Bilik Pengasingan Untuk Perindu

Tuesday, August 9, 2011

Bilik Pengasingan Untuk Perindu


sayang, izinkan aku membagikan kisah pengasinganku dalam skizofrenia rindu...

dakwaan jatuh tersebab rindumu terbunuh*, tercacah satu demi satu,
menjadi potongan kecil yang tak terhitung waktu.
dan aku harus dijerujibesi, bersama janji
yang manis mengharu biru, atas rindumu...
semua ketakutanku memiliki rindu,
menjelma sipir penjara, yang menjagaku dalam jeruji hatimu...


kenapa aku tetap tak bisa membunuh rindu kepadamu?
walau telah kucacah satu-satu hatimu?
dan kubiarkan otakku menggila, tenggelam dalam skizofrenia
paranoia cinta

aku menggila di pengasingan,
skizofrenia...
dan seketika, aku berharap cacahan rindu itu bersatu padu,
kembali kepadaku, walau aku harus merekatkan pelan-pelan
dan kuperhambakan
kepada
mu...

dan pada hari akhirku di pengasingan, izinkan aku mengucapkan
kata-kata mesra untuk terakhir kalinya, pada cacahan rindumu
yang telah aku rekatkan
dengan sebagian
kenangan
ku...

sayang, sesungguhnya rinduku benar padamu
sebelum aku menjadikannya abu-abu...
karenamu kupenjarakan rinduku
dalam bilik para perindu
dan berakhir dengan penantian
dalam pengasingan
di bilik harapan...

ah sayang,
entah kapan rindu itu berpadu...

-dari aku yang membunuh rindumu-
20 Juni 2011


postingan original di : http://kemudian.com/node/256238

yang ditandai (*) adalah referensi penggunaan diksi dari mbak kupukupumerahmuda / pikanisa

2 comments :

  1. hmm tantangan.. dapet berapa dari pikanisa?

    ReplyDelete
  2. dapet 6, tapi setidaknya lebih tinggi dari lestari jingga

    ReplyDelete