Wednesday, May 6, 2009

Pendidikan Mahal = Kapitalisme



Beuh. Bingung nih saya. Saya baru kelas 2, tapi saya bingung mau lanjut kemana? Padahal, saya sekolah di smk tapi saya pengen lanjut sekolah dan bingung mau kemana. Sekarang ini, sekolah tambah mahal dan sepertinya, iming-iming sekolah gratis ya memang cuma iklan aja.

Mulai tahun 2009 ini, masyarakat dijanjikan sekolah gratis untuk tingkat sd dan smp. Janji yang mulai diiklankan sejak masa tenang pemilu mendapat sambutan baik di masyarakat. Tapi, tahukah kamu? (hhi..)

Janji itu hanya berlaku untuk sekolah negeri. Padahal, faktanya, banyak anak yang tidak tertampung di sekolah negeri dan terpaksa harus bersekolah di sekolah swasta. Untuk itu, tentu saja mereka tetap harus keluar biaya.

Sedangkan, untuk tingkat SLTA, belum ada sekolah gratis. Artinya, seluruh masyarakat harus menanggung banyak biaya demi kelangsungan sekolah anak-anak mereka di SLTA, negeri atau swasta. Ambil contoh sekolah di Bogor yang mematok biaya masuk sebesar 5juta. Edann!! Mau pintar aja kok susah?! Padahal, kalau sekolah dimurahkan atau bahkan digratiskan, akan terlahir banyak generasi yang pintar dan bisa menambah pemasukan negara juga. Tapi, masih aja, pemerintah tetap timbang-timbang dulu untuk yang satu ini.

Penyelenggaraan pendidikan, hanya sebagian dari pengaturan berbagai urusan masyarakat. Corak pengaturan urusan-urusan masyarakat, termasuk pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ideologi negara. Mahalnya biaya sekolah adalah dampak logis dari diadopsinya kapitalisme oleh negara ini. Kapitalisme nyata-nyatanya 'mengharamkan' peran negara yang terlalu jauh menangani urusan masyarakat. Dalam ideologi ini, peran negara harus diminimalisir. Dalam sistem ini, negara memang dibuat untuk tidak memiliki kemampuan membiayai urusan masyarakat. Soalnya, kapitalisme menetapkan, sumber-sumber yang dimiliki negara harus diserahkan kepada swasta. Contohnya, BUMN yang milik negara. BUMN tersebut akan diprivatisasi dengan cara, dijual kepada swasta. Dengan begitu, negara tidak memiliki sumber-sumber kekayaan alam sebagai pendapatan yang bisa membuat negara mampu membiayai urusan masyarakat seperti pendidikan.

Ideologi ini juga mengharuskan urusan masyarakat diserahkan kepada swasta. Semua sektor harus dibuka untuk swasta dan dijadikan lahan bisnis termasuk pendidikan. Wah.. wah.. Pantesan aja sekolah mahal!! Sekolah tiba-tiba menjadi barang mewah nan mahal. Kalaupun ada sekolah gratis, itu hanya sampai tingkat SMP yang benar-benar wajib belajar 9 tahun. Itu juga hanya untuk sekolah negeri. Sekolah lanjutan hanya untuk orang-orang yang benar-benar bisa membayar biayanya, dan bukan untuk orang miskin. Adanya sekolah gratis, sudah dianggap keren dan waw bagi masyarakat. Karena agak meringankan biaya pendidikan masyarakat. Tapi, sedih juga ternyata. Naasnya pendidikan.

Sedih memang. Pemerintah kita tidak memiliki cukup sumber daya untuk membiayai pendidikan.

Coba aja hidup kita kaya game travian, mungkin sudah tiap hari kita bisa sekolah gratis sampai jenjang yang lebih tinggi. Wah.. wah.. Tabahkan saja hatimu ya wahai pemerintah.

Sunday, May 3, 2009

Alfie the Movie




Yah. Ini cuma review doang. Film yang tadi baru aja selesai aku tonton. Film yang mengisahkan tentang laki-laki muda, ganteng, wow, keren, dan modis yang selalu bertemu banyak wanita. Karena, prinsip hidupnya adalah 'Wine and Women'. Women ya bukan woman. Soalnya perempuan yang dia temuin cukup banyak. Dan tidak sedikit dari mereka, dia jadikan cem2an alias kekasih. Ada yang dia cintai, ada juga yang dia jadikan mainan saja. Tapi, tagline dari film ini saja sudah, 'Meet a Man Who Never Met A Woman He Didn't Love'. Jadi, si Alfie ini selalu terlibat cinta. Dari mulai yang tiba-tiba dan tidak terduga sampai ke cinta lamanya. Dan ketika itu, dia menyia-nyiakan cinta itu. Sampai harus kehilangan ke-4 wanita yang dia cintai. Setelah menyakiti hati wanita yang satu, dia juga menyakiti hati yang lain. Tapi, pada akhirnya dia menyesal dan ingin kembali pada wanita itu. Mulai memohon ke wanita yang pertama sampai yang terakhir, tapi dia tidak diterima oleh wanita-wanita itu.



Sudah terlambat bagi Alfie untuk mengharapkan cinta mereka. Yang pertama, wanita bernama Julie, tidak menerimanya bukan karena dia tidak sayang pada Alfie, tapi karena dia sudah memiliki orang lain pengganti Alfie. Sedangkan, wanita kedua tidak lagi menerima Alfie karena dia sudah bersama sahabat Alfie. Wanita ketiga, karena dia sudah mendapatkan laki-laki yang lebih muda dari Alfie. Terakhir, wanita ke-4 bernama Dorie, sudah sakit hati pada Alfie.

Alfie akhirnya menyesal dan dia masih tetap bisa tersenyum. Toh, akhir-akhir cerita, dia mulai percaya pada keajaiban Tuhan. Dia percaya kalau Tuhan akan memberikan dia jodoh yang tidak tahu kapan akan datang. Tapi, untuk sekarang, Alfie akan berhenti mencintai banyak wanita. Dia hanya akan fokus pada satu wanita saja.

Yeah, well. That's it!