Jangan Dipaksa

diriku:
sudah tujuhribuduaratus detik
terduduk tanpa bisa memantik
apiapi kata dari otak yang panik

hai puisi, jangan dorong aku begitu!
aku tak mau dihantui tulisanku
dan hurufhuruf bersatu padu
menuntut katakata baku



puisi:
daritadi aku menunggu
jarimu bergelut dengan bukumu
dan pensil kayu jelekmu
menulisku dengan hatimu

tapi aku tidak mendorongmu
juga memaksamu berpikir
cuma ingin kamu tahu
bahwa aku ini mengalir

dari otakmu menuju hati, jangan dipaksa lah...

#puisi acakacak dari hati yang terkoyak
(my page: http://id.kemudian.com/node/238586)

You Might Also Like

6 comments

  1. Eh, sumpah aku jatuh cinta dengan tulisan kamu kali ini.

    Ada cerita tentang kamu, bagaiman pengin nulis puisi

    ReplyDelete
  2. hmm, nulis puisi? saya bisa nulis puisi kalau saya tidak bisa berpikir sama sekali.. hehehe. kondisi writer's block itu lebih baik untuk nulis puisi.. salam.

    ReplyDelete
  3. Buset deh mbak lagi WB aja bisa nulis puisi...
    Aku yang gak WB aja gak iso hahaha,
    Tapi gatau ya mbak, aku kalo blogging belum pernah blogger block tapi untuk masalah tugas kuliah kok rasanya student block terus hahahaha jadi curhat deh gue~

    ReplyDelete
  4. samaaaaaaa kalo kuliah sih bukan student block tapi gara2 "studiousness block" =))

    ReplyDelete
  5. Belum lagi selain SB saya menderita Alergi ilmu pengetahuan mbak. Setiap kelas yang ada matematikanya langsung migrain, pas udah pulang segar kembali hahaha. *curhat*

    ReplyDelete
  6. Saya pun anti matematika.. Tapi, kalo IPA saya suka. Aneh nggak sih? Suka IPA banget, tapi nggak suka matematika.. Padahal fisika juga banyak itung-itungannya.. -__-"

    ReplyDelete