Wednesday, February 22, 2017

5 Langkah Dasar dalam Membuat Plot Novel


sumber gambar: plot whisperer
 
Teori ini sebenarnya merupakan lanjutan dari pembahasan tengan plot pada posting sebelumnya. Beberapa teori di sini juga yang sering saya coba praktikkan tiap kali menulis novel, karena beberapa novel keren yang pernah saya baca memang bermain pada sisi plot, penuh ketegangan dengan dinamika naik-turun yang tak berkesudahan. Nah, beberapa teori berikut adalah dasar dari aturan plot yang mungkin akan memudahkan kita semua dalam membuat plot novel.

1. Membuat Kerangka Plot
Kerangka plot akan memudahkan kita dalam menyusun tiap bab atau bagian dalam novel. Jika kita menyusun kisah yang kompleks, kita akan membutuhkan kerangka ini untuk membuat diagram alir pada tiap bab dan kasus. Meski kadang membuat kerangka adalah hal yang beberapa orang hindari (mungkin karena malas), tapi membuat kerangka tidak sulit. Lagipula, dalam pengembangan kerangka, pasti akan ada bab atau kisah tambahan sebagai bumbu. Nah, karena itulah kerangka plot akan sangat membantu untuk memberi rambu-rambu pada plot cerita agar tidak keluar jalur atau "out off topic".

2. Memberi Ruh pada Plot
Hiasi plot yang tadinya hanya jasad saja dengan ruh agar lebih hidup. Hiasi dengan karakter yang kompleks dan latar yang akan menambah kuat plot dan menarik perhatian pembaca. Pastikan untuk memperhatikan detail kecil dan tetap fokus karena plot yang baik akan hancur jika isi cerita terlalu semrawut karena penulis pasti punya banyak pikiran yang ingin diutarakan sepanjang novel berkembang. Meski kompleks dan warna-warni, ruh plot ini harus mengarah pada titik balik novel yang utama yaitu, solusi akhir.

3. Bawa Plot ke Solusi Akhir yang Kuat
Apakah kisah pada tiap bab mengarah ke solusi akhir? Jangan biarkan pembaca kecewa. Resolusi ini adalah titik balik terakhir; bagaimana karakter berubah dari awal cerita sampai akhir. Pembaca menghabiskan waktu untuk membaca novel bukan hanya untuk melihat akhir yang datar (tentu saja meskipun banyak novel yang begitu sih). Tapi, setidaknya jangan membiarkan pembaca lelah dengan satu novel hanya karena resolusi yang biasa. Terserah kalian, mau cliffhanger, mau sad ending, happy ending, twist ending, bersambung atau apapun, yang pasti buatlah kisah akhir dengan kesan mendalam. *tsah

4. Akhir Bab yang Alami
Setelah klimaks pada tiap adegan, bagian, atau bab novel, bungkus semua kejadian klimaks itu secepat yang kita bisa. Jangan mengulur waktu atau menambah kesan berputar-putar karena pembaca bisa bosan dan karakter berikut plotnya akan menderita. Ingatlah bahwa akhir cerita akan menjadi hal paling menyegarkan dalam pikiran pembaca ketika mereka selesai dan menaruh bukunya.

5. Buat Karakter Menyelesaikan Konfliknya Sendiri
Jangan membuat waktu atau pahlawan kesiangan melakukan pembersihan pada konflik karakter utama di akhir-akhir cerita. Hal ini akan membuat karakter utama tidak terlihat seperti karakter utama. Pembaca biasanya ingin melihat bagaimana perkembangan karakter utama dan bagaimana ia menyelesaikan masalahnya, melalui plot cerita.

Catatan Akhir: 
Membuat plot yang baik tidak semudah yang dipikirkan, meski teori menyebutkannya semudah yang saya tulis di sini. Haha. Sebenarnya hal yang paling penting adalah berlatih menulis terus, karena saat kita sudah menemukan pace kita, menulis novel akan benar-benar mengeluarkan imajinasi liar kita (saya kadang sampai tertawa sendiri, atau kadang suka mempraktikkan adegan yang saya tulis sendiri). Kurang lebih seperti itu.

Tidak ada hal yang instan, semua bayi saja lahir belum bisa jalan, lalu belajar merangkak, lalu jalan, baru bisa berlari. Jadi, menulis plot yang baik bukanlah hal instan melainkan karena terus dilatih.

Jadi, giatlah menulis barang berapa halaman, baca ulang, kasih ke teman dan minta tolong baca juga, lalu mintakan saran dan kritiknya. Dengan begitu, kita akan lebih mudah belajar.

Selamat menulis!

***

Posting blog ini dibantu oleh beberapa referensi berikut:

Monday, February 20, 2017

Tips: Belajar Mengembangkan Plot Novel dengan Three-Act Structure


sumber: raindance.org
Setelah sekian lama hiatus dari riset dan baca-baca tentang tips menulis fiksi, rasanya saya berkewajiban untuk menulis hal itu lagi. Kalau dibaca dari artikel ini, elemen fiksi itu secara sederhana hanya ada enam elemen. Elemen itu antara lain adalah plot, setting, karakter, konflik, PoV, dan simbol. Untuk karakter kan sudah pernah saya bahas secara sesat di sini, dan pada posting blog kali ini, saya akan mencoba untuk membahas plot dalam karya fiksi (yang pastinya akan dikupas secara sesat).

Apakah plot itu?


Terkadang, para ahli kepenulisan sering menyebutkan bahwa plot bukanlah hal penting dalam karya fiksi, dan pembaca yang memperhatikan plot hanyalah yang tidak dewasa. Namun, plot dalam fiksi sebenarnya adalah hal yang juga penting, karena plot adalah satu hal yang membuat kita sebagai pembaca pertama-tama memiliki keinginan untuk menghabiskan bacaan. Plot dapat digambarkan seperti umpan pada kail, yang menarik ikan. Plot adalah elemen dalam karya fiksi yang pasti akan membuat kita penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi, salah sekali kalau dibilang plot itu kurang penting atau porsinya tidak sebesar karakter, konflik, dan lain-lain.

Nah, setelah tahu tentang plot, biasanya banyak orang yang bertanya, "Bagaimana sih cara membuat plot cerita kita supaya waw?" Atau pertanyaan lainnya yang lebih standar, "Bagaimana sih cara supaya bisa menulis cerita?"

Baiklah. Ini pertanyaan mudah dengan jawaban yang cukup sulit, sebab tugas plotting cerita bukanlah tugas mudah. Karena dalam membuat plot, kita harus memikirkan series of events, atau serangkaian kejadian yang membuat orang tetap membalikkan halaman dan tidak berkata, "Hah? Gitu doang? Apaan sih ini?"

Sebelum sampai pada bagaimana mengembangkan plot, mari kita simak empat hal mendasar yang sekiranya harus kita pahami dari sebuah plot.

1. Suatu plot adalah rangkaian kejadian yang saling berkaitan. Jadi, ketika kita menulis kejadian seorang anggota dewan yang tertabrak mobil dan tidak berkaitan dengan kejadian  pengangkatan Kapolri baru, itu berarti dua hal ini bukanlah hal yang berhubungan, melainkan hanya sebuah kebetulan. Padahal, lebih baik kalau dua kejadian itu menjadi saling berhubungan dan memunculkan misteri.
2. Karakter utama menginginkan sesuatu yang penting. Dan ketika mereka gagal, tingkat risiko yang harus ditempuh karakter utama semakin tinggi. Hidup mereka juga seperti bergantung pada keinginan itu.
3. Apapun yang mereka inginkan, tidak akan mudah didapat. Faktanya, semua yang kita punya dan kemungkinan risiko yang kita kembangkan, kita lemparkan saja pada tokoh utama.
4. Kejadian-kejadian itu harus mencapai kesimpulan yang memuaskan. Dalam hal ini, plot novel pada akhirnya tidak harus happy ending, menggantung, atau ambigu, tapi harus ada kesan bahwa plot ditutup, entah ke depannya akan dilanjutkan ke serial berikutnya atau tidak.

Struktur "Three Act"

Angka tiga adalah angka sakti dari plot, tidak hanya untuk novel, tapi juga untuk cerita pendek, film, dan dalam pementasan teater.

Setiap cerita, biasanya memiliki tiga bagian plot, yaitu awal, tengah, dan akhir. Tiga bagian ini memisahkan fase-fase dalam cerita. Pada pementasan teater, biasanya disebut Act I, Act II, dan Act III, dan biasanya tirai dibuka atau ditutup pada setiap Act.

Pada novel, plot dibagi menjadi beberapa bagian atau bab, bukan dalam "Act", meskipun terkadang pada setiap fase bab, kita juga bisa melihat perpindahan dari fase awal ke tengah, lalu dari fase tengah ke akhir cerita.

Istilah yang lebih manusiawi, bisa kita simak pada penjelasan di bawah ini:
1. Beginning / Awal: Karakter utama membuat pilihan untuk beraksi.
2. Middle / Tengah: Aksi tersebut dimulai dan dibumbui berbagai konflik.
3. End / Akhir: Konsekuensi dari aksi dan resolusi akhir.

Contohnya akan coba saya tuliskan di bawah ini. Sebut saja ini plot "Ninad dan Eunoia", yang juga ada dalam naskah distopia berlatar Indonesia tahun 2050-an yang sedang saya garap.

  1. Ninad sudah memasuki usia dewasa muda, yaitu awal delapanbelas. Ia bermaksud untuk mengikuti seleksi anggota "Demokrasi Empat Pilar" agar bisa mengungkap kasus hilangnya orangtua Ninad yang tergabung dalam Dewan Perluasan Agung, divisi Virtuoso.
  2. Selama proses seleksi rupanya tidak mudah, sebab Ninad berasal dari daerah Tepi Batas yang dinilai kurang dalam segi pendidikan maupun pengembangan daerah. Tetapi, Ninad dapat lolos dengan hasil baik bahkan masuk ke dalam Dewan Pembangunan Agung, divisi Arsitek. Karena domisili Ninad tersebut, banyak calon anggota lain yang mencoba untuk menjatuhkannya dari mulai tahap seleksi sampai ketika ia sudah berada di dalam gedung dewan.
  3. Aksi-aksi pada bagian tengah cerita, memiliki konsekuensi dan pada novel, hal ini menyebabkan perubahan pada karakter utama maupun karakter pendukung (ingat-ingat saja ketika Joanna Mason dan Katniss yang bermusuhan akhirnya bersahabat kembali). Hal ini, dengan kata lain, Ninad--si tokoh--menyadari kekurangannya, berubah menjadi lebih kuat dan mencapai keinginan atau kebenaran yang ia cari. Ia menemukan kembali titik terang dan penyelesaian kasus hilangnya kedua orangtuanya dan berhasil menjadi pembangun handal di salah satu dewan Demokrasi Empat Pilar.

Dari cerita pendek ke novel dengan 200 halaman atau lebih; dari opera ke bioskop; struktur klasik "three act" inilah yang menyatukan semua cerita dan rangkaian kejadian - termasuk novel kalian.

Tentu saja, hal ini belum menjelaskan bagaimana caranya membuat plot dalam novel dengan keren, tapi jangan khawatir karena pada posting berikutnya, saya akan coba menjelaskan hal tersebut.

Sedikit petunjuk: Dari "three act structure" ini, kalian juga bisa membagi kerangka novel kalian dan memasukkannya dalam fase, apakah kerangka A masuk fase awal, atau masuk fase tengah, atau bahkan akhir.

***

Posting blog ini dibantu oleh beberapa referensi berikut:

Berbelanja di Alfamart dan Dapat Hadiah Emas? Mau Banget!


sumber gambar: situs Alfamart
Di bulan Februari yang penuh kasih sayang ini, banyak juga lho tempat-tempat yang menawarkan kasih sayang lebih banyak dari pasangan kamu. Hehe. Ternyata, selain pasangan kamu, berbagai program bulan Februari juga tahu banget apa yang kamu mau. Salah satunya adalah berbagai program menarik yang ditawarkan oleh Alfamart di bulan Februari ini dan berbagai kemudahan berbelanja yang ditawarkan. Semua program itu memberi kamu keuntungan lebih dan pastinya menyenangkan.

Apa sih salah satunya? Nah, ini dia. Buat ibu-ibu dan siapapun yang gemar memasak, Alfamart membuka program pengumpulan stempel bertanda khusus setiap berbelanja dan setelah dikumpulkan bisa mendapatkan koleksi alat masak premium yang pastinya menambah kesenangan dalam memasak. Kalau sudah premium, pasti peralatannya awet dan berkualitas, hasil masakanmu juga bakal lebih berkualitas dan enak.

Selain itu, berhubung masih bulan Februari yang banyak orang kenal sebagai bulan kasih sayang karena ada hari Valentine, Alfamart juga menyediakan paket-paket cokelat berikut minuman pendamping cokelat dengan harga khusus, lho! Jadi, kalau sudah kenyang makan cokelat, kita nggak perlu beli minum lagi saat haus, karena paketnya sudah termasuk di dalam pembelian cokelatnya. Jadi, buat pasangan yang mau kasih hadiah tapi bingung, langsung aja beli paket cokelatnya di Alfamart.

Dan yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, terutama oleh ibu-ibu nih, yaitu belanja dan dapatkan undian berhadiah emas. Caranya gampang banget buat mengikuti undian berhadiah emas ini. Untuk ibu-ibu atau keluarga yang punya anak, tinggal membeli Pediasure atau Ensure saja. Selain minuman susu dan shake ini penuh nutrisi untuk anak, ternyata minuman susu ini juga bisa memberikan kesempatan undian berhadiah emas, dengan total emas yang tidak tanggung-tanggung sampai 250 gram. Dan selain ada undian berhadiah emas, ada juga ratusan juta voucher Alfamart yang bisa dimanfaatkan untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kita.

Memang berbagai program seru ini selalu berbeda-beda di setiap minggu dan bulannya, tapi Alfamart tidak pernah kehabisan info mengenai program-program belanja yang lebih seru lagi dan dapat memberikan banyak keuntungan untuk kita semua. Selain itu, Alfamart memberi kemudahan dalam melakukan berbagai transaksi kita seperti membeli tiket kereta, membeli pulsa, bayar tagihan listrik, tagihan air, tagihan saluran televisi kabel, maupun berbagai transaksi elektronik lainnya. Seluruh transaksi elektronik ini bisa dengan mudah kita lakukan melalui gerai Alfamart yang sudah banyak ditemukan di sekitar kita. Selain melakukan pembayaran, dari pembayaran elektronik itu juga terdapat berbagai promo menarik di dalamnya. Jadi, keuntungan kita berlipat, tidak hanya membayar tagihan secara mudah, tapi juga mendapatkan keuntungan dari pembayaran tagihan itu.

Nah, untuk undian berhadiah emas ini berlangsung dari awal sampai akhir bulan ini. Jadi, jangan lewatkan programnya untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya keuntungan, voucher belanja dan juga kesempatan untuk mengikuti undian berhadiah emas.

Jadi, percayakan setiap kebutuhan berbelanja dan pembayaran tagihan pada Alfamart, karena setiap bulannya, Alfamart selalu memberikan program menarik bagi konsumen dan mencoba meningkatkan pelayanan bagi kebahagiaan konsumen. Alangkah lebih baik lagi, jika teman-teman semua menjadi anggota eksklusif Alfamart, sehingga tidak akan pernah ketinggalan informasi menarik terkait program Alfamart yang sedang berlangsung. Nah, selamat berbelanja kebutuhan teman-teman dan jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan undian berhadiah emas.

Wednesday, February 15, 2017

Warnai Hari dengan Koleksi Spesial Swatch Tahun 2017


I Love My Swatch!
sumber gambar: Mapemall.com
Bagi kalian penyuka arloji atau jam tangan, atau yang sehari-hari biasa memakai jam tangan pastinya sudah tak asing lagi dengan jam tangan berlogo bendera Swiss. Logo bendera Swiss yang berlatar merah dengan tanda plus warna putih itu juga merupakan logo salah satu produsen arloji yang terkenal dan merajai pasaran dan berasal dari Swiss. Sejak diluncurkan pada tahun 1983, popularitas Swatch meroket. Dari dulu hingga sekarang, Swatch seperti tidak pernah kehabisan ide untuk memproduksi macam-macam arloji yang beragam dari segi warna maupun model. Selain Swatch SA, anak perusahaannya di bawah Montres Flik Flak SA, dengan giat memproduksi, mendesain, dan mendistribusikan jam tangan itu. 

Nah, pada awal 2017, Swatch yang tak pernah kehabisan ide, mulai meluncurkan beberapa model arloji dengan warna yang sudah pasti akan populer. Swatch tidak hanya memproduksi arloji dengan tali karet, namun kini Swatch mulai merambah model arloji yang talinya berbahan tekstil dengan warna-warna pastel kombinasi. Kesannya memang sedikit girly, namun untuk pria yang senang menggunakan arloji dengan ukuran tidak terlalu besar atau terlalu kecil, akan cocok memakai koleksi baru Swatch ini.  

Selain arloji dengan tali tekstil, Swatch juga meluncurkan jam tangan yang berada di kategori “Traveller’s Dream” dan memiliki rangka stainless steel. Jadi, Swatch kini tak terbatas hanya di arloji dengan tali karet saja, tapi juga macam-macam kombinasi tali lainnya.  

Swatch di 2017 ini juga memanfaatkan momen tahun baru China dengan meluncurkan desain eksklusif khusus tahun baru China kali ini. Tahun 2017 ini merupakan tahun Ayam Api, dan Swatch meluncurkan desain arloji bertali merah, dengan gambar ayam berwarna merah dan latar belakang kuning di bagian jam tangannya. Selain itu, desain yang diberi nama “Rocking Rooster” ini datang dengan kemasan yang menarik, yaitu tabung berwarna merah dengan desain ornamen bunga nuansa biru dan kuning berlogo Swatch di bawahnya. Kemasan ini menambah kesan eksklusif dan personal yang memanfaatkan tahun baru China di 2017 ini. 
Swatch Rocking Rooster
sumber gambar: Mapemall.com

Nah, jika kebetulan mencari Swatch di toko-toko online cukup sulit, kini semua koleksi spesial Swatch tahun 2017 bisa ditemukan di toko online yang menjual Swatch asli seperti di Map E-mall. Di sana, banyak sekali koleksi spesial Swatch tahun 2017 yang bisa ditemukan. Dan koleksi eksklusif atau edisi khusus seperti Rocking Rooster juga bisa didapatkan di sana. 

Selain efisien dan tak perlu lelah mencari dari toko official Swatch, dari toko online pun sudah bisa didapatkan. Lagipula, belum tentu koleksi spesial bisa didapat dari toko offline. Sekarang berbelanja arloji favorit juga hanya sebatas klik saja pada ponsel atau komputer personal. Semua kemudahan berbelanja barang paling up-to-date, bisa didapat dari berbelanja di Map E-mall. 

Dan biasanya, banyak promo atau diskon yang ditawarkan dari Map E-mall. Jadi, selain mendapatkan barang eksklusif, original, dan update, semua barang itu juga bisa didapatkan dengan harga spesial. Semua koleksi spesial yang rugi kalau terlewatkan ini, bisa langsung dimiliki dengan harga spesial. Kenyamanan dan kemudahan berbelanja seperti ini bukan cuma mimpi. 

Jadi, langsung saja klik koleksi spesial Swatch tahun 2017 ini dan beli melalui Map E-mall yang sudah terjamin garansi dan keasliannya. Jangan lewatkan hari-hari berwarna dengan memiliki arloji terbaru Swatch.

Saturday, February 4, 2017

[Review K-Drama] Signal (2016)


*pics: Dramafever

[Review K-Drama] Signal (2016)

Sutradara: Kim Won-Suk
Penulis Naskah: Kim Eun-Hee
Jaringan: tvN
Episode: 16
Tanggal Tayang: 22 Januari - 12 Maret 2016
Jadwal Tayang: Fri & Sat 20:30
Bahasa: Korea
Pemain: Lee Je-Hoon, Kim Hye-Soo, Cho Jin-Woong, Jang Hyun-Sung, Jung Hae-Kyun, Kim Won-Hae, Lee Yoo-Joon, dll

Sinopsis:
Terinspirasi dari kisah nyata kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Korea pada tahun 1986 - 1991, detektif dari masa lalu dan masa sekarang berkomunikasi lewat sinyal walkie talkie misterius dan membuat mereka dapat bekerja bersama melewati rentang waktu yang berbeda. Dengan perspektif di masa depan dan masa lalu, detektif ini mencoba memecahkan kasus-kasus kepolisian yang mengerucut pada satu kasus besar.

*

Sejak akhir 2015, industri perfilman di Korea mengalami perkembangan. Drama Korea pun kini menyuguhkan cerita dengan tema luas dan beragam. Mulai dari kisah perjuangan para dokter, psychological-thriller, petualangan, coming-of-age, cerita investigasi ala detektif, sejarah, fantasi, dan lain-lain.

Sebenarnya dari dulu tema yang disuguhkan sudah beragam tapi belum terlalu banyak yang berani keluar dari pakem romantisme dalam kisah-kisah drama Korea, dan saat ini mulai banyak drama Korea yang bahkan tidak menyajikan unsur percintaan yang dominan, malah lebih banyak air mata. *tsah

Tuesday, January 31, 2017

Berkunjung ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia


Perpustakaan Nasional RI
Teman-teman yang mempunyai hobi membaca atau yang sekedar ingin mencari literatur untuk riset dan memperbanyak referensi, tak ada salahnya untuk mencoba mampir ke Perpustakaan Nasional RI. Kalau ada yang bilang, di Jakarta itu tempat membaca sangat jarang, salah banget! Sebenarnya ada banyak ruang membaca dengan beragam buku yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Salah satunya adalah Perpustakaan Nasional RI yang berlokasi di Jalan Salemba.

Nah, pada posting blog kali ini, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya mampir ke Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) atau yang biasa disingkat PNRI.

Memasuki lingkungan PNRI, kita dapat melihat bangunan pendopo utama di depan tiang bendera besar, dan di sebelah kanan terdapat gedung tinggi yang merupakan bangunan perpustakaan. Bagi teman-teman yang baru pertama kali mampir ke PNRI dan ingin membaca, teman-teman harus mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk memiliki kartu keanggotaan. Proses pendaftaran langsung melalui lobi tengah gedung perpustakaan atau biasa disebut blok B dan C.

Masuk lobi tengah, kita akan disambut oleh relief dan patung raksasa berbentuk buku. Di sebelah kirinya ada beberapa komputer yang dapat digunakan untuk mendaftarkan data diri teman-teman. Komputer tersebut sudah dalam posisi membuka situs pendaftaran keanggotaan perpustakaan. Ada beberapa menu, seperti syarat dan ketentuan, juga halaman pendaftaran. Nah, silakan menuju menu pendaftaran dan mengisi data diri di sana. Ada beberapa pilihan kartu identitas dan saya sendiri mengisi dengan KTP karena mendaftar sebagai anggota umum. Jenis keanggotaan di perpustakaan ada anggota umum, mahasiswa, dan siswa (minimum SLTA). Kenapa minimum SLTA? Itu berarti, untuk pendaftar yang masih bersekolah, hanya bisa meminjam jika sudah SMA. Jika masih SMP, sepertinya sih belum boleh.

Setelah mengisi data dan submit, akan muncul halaman sukses dan berisi nama juga nomor anggota yang terbentuk saat submit. Catat nomor anggota berikut nama anda di potongan kertas yang sudah disediakan. Biasanya, di bagian bawah komputer atau di atas CPU-nya sudah ada tumpukan potongan kertas. Kalau pulpen sih tidak ada, jadi saran saya, bawa pulpen sendiri.

Di belakang komputer untuk mengisi data, ada ruangan bertuliskan "Keanggotaan". Nah, di ruangan ini nanti anda antri dan memberikan kertas berisikan nomor anggota berikut nama. Nanti akan dipanggil oleh petugas untuk difoto. Foto ini nanti akan dipasang dalam kartu anggota. Kartu anggota sendiri selesai cetak dalam beberapa menit. Perpusnas RI memiliki alat cetak sendiri untuk pembuatan kartu sehingga tidak perlu menunggu lama. Selain itu, pembuatan kartu anggota atau pendaftaran anggota perpus ini tidak dipungut biaya alias GRATIS! Enak kan? Ya kan? :))

Setelah kartu jadi, silakan bersenang-senang! Teman-teman bisa berjalan menuju bagian daftar tamu. Di sini akan diberikan kunci loker untuk menyimpan tas. Oh ya, teman-teman perlu meninggalkan KTP atau tanda pengenal lainnya, untuk ditukar dengan kunci loker. Selain itu, di bagian daftar tamu atau resepsionis ini, kita juga bisa meminta tas transparan jika kita membawa laptop atau buku catatan dan alat tulis. Ransel atau tas yang kita bawa dari luar tidak boleh dibawa masuk ke perpustakaan dan harus ditinggal di loker. Oleh karena itu, kita bisa meminjam tas transparan yang disediakan oleh Perpusnas. Oh ya, sebelum naik ke lantai lain untuk mencari buku, jangan lupa menyempatkan diri untuk mengisi buku tamu di komputer sebelah kanan resepsionis. Dengan mengisi buku tamu, kita sebenarnya ikut memajukan perpustakaan lho! Siapa tahu petugas perpustakaan jadi semakin giat rapi-rapi koleksi dan daftar katalog supaya memudahkan kita yang mau membaca, ya kan?

Setelah menaruh tas di loker dan membawa barang berharga juga barang yang dibutuhkan dengan tas transparan, kita masuk ke perpustakaan dengan kartu anggota. Kartu anggota Perpusnas ini sudah sekaligus untuk membuka pintu menuju perpustakaan. Pintu perpustakaan ini sudah menggunakan pintu otomatis sehingga harus scan kartu. Jadi, setiap kunjungan memang wajib membawa kartu anggota ini.

Isi Bon Pesanan Buku
Oh ya, pertama ke Perpusnas, saya agak bingung. Sempat berputar-putar dari lantai dua ke lantai tiga, lalu ke lantai lima dan balik lagi ke bawah. Waktu coba masuk ke ruas 3B, saya baru membaca informasi tentang Perpusnas. Jadi, Perpusnas Salemba ini sistem peminjamannya adalah sistem tertutup. Untuk meminjam buku di sini, kita harus cari dulu daftar bukunya, lalu mengisi bon peminjaman buku. Bon peminjaman buku ini ada di lantai 2 atau di ruang katalog. Di lantai 2, ada banyak komputer tempat mencari daftar literatur, referensi, tesis, disertasi atau peta dan atlas yang ingin kita baca. Saya kurang tahu berapa batas peminjaman ini, atau berapa batas pengambilan bon peminjaman. Tapi, karena baru pertama kali, saya pinjam dua buku dulu.

Bon diisi, lalu diserahkan ke petugas yang menjaga ruang katalog. Petugas akan mengisi keterangan di mana buku tersebut berada. Oh ya, karena kemungkinan buku berada di lantai dan ruas yang berbeda, maka kita harus jeli. Jika kebetulan buku berada di lantai dan ruas yang sama, kita lebih enak membacanya, karena tidak perlu bulak-balik ke lantai lain. Dan saat buku diserahkan ke kita, kartu perpustakaan kita harus ditinggal. Buku juga tidak boleh dibawa ke lantai lain, dan kalau mau dibawa juga tidak mungkin bisa meminjam buku di lantai lain, karena di lantai lain pasti diminta kartunya lagi saat penyerahan buku yang dipinjam. Jadi, kita harus jeli untuk memilih buku mana dulu yang mau dibaca berlama-lama, mengingat waktu kunjungan perpustakaan yang terbatas hanya sampai jam 6 sore saja.

Kebetulan dua buku yang saya pinjam ada di lantai 3 ruas B (3B). Saya langsung ke petugas di lantai 3B, menaruh bon, mengisi buku tamu lagi dan menunggu petugas memanggil nama saya untuk menyerahkan buku yang saya pinjam. Di ruangan baca juga ada meja-meja, colokan listrik, dan ada Wifi untuk tamu. Jadi, kalau membawa laptop sambil mau mengetik atau browsing juga dipersilakan.

Ruang Baca di Perpusnas
Setelah petugas memanggil nama kita, kita diminta untuk meninggalkan kartu. Kartu anggota ini nanti akan diambil setelah buku selesai dibaca. Jadi, seperti yang saya bilang sebelumnya, buku tidak bisa dan tidak mungkin dibawa ke lantai lain karena kartu kita yang ditinggal.

Di setiap lantai dan ruas juga ada jasa fotokopi. Untuk jasa fotokopi ini dikenakan Rp 200 per lembarnya. Kebetulan, saya meminjam buku yang terlalu asyik kalau tidak difotokopi, makanya saya menyempatkan diri untuk mencoba jasa fotokopi di Perpusnas ini. Hehe. Sistemnya, kalian mengambil kertas kosong di bagian fotokopi, lalu tulis nama dan halaman yang ingin difotokopi. Setelah ditulis, taruh buku berikut kertas tadi dan tunggu dipanggil saja. Sambil menunggu, bisa berselancar di internet dulu.

Fotokopi pun selesai. Saya menghabiskan Rp 7000 untuk memfotokopi 40 halaman buku Cryptography and Network Security yang ditulis oleh William Stalling. Kebetulan buku satunya masih lebih mudah dipahami, jadi buku satunya tidak saya fotokopi, tapi hanya saya catat bagian yang penting di dalam notes.

Dari mendaftar anggota sampai menghabiskan waktu di perpustakaan (dipotong jam istirahat PNS dari pukul 12.00 sampai 13.00), saya menghabiskan waktu 5 jam. Itu juga ditambah kebingungan mencari alur yang tepat saat meminjam buku. Hahaha. Mungkin, di kunjungan lainnya sudah lebih terarah karena sudah pernah. Makanya, saya membuat posting blog ini agar teman-teman yang ingin main ke Perpusnas bisa memahami dulu alurnya sebelum berangkat, agar tidak seperti saya.

Kira-kira begitulah kunjungan pertama saya ke Perpusnas. Lain waktu mungkin akan datang dari pagi sehingga lebih puas membaca di Perpusnas.

Selamat mampir ke Perpusnas!

#GerakanMainKePerpus #MainKePerpus #AyoKePerpus #AnakPerpus