. Ada rasa puas yang mengalir ketika memiliki album-album dengan package lucu-lucu itu, dan tentunya dengan materi yang tak lekang didengar telinga. Dan setelah saya cukup intensif mendengarkan lagu-lagu DDH—begitu grup musik folks ini biasa disapa—seperti biasa saya akan mengulasnya di blog ini. Sebelas track di album terbaru Dialog Dini Hari yang rilis 2014 ini agak sedikit berbeda dari album-album sebelumnya—saya agak lupa bulan apa rilisnya, kalau tidak salah saya membeli album Dialog Dini Hari ini sekitar bulan Juni-Juli. Mengapa saya katakan sedikit berbeda? Karena memang beda! Hehe. Dialog Dini Hari tetap membawakan musik yang sederhana, dengan permainan gitar akustik Dadang "Pohon Tua" yang melenakan itu, disambangi pertemuan bass Brozio Orah, dan drum dari Bli Deny Surya. Folks apa balada yang hidup dari kese…

Keajaiban di Pasar Senen

Kalau tidak salah ingat, saya pernah punya janji untuk mengisi blog ini lagi dengan ulasan buku. Dan kalau tidak salah ingat juga, saya pernah berjanji di tulisan sebelumnya kalau saya akan mengulas tentang buku yang memotret kehidupan seniman jadi-jadian di sekitar Pasar Senen, pada tahun 1950-an yang sudah lalu. Berhubung hari ini sedang ingin menulis, mungkin akan saya munculkan sedikit cerita tentang seniman Senen yang dipotret dalam tujuh belas cerpen garapan Misbach Yusa Biran.
Awalnya, tak banyak kisah yang diceritakan oleh Misbach Yusa Biran. Almarhum Misbach diminta menulis tentang kehidupan di Pasar Senen berikut senimannya atas usul seorang kawan dari sebuah majalah. Ketika tulisannya naik ke redaksi, ternyata tulisan itu hanya jadi semacam pengisi ruang kosong di majalah itu saja. Tapi, tanpa disangka-sangka, kisah yang ditertawai Misbach itu, rupanya ditertawai juga oleh para pembaca. Karena hal itulah, Misbach mulai giat memotret kisah para seniman Senen yang menamai di…

Mengatur Prioritas Budget Wedding Outdoor di Bandung

Hai! Selamat datang di posting blog pertama di bulan Maret ini sekaligus posting pertama setelah menikah. Kali ini, saya mau membahas tentang tips menyusun acara pernikahan outdoor tapi hemat. Hahaha. Ya, Alhamdulillah, 25 Februari 2017 lalu, saya resmi menikah. Sepanjang melewati proses persiapan pernikahan dan segala printilan lainnya, saya cukup kalem. Rusuh dan gugupnya malah pas udah mau masuk akad nikah. Tapi, setelah seminggu berlalu, kini yang tersisa hanya foto-foto yang jumlahnya ribuan dan hasrat untuk sharing tentang apa saja yang saya pelajari dari mempersiapkan pernikahan. :))

Pernikahan saya sebenarnya direncanakan secara dadakan. Awalnya, saya memilih tanggal di bulan April untuk acara pernikahan. Namun, karena satu dan lain hal, juga karena jadwal kuliah yang semakin padat dan bentrok, akhirnya acara itu saya majukan ke bulan Februari. Jadilah, saya dan suami mengurus segala hal secara dadakan. Hampir semua koordinasi dilakukan melalui whatsapp, dan untuk pemilihan v…