Skip to main content

Posts

Featured Post

DIY Session: Membuat Pashmina Instan Sendiri

Halo teman-teman blogger! Kali ini saya mau berbagi post yang cukup berfaedah. Hehe. Biasanya post di blog ini memang nir-faedah, karena saya mengelola cukup banyak blog, dan yang sering diisi itu blog tentang teknologi, Linux, dan juga blog perjalanan. Nah, karena blog yang ini memang isinya campur-campur jadi harap maklum kalau isinya juga lebih banyak ulasan personal tentang film, buku, atau rilisan fisik band indie yang saya beli.

Tapiiii, hari ini saya mau berbagi tutorial membuat pashmina instan sendiri. Untuk post semacam ini, saya usahakan supaya sering muncul ya, karena saya bikin rubrik baru di blog, yaitu "DIY Session", alias do it yourself. Rubrik ini akan membahas tentang seluk beluk crafting, sewing, crochet, dan semua hal yang berhubungan dengan bikin prakarya secara mandiri. Jadi, yang mau belajar bikin-bikin kerajinan, monggo ikuti feed DIY Session ini.

Di post pertama rubrik ini, prakarya saya yang terbaru adalah pashmina instan. Nah, dari dulu saya sebena…
Recent posts

Sajian Rohani dalam Dongeng Imajiner: Semua Ikan di Langit

Setelah sebulan lebih membuka-tutup Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, akhirnya buku Ziggy yang memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016 ini, selesai juga. Menurut dewan juri, novel ini memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata, sehingga finalis lainnya tidak mendapat tempat juara dengan angka melainkan hanya juara favorit. Ketika saya baca, sebenarnya kemampuan bahasa di atas rata-rata ini menurut saya malah seperti kemampuan mendongeng di atas rata-rata, karena sang penulis bercerita dengan sangat antusias hingga berbusa-busa, bahkan mengulangi apa yang ia inginkan, walau masih dalam satu bab yang sama.

Kisah yang dituturkan dalam Semua Ikan di Langit bukanlah kisah sederhana. Berawal dari seonggok bis kota yang menarik penumpang dari Dipatiukur, hingga akhirnya bis tersebut bisa berkelana ke luar angkasa. Lalu, bis tersebut mengalami serangkaian kejadian yang mengilhami dirinya sehingga ia, sebagai bis kota, bisa memiliki keyakinan terhadap …

Not for IT: Bagian 3 - Bekerja untuk Bermanfaat

03 - Bekerja untuk Bermanfaat

Hari Kamis menuju rangkaian long weekend lainnya yang ada di bulan ini. Semua orang sibuk membereskan pekerjaan mereka agar long weekend tetap santai. Tapi, apakah memang ada istilah long weekend buat pekerja IT kayak aku dan teman-temanku? “Mbak, bisa tolong cek ticket 40450 sekarang nggak?” tanya tim basis data di bawah asuhan Mas Okto. Aku pun segera membuka aplikasi ticketing dan membuka nomor yang ia maksud. Karena agak aneh dengan isi ticket yang belum sempat aku cek sebelumnya, aku pun bertanya, “Mas, ini masalahnya bukan di active directory punya tim server.” Tiba-tiba saja, orang itu berubah ketus. Ia meletakkan tangan kirinya di atas pembatas kubikel, sementara tangan kanannya berkacak pinggang. “Bukan di server gimana? Ini hasil dump data yang masuk ke database saya kepotong semua. Harusnya kan yang masuk nama lengkap karyawannya nggak kepotong gini,” gerutunya. Teman satu timku sontak menoleh dan mendekat. Lalu, Iswara, salah seorang kawan dari ti…

Not for IT: Bagian 2 - Lelaki Berbuku Jari Panjang

02. Lelaki Berbuku Jari Panjang
Seperti jam istirahat kantor pada umumnya, beberapa karyawan beramai-ramai menuju tempat makan. Tapi, karena aku sedang puasa, jadilah aku langsung menuju Mesjid di seberang gedung kantor. Tadinya sudah mengajak Mirza, salah satu temanku yang ada di divisi IT Helpdesk, tapi dia malah izin keluar sebentar pas jam istirahat. Katanya sih mau jemput anaknya yang baru pulang sekolah dulu. Berhubung teman-temanku lainnya juga mau makan siang dulu, sendirianlah aku menuju Mesjid. Itu dia, sepatu oxford warna cokelat dengan sedikit brogue di bagian depannya. Sepatu punya Mas Okto. Jadi, kali ini aku akan ceritakan awal mula kenapa aku mulai menyimpan perasaan aneh terhadap supervisor tim IT Application itu. Kira-kira, lingkaran kisah ini dimulai sejak enam bulan lalu aku mulai menjadi tim IT Server di tempatku bekerja sekarang. *** Enam bulan lalu, pukul sebelas lewat empat puluh lima. Menuju jam makan siang, lift selalu penuh. Aku berlari di lorong gedung menuju li…

Not for IT: Bagian 1 - Pagi, Hanisya!

Review Vendor Wedding: Nesnumoto Wedding Photographer Bandung

Dari sekian banyak persiapan nikah kemarin, yang paling memusingkan adalah mencari wedding photographer yang HANDAL dan hasilnya kece. Kenapa? Karena dari acara satu hari itu, yang nanti akan diingat sepanjang masa mungkin cuma memori di pikiran dan yang ada dalam foto. *tsah

Mulailah saya mencari vendor dengan coverage area Bandung dan sekitarnya. Stalk di Instagram sih banyak banget vendor wedding photographer ini dan hasilnya juga bagus-bagus, dengan selera tone yang berbeda-beda. Ada yang dark, ada yang cerah ceria, ada yang kesannya kayak fantasi gitu semacam Alice in Wonderland, ada yang lebih menguatkan sisi fotografi pre wedding, dan lain sebagainya. Tapi, sebenarnya dari sekian banyak vendor itu, yang paling saya cari ialah yang menangkap momen secara efisien. Apa itu efisien? Efisien adalah input kecil dengan output besar. :)) *yeee nggak mau rugi*
Setelah berkeliling dan secara tak tahu malu, meninggalkan komentar "email pricelist dong kak" di banyak akun IG, ak…